Insitekaltim, Samarinda – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Faisal menyoroti dampak besar perkembangan teknologi digital terhadap perubahan perilaku dan budaya masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi ekonomi kreatif pemuda. Ia menegaskan kemajuan teknologi tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga memengaruhi pola hidup masyarakat secara signifikan.
“Ada teori yang menyebutkan bahwa kemajuan teknologi akan memengaruhi perilaku dan budaya. Sekarang hampir semua berubah,” ujarnya, Selasa 7 April 2026.
Faisal mencontohkan fenomena penggunaan gawai pada anak-anak yang kini semakin tidak terbatas. Bahkan menurutnya, penggunaan perangkat digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sejak usia dini.
“Sedikit-sedikit anak sekarang dibukakan YouTube, bahkan sejak usia TK sudah diberikan handphone. Ini memang sudah menjadi budaya, tetapi tetap perlu pembatasan,” jelasnya.
Transformasi digital harus berjalan seiring dengan kesiapan masyarakat dalam bermigrasi ke dunia digital secara bijak. Tanpa kesiapan tersebut, kemajuan teknologi justru dapat memberikan dampak negatif.
Lanjutnya, perkembangan teknologi di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dinilai sangat pesat, termasuk ketersediaan jaringan internet berkecepatan tinggi hingga 5G.
“Di IKN itu digitalnya luar biasa internetnya sudah sangat kencang. Ini menunjukkan percepatan transformasi digital kita,” ungkapnya.
Namun di sisi lain ia mengingatkan adanya ancaman di dunia digital, seperti kejahatan siber dan penipuan yang masih marak terjadi.
“Banyak perangkap di dunia digital. Kalau tidak aware dengan keamanan digital, bisa jadi korban,” tegasnya.
Meski demikian Faisal melihat perkembangan digital sebagai peluang besar, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan generasi muda. Ia menekankan pentingnya kemampuan membuat konten yang menarik untuk bersaing di era digital.
“Sekarang tantangannya adalah bagaimana membuat konten yang menarik. Bahkan 15 detik pertama itu sangat menentukan,” katanya.
Ia juga menyoroti perubahan tren industri kreatif digital di mana kemampuan memilih momen penting dalam video kini menjadi keahlian yang bernilai tinggi.
Menurutnya perkembangan ekonomi digital di Indonesia juga sangat pesat, dengan banyak perusahaan digital yang telah berkembang hingga tingkat internasional.
Faisal berharap generasi muda mampu memanfaatkan peluang ini dengan baik, sehingga tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku dalam ekosistem digital.
“Ini tantangan sekaligus peluang. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas diri dan kesejahteraan,” pungkasnya.

