Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Dorong Rebranding Pasar Pagi, Libatkan Akademisi hingga Komunitas

    Agustus 21, 2026

    BMKG Prediksi Kemarau Masih Berlangsung hingga September, Samarinda Susun Rencana 30 Hari

    Agustus 21, 2026

    FGD Jadi Langkah Evaluasi Penataan Pasar Pagi, 700 Pedagang Masih Berjualan

    Agustus 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»BMKG Prediksi Kemarau Masih Berlangsung hingga September, Samarinda Susun Rencana 30 Hari
    Pemerintah

    BMKG Prediksi Kemarau Masih Berlangsung hingga September, Samarinda Susun Rencana 30 Hari

    R’syaBy R’syaAgustus 21, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyusun rencana aksi untuk 30 hari ke depan setelah mendapat informasi dari BMKG mengenai kemungkinan kondisi kemarau masih berlangsung hingga September.

    Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy, mengatakan periode 30 hari tersebut dipilih sebagai fokus awal agar setiap perangkat daerah memiliki rencana kerja yang jelas.

    “BMKG sudah sampaikan bahwa kemungkinan besar kemarau di September masih berlangsung. Nah makanya kita ngambil 30 hari ke depan,” ujarnya di Samarinda, Kamis, 20 Agustus 2026.

    Penyusunan rencana dilakukan setelah Pemkot Samarinda menggelar sejumlah rapat internal. Perangkat daerah yang berkaitan dengan penanganan kondisi tersebut telah diminta menyiapkan rencana masing-masing.

    Marnabas mengungkapkan sebagian besar rencana yang diperlukan sebenarnya telah terbentuk karena pembahasan sudah dilakukan beberapa kali.

    “Secara umum 90 persen saya yakin sudah karena kan sudah beberapa kali rapat,” jelasnya.

    Meski demikian, pemkot masih akan melakukan finalisasi melalui rapat koordinasi yang dijadwalkan berlangsung Senin. Rapat tersebut akan melibatkan perangkat daerah terkait, camat, lurah, BMKG serta pihak-pihak lain yang diperlukan. Rapat tersebut menjadi tahap penting untuk memastikan pembagian tanggung jawab di lapangan.

    “Senin nanti sudah final. Bahwa siapa berbuat apa, apa yang harus dilakukan, antisipasi apa yang harus dilakukan,” tutunya.

    Sebelum rapat tersebut, koordinasi juga akan dilakukan dengan camat, lurah dan perangkat daerah melalui pertemuan daring untuk memastikan rencana yang telah disusun masing-masing wilayah sudah siap dibahas. Marnabas meminta setiap pihak menyusun rencana secara rinci, termasuk kebutuhan yang diperlukan dalam pelaksanaannya.

    Pemerintah ingin setiap perangkat daerah mengetahui tugas masing-masing sehingga ketika rencana ditetapkan, pelaksanaannya dapat langsung berjalan.

    Selain pembagian tugas, Pemkot Samarinda juga meminta penyusunan dashboard untuk memantau pelaksanaan rencana aksi. Dashboard tersebut nantinya digunakan untuk melihat perkembangan pelaksanaan kegiatan dan memastikan rencana yang telah disepakati benar-benar dijalankan.

    Marnabas menyampaikan, Pemkot sengaja melakukan persiapan lebih awal karena kondisi cuaca masih berpotensi berlangsung hingga bulan berikutnya. Ia menilai kesiapan perlu dibangun sebelum kondisi berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

    “Mudah-mudahan sih tidak terjadi kan, tapi antisipasi itu lebih baik daripada tidak ada antisipasi,” ucapnya.

    Setelah rencana 30 hari tersebut berjalan, pemerintah dapat melakukan evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi dan menentukan langkah selanjutnya.

     

    Dampak Kemarau Kemarau Marnabas Patiroy Pemkot Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Pemkot Samarinda Siapkan 42 Tandon untuk Antisipasi Gangguan Pasokan Air

    Agustus 21, 2026

    Hotspot Kaltim Capai 500 Titik per Hari, BPBD Imbau Warga Hentikan Pembakaran Lahan

    Agustus 21, 2026

    Salat Istisqa Digelar di Kaltim, Pemprov Berharap Hujan Segera Turun

    Agustus 21, 2026

    72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

    Agustus 20, 2026

    130 PNS Samarinda Terima Satyalancana, Tekankan Makna Pengabdian kepada Negara

    Agustus 20, 2026

    Jalan Pengalih Perdau-Tepian Langsat Resmi Beroperasi, Gubernur Tagih Jalur Pengganti 14 Km

    Agustus 20, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Dorong Rebranding Pasar Pagi, Libatkan Akademisi hingga Komunitas

    Andika SaputraAgustus 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Iswandi mendorong…

    BMKG Prediksi Kemarau Masih Berlangsung hingga September, Samarinda Susun Rencana 30 Hari

    Agustus 21, 2026

    FGD Jadi Langkah Evaluasi Penataan Pasar Pagi, 700 Pedagang Masih Berjualan

    Agustus 21, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan 42 Tandon untuk Antisipasi Gangguan Pasokan Air

    Agustus 21, 2026

    Hotspot Kaltim Capai 500 Titik per Hari, BPBD Imbau Warga Hentikan Pembakaran Lahan

    Agustus 21, 2026
    1 2 3 … 3,289 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.