Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Mei 9, 2026

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kukar»Blank Spot Internet Masih Bayangi Kembang Janggut
    Diskominfo Kukar

    Blank Spot Internet Masih Bayangi Kembang Janggut

    Nur AjijahBy Nur AjijahApril 30, 2025Updated:Mei 19, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Staf Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Kembang Janggut, Hasan Alwi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar – Di tengah upaya pemerintah mempercepat transformasi digital nasional, Kecamatan Kembang Janggut di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, justru masih bergulat dengan keterbatasan akses internet. Wilayah yang terdiri dari 11 desa ini hingga kini masih tergolong sebagai blank spot signal, menjadikan jaringan internet sebagai kemewahan yang belum merata dirasakan warganya.

    Dengan luas wilayah mencapai 1.923,9 kilometer persegi, dan letak geografis yang dipisahkan oleh Sungai Belayan serta dominasi hutan lebat, banyak desa hanya dapat diakses melalui jalur air. Kondisi ini memperparah kesenjangan digital yang telah berlangsung lama dan berdampak sistemik terhadap kehidupan masyarakat.

    “Kami sudah mengajukan permintaan kepada pihak terkait, seperti penyedia layanan telekomunikasi, namun sampai saat ini belum ada solusi nyata,” ujar Hasan Alwi, Staf Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Kembang Janggut, Rabu 30 April 2025.

    Menurutnya, keterbatasan akses internet tak hanya menghambat komunikasi antarwarga, tetapi juga menggerus kemajuan di sektor pendidikan, pelayanan publik, hingga perekonomian lokal. Anak-anak sekolah kesulitan mengakses materi pembelajaran daring, sementara pelaku UMKM dan petani tidak dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk.

    “Jadi, kami kesulitan mempromosikan semuanya itu,” ungkap Hasan, merujuk pada potensi ekonomi kreatif lokal seperti pariwisata, makanan khas desa, dan kerajinan tangan yang terhambat karena minimnya akses digital.

    Ketimpangan digital juga turut memperparah arus urbanisasi. Hasan menjelaskan bahwa banyak pemuda Kembang Janggut yang telah menempuh pendidikan tinggi di luar daerah memilih tidak kembali ke kampung halaman.

    “Memang banyak anak-anak muda di sini yang bersekolah di luar daerah dan sudah menjadi sarjana, kebanyakan bekerja dan menetap di luar daerah,” katanya.

    Meskipun pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mencanangkan pembangunan infrastruktur digital, termasuk menara Base Transceiver Station (BTS), namun implementasi di Kembang Janggut dinilai belum menjangkau seluruh desa secara efektif.

    Hasan menambahkan, pemerintah kecamatan terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendorong pembangunan infrastruktur jaringan, termasuk usulan penambahan menara telekomunikasi. Ia berharap pemerintah daerah dapat mengambil peran aktif menyuarakan kebutuhan warganya ke pemerintah pusat.

    “Supaya anak-anak kami bisa belajar dengan layak, pelaku usaha bisa terhubung dengan pasar, dan masyarakat kami bisa mendapat layanan publik yang setara dengan daerah lain,” pungkasnya. (Adv)

    Blank Spot Hasan Alwi Kecamatan Kembang Janggut Kukar
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Disdikbud Kaltim Targetkan 2027 Tak Ada Sekolah Rusak, Kekurangan Guru Produktif Jadi Sorotan

    April 14, 2026

    Pantai Pemedas Diserbu Wisatawan, Warga Sanga-Sanga Manfaatkan Libur Lebaran

    Maret 25, 2026

    Pantai Pemedas Samboja Dipadati Pengunjung, Wisatawan Nikmati Libur Lebaran

    Maret 25, 2026

    Kukar Terdepan Tekan Stunting di Kaltim, Rendi Soroti Peran Ketahanan Fiskal Daerah

    November 18, 2025

    Aulia-Rendi Undang Media, Silakan Kritik Kami No Baper

    Juli 2, 2025

    Aulia Resmi Dilantik, Kukar Idaman akan Jadi Prioritas di 100 Hari Pertama

    Juni 23, 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Ratu ArifanzaMei 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana renovasi Pasar Segiri masih belum menjadi prioritas dalam waktu dekat. Anggota…

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026

    Tak Hanya Bunga Bank, DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Keuangan Berbasis Manfaat Sosial

    Mei 8, 2026

    Fokus Bisnis Dipertanyakan, DPRD Samarinda Desak Varia Niaga Tingkatkan Kontribusi PAD

    Mei 8, 2026
    1 2 3 … 3,090 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.