Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kasus ISPA di Samarinda Meningkat, Dinkes Siagakan Puskesmas di 10 Kecamatan

    Oktober 22, 2026

    TPA Sambutan Butuh Kapasitas Baru, Pemkot Samarinda Matangkan Rencana Zona 3

    Oktober 22, 2026

    Wawali Minta Perusahaan Aktif Laporkan Lowongan

    Oktober 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Demokrasi Indonesia Masih Identik Dengan Politik Uang
    Politik

    Demokrasi Indonesia Masih Identik Dengan Politik Uang

    LarasBy LarasSeptember 3, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Konsolidasi Demokrasi Menuju Pilkada Serentak di Kaltim 2024
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar diskusi dalam acara Konsolidasi Demokrasi Menuju Pilkada Serentak Kaltim 2024.

    Teks: Akademisi IPDN Muhadam Labolo

    Dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Muhadam Labolo sebagai narasumber mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia.

    Beberapa masalah yang kerap muncul dalam proses demokrasi di Indonesia, di antaranya netralitas aparatur sipil negara (ASN), penyebaran hoaks, money politics atau politik uang, serta perbedaan antara program dan pragmatisme.

    “Ini adalah masalah yang jelas terlihat dalam demokrasi kita. Ini harus diantisipasi sebelum pilkada,” ungkapnya di Ballroom Fugo Hotel Samarinda, Selasa (3/9/2024).

    Mengenai netralitas ASN, ia menyebutkan akan ada kesulitan tersendiri. Mereka, birokrat, yang merupakan warga Negara Indonesia, juga memiliki hak suara dan memiliki hak untuk memberikan suaranya kepada siapapun yang menjadi pilihannya.

    Terkait money politics, Muhadam menilai bahwa praktik ini tidak akan sepenuhnya hilang, tetapi bisa dikurangi. Salah satu cara mengurangnya adalah kemampuan untuk menyadarkan diri sendiri agar tidak terlibat dalam praktik tersebut.

    “Money politic mungkin tidak akan hilang, tapi kita bisa menguranginya. Apakah birokrat bisa benar-benar netral? Ini sangat sulit, karena mereka juga punya hak pilih,” katanya.

    Kemudian, ia membahas soal kualitas demokrasi di Indonesia yang dinilainya memiliki beberapa kecacatan.

    “Dengan indeks demokrasi kita, jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, posisinya tidak terlalu bagus. Tingkat partisipasi dalam pilpres memang tinggi, tapi jika hanya hebat di prosedur tanpa substansi, itu bukan demokrasi yang berhasil,” ujarnya

    Demokrasi yang berhasil, lanjut Muhadam, harus dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, menurunkan angka kemiskinan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    Demokrasi bukan hanya tentang prosedur, tetapi juga tentang substansi yang menyentuh kesejahteraan rakyat. Bahkan ia menyebut, gagalnya demokrasi dapat dilihat dari ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah dalam memberikan pelayanan dan pemenuhan.

    “Demokrasi yang baik itu jika kemiskinan menurun, kesehatan meningkat dan angka harapan hidup makin tinggi,” tandasnya.

    Muhadam menyinggung soal prosedur demokrasi yang dibuat saat ini, awalnya dibuat untuk menyaring agar orang yang tidak kompeten tidak naik menjadi pemimpin.

    “Orang jahat dan bodoh harusnya tidak masuk ke dalam sistem demokrasi,” tegasnya.

    Ia pun mengingatkan bahwa salah memilih pemimpin, baik kepala daerah, presiden, maupun legislatif, akan berdampak pada buruknya sistem yang akan mengatur kehidupan masyarakat.

    Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih pemimpin dan menjaga integritas demokrasi Indonesia.

    Kesbangpol Kaltim Muhadam Labolo Pilkada 2024
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026

    Kaltim Masih Bergantung Sapi dari Luar Daerah, 58 Ekor Disalurkan ke Peternak Samarinda

    Oktober 14, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    Oktober 6, 2026

    Kuorum Rapat KUA-PPAS Kaltim Dipersoalkan, 15 Anggota Hadir Daring

    September 26, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kasus ISPA di Samarinda Meningkat, Dinkes Siagakan Puskesmas di 10 Kecamatan

    SintaOktober 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman pencemaran udara di Kota Samarinda menjadi perhatian serius setelah Indeks Standar…

    TPA Sambutan Butuh Kapasitas Baru, Pemkot Samarinda Matangkan Rencana Zona 3

    Oktober 22, 2026

    Wawali Minta Perusahaan Aktif Laporkan Lowongan

    Oktober 22, 2026

    Samarinda Didorong Jadi Pusat Pendidikan Borneo

    Oktober 22, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Distribusi BBM, Antrean di 33 SPBU Jadi Sorotan

    Oktober 22, 2026
    1 2 3 … 3,398 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.