Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat peran generasi muda.
Dalam waktu dekat, seluruh duta remaja dan pemuda dari berbagai komunitas maupun forum direncanakan disatukan dalam sebuah gerakan bersama.
Gagasan tersebut disampaikan Kepala DPPKB Samarinda, Deasy Evriyani. Ia menyampaikan penyatuan ini bertujuan agar berbagai duta yang selama ini bergerak secara terpisah dapat memiliki visi, suara, dan aksi yang sejalan.
Menurut Deasy, selama ini Samarinda telah melahirkan banyak duta dari berbagai bidang dan komunitas. Namun, belum ada wadah yang benar-benar menyatukan seluruh representasi pemuda dan perempuan untuk bergerak bersama.
“Alhamdulillah, dalam waktu dekat mungkin tidak tahun ini. Kalau tidak sempat tahun ini, tahun depan, kami akan menjadi pelopor untuk penyatuan pemuda dan remaja se-Kota Samarinda,” Ungkapnya kepada awak media. Jumat, 6 November 2026.
Deasy menilai, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak bisa hanya dibebankan kepada satu forum atau satu kelompok duta. Persoalan seperti perundungan (bullying), perkawinan usia anak, hingga perilaku berisiko membutuhkan keterlibatan lebih luas dari seluruh elemen pemuda.
Ia menegaskan, setiap duta harus menjadi bagian dari gerakan bersama, bukan sekadar menjalankan tugas berdasarkan bidang atau komunitas masing-masing.
Dengan kolaborasi tersebut, pesan-pesan positif kepada remaja dan Generasi Z diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan. Terlebih, Samarinda memiliki wilayah yang luas sehingga gerakan yang hanya bertumpu pada satu forum dinilai belum cukup efektif.
“Kalau cuma Forum GenRe yang bergerak, agak sulit karena Kota Samarinda luas. Walaupun tim remaja ada di beberapa kelurahan, tidak mungkin semuanya terpapar atau aktif,” Ucap Deasy.
Melalui penyatuan tersebut, para duta diharapkan berani tampil, menyuarakan isu-isu remaja, sekaligus menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing.
Deasy juga berharap nantinya muncul figur influencer dari kalangan remaja yang mampu menyebarkan pesan tentang pentingnya perencanaan masa depan dan membangun generasi berkualitas.
Baginya, cita-cita Indonesia Emas tidak boleh berhenti sebagai slogan. Generasi muda harus benar-benar dipersiapkan agar mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kalau gerakan bersama, dikeroyok bersama, saya yakin insyaallah tujuan dan misi mereka akan lebih cepat tercapai. Kalau sendirian kan susah, tetapi kalau ramai-ramai, insyaallah bisa tercapai,” Tutup Deasy. (ADV)

