Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Borneo FC Pesta Gol di Segiri, Tumbangkan PSBS Biak 5-1

    April 11, 2026

    Tanggapi Kadinkes dan Sudarno, Andi harun: Polemik JKN Bukan Soal Kemampuan Daerah

    April 11, 2026

    Andi Harun Bantah Pernyataan Kadinkes Kaltim, Sebut Tidak Ada Pembahasan Soal JKN

    April 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Direktur RSUD AWS Siap Mundur Jika Dinilai Tak Layak
    Samarinda

    Direktur RSUD AWS Siap Mundur Jika Dinilai Tak Layak

    Adit MustafaBy Adit MustafaJuli 20, 2024Updated:Juli 20, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Direktur RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda dr. David Hariadi Masjhoer
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Dalam dunia pelayanan kesehatan, posisi seorang direktur rumah sakit memegang peranan yang sangat penting. Direktur RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, dr David Hariadi Masjhoer, kini berada di pusat perhatian publik terkait kasus meninggalnya Nadhifa Putri Amira. David Hariadi Masjhoer, yang memimpin salah satu rumah sakit terbesar di Kalimantan Timur itu menghadapi tekanan besar dan desakan untuk mundur dari jabatannya.

    David Hariadi Masjhoer telah lama berkiprah dalam dunia medis dan manajemen rumah sakit. Sebagai Direktur RSUD AWS, ia bertanggung jawab atas operasional rumah sakit yang telah mendapatkan akreditasi Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), yang menunjukkan tingginya standar pelayanan kesehatan di rumah sakit ini.

    Dalam perannya, dr David dituntut untuk memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan pelayanan yang optimal sesuai dengan prosedur dan standar yang telah ditetapkan.

    Kasus meninggalnya bayi Nadhifa Putri Amira menjadi ujian berat bagi kepemimpinannya. Pihak keluarga bayi, melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kalimantan Timur, menuntut agar David dicopot dari jabatannya. Mereka menilai bahwa pelayanan di RSUD AWS tidak memadai, yang berujung pada kematian tragis bayi asal Muara Badak itu.

    Sudirman, perwakilan dari TRC PPA Kaltim, menyampaikan tuntutan ini dalam audiensi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim di ruang rapat Dinkes Kaltim, Kamis (18/7/2024) lalu.

    Menanggapi tuntutan ini, David menunjukkan sikap terbuka dan siap mundur jika audit menunjukkan bahwa dirinya tidak cocok memimpin RSUD AWS.

    “Direkturnya diminta diberhentikan. Saya kalau diberhentikan silakan,” ujar David, Jumat (19/7/2024), saat diwawancarai awak media.

    Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan mempertahankan jabatan jika memang tidak dianggap mampu.

    Di tengah kontroversi ini, David tetap berkomitmen pada standar pelayanan yang tinggi. Ia menyatakan bahwa semua prosedur dan pelayanan di RSUD AWS telah dijalankan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

    “Hanya saja audit medik itu bersifat rahasia jadi tidak bisa saya tunjukan hasilnya. Apalagi sudah ke ranah hukum,” tuturnya.

    Kasus ini belum selesai dan masih dalam proses evaluasi. Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik telah meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di RSUD AWS. Apapun hasilnya, kasus ini menjadi pembelajaran penting tentang tanggung jawab dan transparansi dalam pelayanan kesehatan.

    David Hariadi Masjhoer mengaku terbuka terhadap evaluasi dan siap menerima konsekuensi demi perbaikan layanan kesehatan di rumah sakit yang ia pimpin.

    Abdoel Wahab Sjahranie KARS RSUD AWS
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Tanggapi Kadinkes dan Sudarno, Andi harun: Polemik JKN Bukan Soal Kemampuan Daerah

    April 11, 2026

    Andi Harun Bantah Pernyataan Kadinkes Kaltim, Sebut Tidak Ada Pembahasan Soal JKN

    April 11, 2026

    Legislasi Didominasi Eksekutif, Andi Harun Peringatkan Bahaya Penyalahgunaan Kekuasaan

    April 11, 2026

    Wawali Samarinda Ajak Perkuat Silaturahmi di Halal Bihalal Muhammadiyah Kaltim

    April 11, 2026

    WFH Pemkot Samarinda Mulai 17 April, Dadi Herjuni: ASN Tetap Wajib Disiplin Meski dari Rumah

    April 10, 2026

    49 Ribu Warga Samarinda Terancam Kehilangan JKN, Pemkot Tolak Keras Kebijakan Pemprov Kaltim

    April 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Borneo FC Pesta Gol di Segiri, Tumbangkan PSBS Biak 5-1

    Andika SaputraApril 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Borneo FC Samarinda tampil impresif saat menjamu PSBS Biak berhasil mencuri poin…

    Tanggapi Kadinkes dan Sudarno, Andi harun: Polemik JKN Bukan Soal Kemampuan Daerah

    April 11, 2026

    Andi Harun Bantah Pernyataan Kadinkes Kaltim, Sebut Tidak Ada Pembahasan Soal JKN

    April 11, 2026

    TWAP Samarinda Tanggapi Sudarno, Tegaskan Pernyataan Andi Harun Soal JKN Bukan Hoaks

    April 11, 2026

    Legislasi Didominasi Eksekutif, Andi Harun Peringatkan Bahaya Penyalahgunaan Kekuasaan

    April 11, 2026
    1 2 3 … 3,050 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.