Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Konflik Lahan Korpri Loa Bakung Tak Kunjung Tuntas, Pemprov Kaltim Revisi Aturan Sewa Lahan

    Mei 20, 2026

    Kas Daerah Tertekan, Utang Proyek Pemkot Samarinda Capai Rp400 Miliar

    Mei 20, 2026

    DPRD Pertanyakan Efektivitas Digitalisasi Pendidikan Samarinda Tanpa Parameter Jelas

    Mei 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Demokrasi Indonesia Masih Identik Dengan Politik Uang
    Politik

    Demokrasi Indonesia Masih Identik Dengan Politik Uang

    LarasBy LarasSeptember 3, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Konsolidasi Demokrasi Menuju Pilkada Serentak di Kaltim 2024
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar diskusi dalam acara Konsolidasi Demokrasi Menuju Pilkada Serentak Kaltim 2024.

    Teks: Akademisi IPDN Muhadam Labolo

    Dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Muhadam Labolo sebagai narasumber mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia.

    Beberapa masalah yang kerap muncul dalam proses demokrasi di Indonesia, di antaranya netralitas aparatur sipil negara (ASN), penyebaran hoaks, money politics atau politik uang, serta perbedaan antara program dan pragmatisme.

    “Ini adalah masalah yang jelas terlihat dalam demokrasi kita. Ini harus diantisipasi sebelum pilkada,” ungkapnya di Ballroom Fugo Hotel Samarinda, Selasa (3/9/2024).

    Mengenai netralitas ASN, ia menyebutkan akan ada kesulitan tersendiri. Mereka, birokrat, yang merupakan warga Negara Indonesia, juga memiliki hak suara dan memiliki hak untuk memberikan suaranya kepada siapapun yang menjadi pilihannya.

    Terkait money politics, Muhadam menilai bahwa praktik ini tidak akan sepenuhnya hilang, tetapi bisa dikurangi. Salah satu cara mengurangnya adalah kemampuan untuk menyadarkan diri sendiri agar tidak terlibat dalam praktik tersebut.

    “Money politic mungkin tidak akan hilang, tapi kita bisa menguranginya. Apakah birokrat bisa benar-benar netral? Ini sangat sulit, karena mereka juga punya hak pilih,” katanya.

    Kemudian, ia membahas soal kualitas demokrasi di Indonesia yang dinilainya memiliki beberapa kecacatan.

    “Dengan indeks demokrasi kita, jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, posisinya tidak terlalu bagus. Tingkat partisipasi dalam pilpres memang tinggi, tapi jika hanya hebat di prosedur tanpa substansi, itu bukan demokrasi yang berhasil,” ujarnya

    Demokrasi yang berhasil, lanjut Muhadam, harus dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, menurunkan angka kemiskinan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    Demokrasi bukan hanya tentang prosedur, tetapi juga tentang substansi yang menyentuh kesejahteraan rakyat. Bahkan ia menyebut, gagalnya demokrasi dapat dilihat dari ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah dalam memberikan pelayanan dan pemenuhan.

    “Demokrasi yang baik itu jika kemiskinan menurun, kesehatan meningkat dan angka harapan hidup makin tinggi,” tandasnya.

    Muhadam menyinggung soal prosedur demokrasi yang dibuat saat ini, awalnya dibuat untuk menyaring agar orang yang tidak kompeten tidak naik menjadi pemimpin.

    “Orang jahat dan bodoh harusnya tidak masuk ke dalam sistem demokrasi,” tegasnya.

    Ia pun mengingatkan bahwa salah memilih pemimpin, baik kepala daerah, presiden, maupun legislatif, akan berdampak pada buruknya sistem yang akan mengatur kehidupan masyarakat.

    Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih pemimpin dan menjaga integritas demokrasi Indonesia.

    Kesbangpol Kaltim Muhadam Labolo Pilkada 2024
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Kas Daerah Tertekan, Utang Proyek Pemkot Samarinda Capai Rp400 Miliar

    Mei 20, 2026

    DPRD Pertanyakan Efektivitas Digitalisasi Pendidikan Samarinda Tanpa Parameter Jelas

    Mei 20, 2026

    Tarik Event Nasional ke Samarinda, DPRD Ingatkan Fasilitas Jangan Tertinggal

    Mei 18, 2026

    Anggaran Kaltim Terbatas, Gratispol Diusulkan Fokus ke SMA-SMK dan Warga Kurang Mampu

    Mei 18, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Penguatan Wisata Sungai dan Kalender Event Budaya

    Mei 16, 2026

    Masih Konsolidasi Internal, PAN Kaltim Tinjau Ulang Sikap soal Hak Angket Bukan Menarik Dukungan

    Mei 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Konflik Lahan Korpri Loa Bakung Tak Kunjung Tuntas, Pemprov Kaltim Revisi Aturan Sewa Lahan

    SittiMei 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polemik status kepemilikan lahan di kawasan Perumahan Korpri Loa Bakung Kota Samarinda…

    Kas Daerah Tertekan, Utang Proyek Pemkot Samarinda Capai Rp400 Miliar

    Mei 20, 2026

    DPRD Pertanyakan Efektivitas Digitalisasi Pendidikan Samarinda Tanpa Parameter Jelas

    Mei 20, 2026

    Kejati Kaltim Sita Lagi Rp57 Miliar Kasus Tambang Kukar, Total Uang Diselamatkan Capai Rp271 Miliar

    Mei 20, 2026

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026
    1 2 3 … 3,099 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.