Insitekaltim, Samarinda – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan surplus dibandingkan proyeksi kebutuhan masyarakat tahun ini.
Plt Kepala DPKH Kaltim Fadly Sufiani mengatakan, pada 2024 jumlah pemotongan hewan kurban tercatat sekitar 11 ribu ekor, kemudian meningkat menjadi sekitar 17 ribu ekor pada 2025.
Karena itu, pemerintah memilih menyiapkan stok lebih banyak guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
“Kita lebih baik menyiapkan ketersediaan stok daripada nanti kebutuhan masyarakat meningkat tetapi stok tidak ada,” ucapnya saat ditemui media, Selasa, 12 Mei 2026.
Fadly menjelaskan, total ketersediaan hewan kurban di Kaltim saat ini mencapai sekitar 28.688 ekor.
Sementara kebutuhan masyarakat diproyeksikan sekitar 18.525 ekor atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 17.890 ekor.
“Kami prediksi ada kenaikan kebutuhan tahun ini karena melihat tren pemotongan hewan kurban terus meningkat,” katanya.
Meski stok dinilai aman, Fadly mengungkapkan sekitar 70 persen kebutuhan hewan kurban di Kaltim masih dipasok dari luar daerah. Kemampuan peternak lokal saat ini baru mampu memenuhi sekitar 17 persen kebutuhan atau sekitar 4.000 ekor dari total ketersediaan.
Untuk meningkatkan produksi lokal, DPKH Kaltim menjalankan program Pengembangan Desa Koperasi Ternak (PDKT). Program tersebut menggabungkan kelompok peternak menjadi koperasi guna memperkuat usaha peternakan sapi di daerah.
“Di sana kalau sapi ada bantuan 100 ekor, 60 untuk penggemukan dan 40 untuk pembiakan. Penggemukan itu yang menjadi core business-nya,” jelasnya.
Pada 2024, program tersebut telah membangun sembilan unit koperasi ternak, kemudian bertambah 12 unit pada 2025 dan dua unit tambahan pada tahun ini.
Selain sapi, DPKH juga memastikan stok kambing, domba, dan kerbau dalam kondisi surplus. Untuk kambing, tersedia sekitar 9.422 ekor dengan kebutuhan diperkirakan 6.713 ekor. Sementara domba tersedia 1.284 ekor dengan kebutuhan sekitar 779 ekor.
Fadly mengatakan minat masyarakat terhadap domba mulai meningkat, baik untuk pengembangan peternakan maupun kebutuhan kurban.
“Peminat domba tahun ini meningkat di Kaltim, otomatis kebutuhan untuk kurban juga ikut naik,” katanya.
Sementara untuk kerbau, minat masyarakat masih relatif rendah. Tahun lalu jumlah pemotongan kerbau hanya sekitar lima ekor, namun pemerintah tetap menyiapkan stok sekitar 15 ekor.
Terkait harga, Fadly menjelaskan harga sapi kurban saat ini berkisar Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram berat hidup. Dengan kisaran tersebut, harga sapi kurban dapat bervariasi mulai Rp17 juta hingga Rp120 juta tergantung ukuran dan kondisi hewan.
“Yang penting dalam memilih hewan kurban bukan hanya melihat harga, tetapi juga memastikan hewan sehat dan tidak cacat,” ktanya.
Ia mengatakan, pihaknya bersama pemerintah kabupaten dan kota telah melakukan koordinasi terkait persiapan stok hewan kurban di seluruh wilayah Kaltim.
“Alhamdulillah kemarin kami sudah mengumpulkan teman-teman kabupaten kota yang ada di Kaltim untuk memantau stok dan kebutuhan hewan kurban,” pungkasnya.

