Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Di Tengah Penurunan Omzet, UMKM Samarinda Didorong Masuk Rantai Pasok MBG

    Juni 2, 2026

    Belum Tentu Keterima Tapi Harus Bayar Rp500 Ribu, Curhat Orang Tua Pendaftar Jalur Mandiri

    Juni 2, 2026

    DPRD Samarinda Akan Fasilitasi Konfercab GMKI dan Dukung Isu Kebangsaan

    Juni 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Di Tengah Penurunan Omzet, UMKM Samarinda Didorong Masuk Rantai Pasok MBG
    DPRD Samarinda

    Di Tengah Penurunan Omzet, UMKM Samarinda Didorong Masuk Rantai Pasok MBG

    SittiBy SittiJuni 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah berharap program MBG mampu membuka peluang baru bagi pedagang dan pemasok lokal di tengah melemahnya daya beli masyarakat. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Lesunya aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional Samarinda mulai memunculkan kekhawatiran baru terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

    Penurunan omzet pedagang di Pasar Segiri, Pasar Pagi, hingga Pasar Merdeka dinilai menjadi indikator melemahnya daya beli warga di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

    Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah mengatakan, pemerintah daerah berharap kondisi perekonomian dapat segera membaik agar aktivitas perdagangan rakyat kembali bergerak normal.

    “Yang jelas kita berharap semoga perekonomian Samarinda berjalan dan pulih kembali seperti biasa,” ujarnya, Selasa, 2 Juni 2026.

    Situasi ekonomi saat ini menuntut pelaku usaha lebih adaptif dalam mengelola stok dan pola usaha. Ia meminta pedagang tidak memaksakan penyediaan barang dalam jumlah besar jika permintaan pasar sedang melemah.

    “Kita juga mengharapkan pelaku usaha bisa menyesuaikan keadaan sekarang. Artinya jangan terlalu banyak menyetok barang, disesuaikan dengan kebutuhan,” katanya.

    Di tengah kondisi tersebut, DPRD Samarinda menaruh harapan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berpotensi membuka ruang ekonomi baru bagi UMKM dan pedagang lokal.

    Helmi menyebut program MBG dengan puluhan dapur operasional dan kebutuhan konsumsi ribuan pelajar setiap hari dapat menjadi pasar potensial bagi pemasok bahan pangan lokal.

    “Kalau program MBG itu jalan, harapan kita juga bisa membantu pemasok, terutama pedagang-pedagang yang memang sudah lama berusaha. Sekarang kurang lebih ada 50 dapur dengan kebutuhan konsumsi lebih dari 100 ribu siswa,” jelasnya.

    Ia menilai keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok MBG perlu dipermudah melalui regulasi yang tidak berbelit, terutama dalam hal distribusi barang dan perizinan usaha.

    “Yang jelas dari pemerintah, regulasinya harus dipermudah. Pemasok jangan dipersulit soal izin dan birokrasi,” tegasnya.

    Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengakui, hampir seluruh pasar tradisional di Samarinda saat ini mengalami penurunan aktivitas perdagangan.

    Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari melemahnya daya beli masyarakat hingga perubahan pola konsumsi akibat pesatnya perdagangan daring.

    “Hampir semua pasar sekarang sepi. Tapi kita tidak bisa hanya mengeluh. Kita harus cari cara bagaimana pasar tetap menarik bagi masyarakat,” tuturnya.

    Pemkot Samarinda, lanjut Marnabas, kini tengah mengevaluasi sejumlah faktor yang memengaruhi kunjungan masyarakat ke pasar rakyat, termasuk sistem parkir progresif dan strategi promosi pasar tradisional.

    “Kita harus bisa bersaing. Dalam dunia ekonomi tidak bisa hanya menyalahkan keadaan. Harus berpikir bagaimana menarik orang datang kembali ke pasar,” pungkasnya.

    DPRD Samarinda Helmi Abdullah Marnabas Patiroy Program MBG
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    DPRD Samarinda Akan Fasilitasi Konfercab GMKI dan Dukung Isu Kebangsaan

    Juni 2, 2026

    Bahasa Prancis Akan Masuk Kurikulum, DPRD Minta Pemerintah Siapkan Guru Kompeten

    Juni 2, 2026

    Tambang Mulai Lesu, Samarinda Siaga Antisipasi Gelombang PHK dan Pelemahan Daya Beli

    Juni 1, 2026

    Potensi PHK Massal, Sri Puji Saran Pekerja Tambang Menabung dan Alih Sektor

    Mei 26, 2026

    Samarinda Masih Dikepung Genangan, DPRD Singgung Sedimentasi dan Anak Sungai yang Menyempit

    Mei 23, 2026

    Realisasi Retribusi Masih Lemah, DPRD Samarinda Usul Pemkot Buat Dashboard PAD Real Time

    Mei 22, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Di Tengah Penurunan Omzet, UMKM Samarinda Didorong Masuk Rantai Pasok MBG

    SittiJuni 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Lesunya aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional Samarinda mulai memunculkan kekhawatiran baru…

    Belum Tentu Keterima Tapi Harus Bayar Rp500 Ribu, Curhat Orang Tua Pendaftar Jalur Mandiri

    Juni 2, 2026

    DPRD Samarinda Akan Fasilitasi Konfercab GMKI dan Dukung Isu Kebangsaan

    Juni 2, 2026

    DPRD Kaltim Desak Evaluasi Biaya Jalur Mandiri, Jangan Sampai Anak Daerah Gagal Kuliah

    Juni 2, 2026

    Bahasa Prancis Akan Masuk Kurikulum, DPRD Minta Pemerintah Siapkan Guru Kompeten

    Juni 2, 2026
    1 2 3 … 3,115 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.