Insitekaltim, Samarinda – Kualitas udara di Kota Samarinda masih berada dalam kategori sedang berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Minggu, 8 November 2026 pukul 16.00 WITA.
Kendati masih bisa diterima bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, masyarakat, khususnya kelompok sensitif, tetap diimbau memperhatikan aktivitas luar ruangan demi menjaga kesehatan.
Berdasarkan data Stasiun Pemantauan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), nilai ISPU Samarinda tercatat sebesar 72 atau masuk kategori sedang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso, mengingatkan bahwa kondisi tersebut tetap membutuhkan perhatian bersama, terutama dalam menjaga kualitas udara di lingkungan perkotaan.
“Kualitas udara yang masih berada dalam kategori sedang bukan berarti kita boleh mengabaikan kesehatan lingkungan. Masyarakat tetap perlu menjaga pola aktivitas dan bersama-sama mengurangi sumber pencemaran udara,” Ungkapnya dalam keterangan rilis. Minggu, 8 November 2026.
Data pemantauan selama 24 jam, terhitung sejak 7 November pukul 16.00 WITA hingga 8 November 2026 pukul 16.00 WITA, menunjukkan adanya fluktuasi kualitas udara. Nilai ISPU sempat meningkat hingga 194 pada pukul 01.00 WITA, yang masuk kategori tidak sehat. Angka tersebut kemudian berangsur menurun dan kembali berada pada kategori sedang.
“Perubahan angka ISPU menunjukkan bahwa kualitas udara dapat mengalami peningkatan maupun penurunan dalam waktu tertentu. Karena itu, pemantauan secara berkala penting dilakukan agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi udara,” Jelas Suwarso.
Mengacu pada informasi dalam data pemantauan, kelompok sensitif disarankan mengurangi aktivitas fisik yang terlalu lama atau berat di luar ruangan.
Sementara itu, masyarakat secara umum masih dapat melakukan aktivitas luar ruangan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
Suwarso mengingatkan agar kelompok rentan lebih berhati-hati ketika kualitas udara mengalami peningkatan pencemaran.
“Masyarakat yang termasuk kelompok sensitif sebaiknya membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara memburuk. Menjaga kesehatan harus menjadi perhatian bersama,” Tegasnya.
Suwarso juga mengajak masyarakat mengambil bagian dalam menjaga kualitas udara melalui kebiasaan sederhana, seperti mengurangi penggunaan kendaraan bermotor apabila tidak diperlukan, menjaga lingkungan tetap hijau, serta tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka.
“Menjaga kualitas udara bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Lingkungan yang sehat akan mendukung masyarakat yang sehat pula. Mari bersama-sama menjaga udara Samarinda agar tetap bersih dan nyaman untuk generasi sekarang maupun mendatang,” Pungkasnya. (ADV)

