Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    July 25, 2026

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026

    Arus Urbanisasi ke Samarinda Meningkat Sejak IKN, Tenaga Kerja Lokal Diminta Jadi Prioritas

    July 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Di Tengah Penurunan Omzet, UMKM Samarinda Didorong Masuk Rantai Pasok MBG
    DPRD Samarinda

    Di Tengah Penurunan Omzet, UMKM Samarinda Didorong Masuk Rantai Pasok MBG

    SittiBy SittiJune 2, 2026Updated:July 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah berharap program MBG mampu membuka peluang baru bagi pedagang dan pemasok lokal di tengah melemahnya daya beli masyarakat. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Lesunya aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional Samarinda mulai memunculkan kekhawatiran baru terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

    Penurunan omzet pedagang di Pasar Segiri, Pasar Pagi, hingga Pasar Merdeka dinilai menjadi indikator melemahnya daya beli warga di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

    Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah mengatakan, pemerintah daerah berharap kondisi perekonomian dapat segera membaik agar aktivitas perdagangan rakyat kembali bergerak normal.

    “Yang jelas kita berharap semoga perekonomian Samarinda berjalan dan pulih kembali seperti biasa,” ujarnya, Selasa, 2 Juni 2026.

    Situasi ekonomi saat ini menuntut pelaku usaha lebih adaptif dalam mengelola stok dan pola usaha. Ia meminta pedagang tidak memaksakan penyediaan barang dalam jumlah besar jika permintaan pasar sedang melemah.

    “Kita juga mengharapkan pelaku usaha bisa menyesuaikan keadaan sekarang. Artinya jangan terlalu banyak menyetok barang, disesuaikan dengan kebutuhan,” katanya.

    Di tengah kondisi tersebut, DPRD Samarinda menaruh harapan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berpotensi membuka ruang ekonomi baru bagi UMKM dan pedagang lokal.

    Helmi menyebut program MBG dengan puluhan dapur operasional dan kebutuhan konsumsi ribuan pelajar setiap hari dapat menjadi pasar potensial bagi pemasok bahan pangan lokal.

    “Kalau program MBG itu jalan, harapan kita juga bisa membantu pemasok, terutama pedagang-pedagang yang memang sudah lama berusaha. Sekarang kurang lebih ada 50 dapur dengan kebutuhan konsumsi lebih dari 100 ribu siswa,” jelasnya.

    Ia menilai keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok MBG perlu dipermudah melalui regulasi yang tidak berbelit, terutama dalam hal distribusi barang dan perizinan usaha.

    “Yang jelas dari pemerintah, regulasinya harus dipermudah. Pemasok jangan dipersulit soal izin dan birokrasi,” tegasnya.

    Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengakui, hampir seluruh pasar tradisional di Samarinda saat ini mengalami penurunan aktivitas perdagangan.

    Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari melemahnya daya beli masyarakat hingga perubahan pola konsumsi akibat pesatnya perdagangan daring.

    “Hampir semua pasar sekarang sepi. Tapi kita tidak bisa hanya mengeluh. Kita harus cari cara bagaimana pasar tetap menarik bagi masyarakat,” tuturnya.

    Pemkot Samarinda, lanjut Marnabas, kini tengah mengevaluasi sejumlah faktor yang memengaruhi kunjungan masyarakat ke pasar rakyat, termasuk sistem parkir progresif dan strategi promosi pasar tradisional.

    “Kita harus bisa bersaing. Dalam dunia ekonomi tidak bisa hanya menyalahkan keadaan. Harus berpikir bagaimana menarik orang datang kembali ke pasar,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    July 9, 2026

    Lelang Lambat Imbas Dinamika Anggaran Pusat, Realisasi Fisik PUPR Masih Minim

    July 9, 2026

    Tiga Jalan Protokol di Samarinda Gelap Gulita, Dewan Desak Dishub Segera Peremajaan Tiang

    July 9, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    July 8, 2026

    Sektor UKM dan Rumah Tangga Merugi Akibat Pemadaman Listrik Massal di Samarinda

    July 8, 2026

    Andalkan Aplikasi Lawas 2024, Penentuan Jarak Domisili SPMB Samarinda Ternyata Masih Manual

    July 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    Nur AjijahJuly 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sepanjang 2026 melalui Program Kewirausahaan Terpadu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil…

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026

    Arus Urbanisasi ke Samarinda Meningkat Sejak IKN, Tenaga Kerja Lokal Diminta Jadi Prioritas

    July 25, 2026

    Rudy Mas’ud Akan Benahi Daya Tampung Sekolah Usai Kisruh SPMB

    July 25, 2026

    Harapan Sekolah Anak Samarinda Capai Kuliah, Rata-rata Warga Masih Setara Kelas XI SMA

    July 25, 2026
    1 2 3 … 3,238 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.