Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rudy Mas’ud Sambut Kembalinya Rita Widyasari ke Golkar, Status Kader Disebut Tetap Aktif

    Juni 29, 2026

    Bursa Transfer Jadi Panggung Kedua Sepak Bola, Drama di Luar Lapangan Tak Kalah Sengit

    Juni 29, 2026

    Jabat Kadiskominfo, Ririn Sari Dewi Bertukar Posisi Dengan Faisal, Kini Pimpin Dispar

    Juni 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Tokoh»Darmawan Sepriyossa Berbagi Kiat Reportase, Melawan ‘Jurnalisme Ludah’
    Tokoh

    Darmawan Sepriyossa Berbagi Kiat Reportase, Melawan ‘Jurnalisme Ludah’

    Adit MustafaBy Adit MustafaJuli 17, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kolumnis Inilah.com Darmawan Sepriyossa pada Diklat Jurnalistik JMSI Kaltim
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Diklat Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur (Kaltim) menghadirkan sesi yang menarik perhatian para peserta di working space S Caffe Samarinda pada Rabu (17/7/2024).

    Darmawan Sepriyossa seorang jurnalis senior membawakan sesi ketiga dengan topik Reportase: Melawan ‘Jurnalisme Ludah’.

    Darmawan membuka sesi dengan mengutip kata-kata inspiratif dari Henry Belk, redaktur harian Golsboro News-Argus, North Carolina, AS: ‘Make them see’. Pernyataan ini menekankan pentingnya jurnalisme yang dapat membuat pembaca melihat dan merasakan peristiwa yang dilaporkan, bukan sekadar menyampaikan pernyataan tanpa substansi.

    Dalam paparannya, Darmawan menyoroti fenomena jurnalisme Indonesia yang semakin hari dirasa semakin kering dan membosankan. Ia mengkritik apa yang disebutnya sebagai “jurnalisme ludah” atau statement journalism, di mana berita hanya berisi pernyataan tokoh publik tanpa proses verifikasi yang memadai.

    “Man make news,” ujar Darmawan.

    “Tetapi ini tentu mensyaratkan jenis ketokohan tertentu, tidak sembarang orang,” sambungnya.

    Mantan wartawan Tempo itu menegaskan pentingnya reportase dalam jurnalisme. “Reportase adalah bagian tak terpisahkan dari proses pembuatan berita,” ungkapnya.

    Ia mengutip Farid Gaban, seorang wartawan senior, yang menekankan bahwa wartawan harus menggali dan memverifikasi fakta dari lapangan, sesederhana apa pun itu.

    “Wartawan harus keluar dari balik meja atau ruang konferensi pers, mengalami sendiri, merekam hidup orang kebanyakan dan menyuarakan suara orang-orang yang kurang punya suara di media (voiceless),” tuturnya.

    Darmawan juga menekankan pentingnya sikap skeptis dalam diri seorang wartawan. “Skeptisisme adalah motor penggerak keingintahuan dan modal utama seorang wartawan,” ujarnya.

    Kolumnis Inilah.com itu juga mengungkapkan bahwa sikap skeptis inilah yang mendorong Farid Gaban meliput Perang Bosnia pada 1993 dan menuliskan pengalamannya dalam buku “Dor! Sarajevo”.

    Farid Gaban, dalam kutipan yang disampaikan oleh Darmawan mengisahkan pengalamannya mencoba tidur di kolong jembatan, menyusuri Jakarta dengan sepeda motor dan naik KRL yang padat untuk memahami mengapa orang mempertaruhkan nyawa mereka.

    “Keingintahuan dan kemarahan membantu kita menggali fakta lebih jauh dari sekadar statement, dan menuliskannya secara lebih meyakinkan dan berjiwa,” ujar Darmawan saat menukil Farid Gaban.

    Melalui sesi ini, Darmawan Sepriyossa mengajak para peserta Diklat Jurnalistik 2024 Angkatan 1 JMSI Kaltim untuk kembali pada esensi jurnalisme yang sejati.

    “Jurnalisme yang tidak hanya mengutip pernyataan, tetapi menggali, merasakan dan menyampaikan realitas dengan jiwa,” tambahnya.

    Darmawan Sepriyossa JMSI Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    Juni 13, 2026

    Bayu Surya Nahkodai JMSI Kaltim, Siap Teruskan Jejak Mohammad Sukri

    Juni 8, 2026

    IKAMBA Kaltim Perkuat Solidaritas Lewat Pesta Sekolah, Dana Capai Puluhan Juta

    Mei 15, 2026

    Sukri Dorong Penguatan Literasi Jurnalistik di OPD, Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi

    April 15, 2026

    Distribusi BBM Disorot, Sukri Nilai Pembatasan Belum Efektif dan Pom Mini Perlu Diawasi

    April 5, 2026

    JMSI Kaltim Imbau Warga Tak Panic Buying, Stok BBM Dinilai Masih Aman

    Maret 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Rudy Mas’ud Sambut Kembalinya Rita Widyasari ke Golkar, Status Kader Disebut Tetap Aktif

    SittiJuni 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kembalinya mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari ke ruang publik kembali…

    Bursa Transfer Jadi Panggung Kedua Sepak Bola, Drama di Luar Lapangan Tak Kalah Sengit

    Juni 29, 2026

    Jabat Kadiskominfo, Ririn Sari Dewi Bertukar Posisi Dengan Faisal, Kini Pimpin Dispar

    Juni 29, 2026

    Blasting PT PSB Disorot, Warga Keluhkan Debu Ganggu Kesehatan Anak hingga Air Hujan

    Juni 29, 2026

    PT PSB Hanya Kirim Kuasa Hukum, Komisi IV DPRD Kaltim Tunda Pembahasan Hasil Supervisi

    Juni 29, 2026
    1 2 3 … 3,179 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.