Insitekaltim, Samarinda – Mempersiapkan calon praktisi hukum yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan menghadapi dinamika persidangan menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Komitmen tersebut ditunjukkan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang turun langsung memberikan kuliah hukum sekaligus membimbing mahasiswa dalam simulasi praktik peradilan perdata di Anjungan Karang Mumus, Balai Kota Samarinda, Sabtu, 7 November 2026.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari perkuliahan pekan sebelumnya yang membahas simulasi perkara pidana. Kali ini, mahasiswa mendalami praktik persidangan perdata melalui simulasi perkara Nomor 1192/PDT.G/2026/PN.SMR.
Andi Harun menilai pembelajaran berbasis praktik memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman mahasiswa terhadap proses hukum secara menyeluruh.
“Mahasiswa hukum tidak cukup hanya memahami teori yang diperoleh di ruang kelas. Mereka juga harus mengenal bagaimana hukum diterapkan dalam praktik, memahami proses persidangan, serta mampu membangun argumentasi hukum secara profesional,” Ungkapnya.
Dalam sesi pembelajaran tersebut, Andi Harun membimbing mahasiswa memahami tahapan persidangan perdata, mulai dari pembacaan gugatan, penyampaian jawaban tergugat, proses pembuktian melalui dokumen dan keterangan saksi, penyusunan kesimpulan, hingga pengambilan putusan oleh hakim.
Setiap tahapan dipraktikkan secara terstruktur agar mahasiswa dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam proses peradilan.
“Setiap tahapan persidangan memiliki prosedur dan konsekuensi hukum. Karena itu, calon praktisi hukum harus memahami prosesnya secara cermat, tidak hanya mengetahui aturan, tetapi juga mampu menerapkannya dengan tepat,” Jelas Andi Harun.
Menurutnya, simulasi persidangan menjadi sarana pembelajaran yang efektif untuk menjembatani pengetahuan akademis dengan realitas penegakan hukum.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat melatih kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi, memahami alat bukti, serta membangun sikap profesional dalam menghadapi persoalan hukum.
“Pengalaman praktik seperti ini penting agar mahasiswa memiliki gambaran nyata tentang dunia hukum. Mereka harus terbiasa berpikir sistematis, menjunjung tinggi objektivitas, dan memahami bahwa setiap proses hukum harus berjalan berdasarkan aturan serta prinsip keadilan,” Tegas Andi Harun.
Andi Harun berharap kegiatan pembelajaran semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang hukum.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan belajar secara maksimal agar kelak mampu menjadi praktisi hukum yang berintegritas dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Saya berharap para mahasiswa tidak hanya mengejar kemampuan akademis, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan tanggung jawab. Ilmu hukum harus menjadi bekal untuk menegakkan keadilan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” Tutup Andi Harun. (ADV)

