Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyusun rencana aksi untuk 30 hari ke depan setelah mendapat informasi dari BMKG mengenai kemungkinan kondisi kemarau masih berlangsung hingga September.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy, mengatakan periode 30 hari tersebut dipilih sebagai fokus awal agar setiap perangkat daerah memiliki rencana kerja yang jelas.
“BMKG sudah sampaikan bahwa kemungkinan besar kemarau di September masih berlangsung. Nah makanya kita ngambil 30 hari ke depan,” ujarnya di Samarinda, Kamis, 20 Agustus 2026.
Penyusunan rencana dilakukan setelah Pemkot Samarinda menggelar sejumlah rapat internal. Perangkat daerah yang berkaitan dengan penanganan kondisi tersebut telah diminta menyiapkan rencana masing-masing.
Marnabas mengungkapkan sebagian besar rencana yang diperlukan sebenarnya telah terbentuk karena pembahasan sudah dilakukan beberapa kali.
“Secara umum 90 persen saya yakin sudah karena kan sudah beberapa kali rapat,” jelasnya.
Meski demikian, pemkot masih akan melakukan finalisasi melalui rapat koordinasi yang dijadwalkan berlangsung Senin. Rapat tersebut akan melibatkan perangkat daerah terkait, camat, lurah, BMKG serta pihak-pihak lain yang diperlukan. Rapat tersebut menjadi tahap penting untuk memastikan pembagian tanggung jawab di lapangan.
“Senin nanti sudah final. Bahwa siapa berbuat apa, apa yang harus dilakukan, antisipasi apa yang harus dilakukan,” tutunya.
Sebelum rapat tersebut, koordinasi juga akan dilakukan dengan camat, lurah dan perangkat daerah melalui pertemuan daring untuk memastikan rencana yang telah disusun masing-masing wilayah sudah siap dibahas. Marnabas meminta setiap pihak menyusun rencana secara rinci, termasuk kebutuhan yang diperlukan dalam pelaksanaannya.
Pemerintah ingin setiap perangkat daerah mengetahui tugas masing-masing sehingga ketika rencana ditetapkan, pelaksanaannya dapat langsung berjalan.
Selain pembagian tugas, Pemkot Samarinda juga meminta penyusunan dashboard untuk memantau pelaksanaan rencana aksi. Dashboard tersebut nantinya digunakan untuk melihat perkembangan pelaksanaan kegiatan dan memastikan rencana yang telah disepakati benar-benar dijalankan.
Marnabas menyampaikan, Pemkot sengaja melakukan persiapan lebih awal karena kondisi cuaca masih berpotensi berlangsung hingga bulan berikutnya. Ia menilai kesiapan perlu dibangun sebelum kondisi berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Mudah-mudahan sih tidak terjadi kan, tapi antisipasi itu lebih baik daripada tidak ada antisipasi,” ucapnya.
Setelah rencana 30 hari tersebut berjalan, pemerintah dapat melakukan evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi dan menentukan langkah selanjutnya.

