
Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Viktor Yuan menyoroti belum terlihatnya dampak langsung Koperasi Merah Putih terhadap perekonomian masyarakat, agar program tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi dilanjutkan dengan operasional yang mampu memenuhi kebutuhan dasar warga.
Menurutnya, keberadaan koperasi yang dibangun di 59 kelurahan di Samarinda perlu diikuti dengan kejelasan operasional dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat sekitar.
“Saya belum melihat koperasi mana yang beroperasi sudah dengan baik dan belum berjalan,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Kota Samarinda, Kamis, 22 Oktober 2026.
Ia menilai, keberhasilan program koperasi semestinya diukur dari kemampuan menjalankan kegiatan usaha dan menjawab kebutuhan masyarakat. Misalnya, menyediakan sembako, gas elpiji, obat-obatan, hingga layanan lain yang dibutuhkan warga di lingkungan sekitar.
Menurut Viktor, koperasi perlu memahami kesulitan ekonomi masyarakat agar kegiatan usaha yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian, keberadaan koperasi tidak sekadar menjadi bangunan baru, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk membantu pemulihan ekonomi warga.
Ia juga mengingatkan pengalaman Koperasi Unit Desa (KUD) pada masa lalu yang menurutnya belum berjalan optimal. Pengalaman tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan Koperasi Merah Putih tidak mengulangi persoalan serupa.
“Seandainya koperasi ini bisa menjadi solusi terhadap kesulitan ekonomi masyarakat yang ada di Indonesia, khususnya di Kota Samarinda, itu bagus,” katanya.
Di sisi lain, Viktor turut menyoroti persoalan pembayaran dalam pekerjaan pembangunan koperasi. Ia menyebut terdapat kontraktor maupun subkontraktor yang belum menerima pembayaran atas pekerjaan mereka. Kondisi tersebut, menurut dia, perlu mendapat perhatian agar persoalan pembangunan tidak berlarut-larut.
Lanjutnya, dampak ekonomi dari program tersebut belum sesuai dengan harapan apabila manfaatnya belum menjangkau masyarakat secara langsung. Padahal, koperasi diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pokok warga.
Karena itu, ia meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program, terutama kesiapan operasional setiap koperasi setelah pembangunan selesai. Kejelasan pengelolaan, ketersediaan barang, serta kemampuan koperasi menjalankan usaha menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Ia berharap Koperasi Merah Putih benar-benar dapat menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat, bukan hanya berorientasi pada pembangunan sarana fisik.
“Intinya saya menekankan supaya Koperasi Merah Putih itu bisa berjalan dan berdampak kepada masyarakat untuk pemulihan ekonomi, untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

