Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tindak Lanjuti LHP BPK, Pemprov Kaltim Tata Ulang Pemanfaatan Aset Daerah

    Juli 10, 2026

    Prancis ke Semifinal, Mbappe Tebus Gagal Penalti dengan Gol dan Assist

    Juli 10, 2026

    Percepat Swasembada Pangan, DPTPH Kaltim Andalkan Petani Muda Lewat 70 Brigade Pangan

    Juli 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Berawal dari Hobi Menggambar, Ewied Ciptakan Batik Beras Basah
    Daerah

    Berawal dari Hobi Menggambar, Ewied Ciptakan Batik Beras Basah

    SeliBy SeliSeptember 25, 202102 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ewied, Pencipta Batik Beras Basah sekaligus Pemilik Gerai Batik Beras Basah di Jalan Letjen S. Parman, Jumat (24/9/2021).
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Nuril – Editor: Redaksi

    Insitekaltim, Bontang – Owner Batik Beras Basah, Ewied membagikan kisah awal mula munculkan Batik Beras Basah di Kota Bontang yang menjadi salah satu ikon Kota Bontang, terinspirasi dari destinasi wisata Pulau Beras Basah.

    “Ide corak Batik Beras Basah pure (murni) dari saya, karena dulu hobi menggambar dan mendesain,” ungkap Ewied saat ditemui Insitekaltim.com di Gerai Batik Beras Basah, Jalan Letjen S. Parman, Jumat (24/9/2021).

    Koleksi batik yang ada di Gerai Batik Beras Basah.

    Dia menceritakan, sebelumnya ia telah terjun di dunia fashion hingga memiliki butik pakaian biasa (nonbatik). Setelah batik diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya pada 2 Oktober 2009, maka batik mulai populer secara nasional maupun internasional.

    Lanjut Ewied, pada saat itu dirinya berkeinginan untuk belajar membatik, soalnya sudah punya hobi menggambar dan desain. Akhirnya belajar membatik ke Pulau Jawa sampai mendapatkan sertifikat.

    Setelah mampu membuat batik, ia sempat merasakan dilema untuk mencari identitas batiknya. Lalu pada saat itu, Pulau Beras Basah sedang naik daun sebagai tempat wisata di Kota Bontang. Sehingga sangat tepat dengan misinya ingin membawa nama Bontang untuk produk batiknya.

    “Akhirnya saya mengambil nama Beras Basah, beras itu kemakmuran serta basah itu kesuburan dan kebetulan Pulau Beras Basah ikon Kota Bontang,” jelasnya.

    Oleh karena itu, tidak heran Ewied menerapkan motif-motif yang berhubungan dengan Pulau Beras Basah seperti biota laut, tanaman mangrove dan lain sebagainya. Ia mulai merintis Batik Beras Basah sejak tahun 2014 silam. Kini batiknya telah laku terjual bukan saja di dalam negeri tetapi juga sampai ke luar negeri.

    “Pembeli ada yang dari Samarinda, Balikpapan, Yogyakarta, bahkan sampai ke luar negeri seperti Malaysia, Afrika dan Belanda,” ucapnya bangga.

    Dia juga sangat bersyukur lantaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mendukung usaha produk batiknya, melalui imbauan Kepala Daerah yang mewajibkan pegawai aparatur sipil negara (ASN) memakai seragam batik pada hari Kamis.

    “Dengan adanya dukungan pemerintah tersebut, batik kami banyak yang pesan buat seragam ASN di sejumlah instansi Pemkot Bontang,” tutur Ewied.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Seli

    Related Posts

    Jejak Laut Purba di Tangga Bidadari Jadi Modal Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

    Juli 7, 2026

    Pria di TTS Mengamuk Tikam Ibu dan Anak Hingga Tewas

    Februari 23, 2025

    ODGJ Tidur di Jalan Terlindas Motor di NTT

    Februari 23, 2025

    JMSI Go To School Dapat Dukungan Disdikbud

    Januari 25, 2025

    Hari Pertama, Pasar Ramadan Gor Segiri Kembali Jadi Magnet Pengunjung

    Maret 12, 2024

    Pertamina Luncurkan Bantuan Penanganan Karhutla Terampil di Muara Jawa

    September 22, 2023
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tindak Lanjuti LHP BPK, Pemprov Kaltim Tata Ulang Pemanfaatan Aset Daerah

    R’syaJuli 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kalimantan Timur (Kaltim) Munawwar mengatakan…

    Prancis ke Semifinal, Mbappe Tebus Gagal Penalti dengan Gol dan Assist

    Juli 10, 2026

    Percepat Swasembada Pangan, DPTPH Kaltim Andalkan Petani Muda Lewat 70 Brigade Pangan

    Juli 10, 2026

    Sindir Ketiadaan Beasiswa Pemkot, Anhar: Jadikan Dulu Wali Kota dari PDIP

    Juli 10, 2026

    Pagu Bapperida Samarinda 2027 Tembus Rp36 Miliar, Gaji dan Revisi RPJMD Jadi Prioritas

    Juli 10, 2026
    1 2 3 … 3,205 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.