
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Diproyeksikan pendapatan Pemerintah Kota Bontang pada tahun anggaran 2022 mencapai Rp1,25 triliun yang berasal dari berbagai jenis pemasukan atau pendapatan.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang, Rustam kepada wartawan Insitekaltim.com usai rapat kerja dengan Bapenda di ruang rapat lantai 2, Sekretariat DPRD Kota Bontang, Kawasan Bontang Lestari, Selasa (3/8/2021).

Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu menyebutkan pendapatan tersebut berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) di antaranya retribusi dan pajak daerah. Kemudian pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan transfer antardaerah.
Dia juga mengungkapkan ada proyeksi sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) sebesar Rp100 miliar, sehingga diproyeksikan total anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2022 sekitar Rp1,35 triliun,” paparnya.
Namun itu semua belum termasuk dana alokasi khusus (DAK), bantuan keuangan (bankeu), bantuan operasional sekolah (BOS), ataupun dana insentif daerah (DID).
Lanjut Rustam tidak menutup kemungkinan juga proyeksi tersebut meleset, karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi besaran realisasi anggaran.
Hal itu juga tergantung pada dana transfer dari pusat seperti dana bagi hasil (DBH). Dimana hasil penjualan minyak bumi dan gas (migas) menjadi salah satu faktor naik turunnya DBH untuk daerah.
“Misalnya harga migas naik berarti DBH dari pusat juga bisa naik, tapi kalau turun DBHnya juga turun,” tutupnya.

