Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Aturan Baru PIP Resmi Berlaku, Sasaran Diperluas hingga Anak Usia TK

    September 14, 2026

    Siaga Kekeringan hingga November, Stok Bansos Tinggal 6.000 Paket

    September 14, 2026

    Terus Berulang, DPD RI Minta Penanganan Karhutla Tak Setengah-setengah

    September 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Beras Kaltim Masih Tebal, Serapan Gabah Petani Justru Melambat
    Ekonomi

    Beras Kaltim Masih Tebal, Serapan Gabah Petani Justru Melambat

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 14, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Stok beras di gudang Bulog menjadi salah satu penyangga ketersediaan pangan masyarakat di tengah musim kemarau yang berdampak terhadap produksi gabah petani. (Ist/Pemprov Kaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Persediaan beras di Kalimantan Timur (Kaltim) masih berada pada level aman meski produksi gabah petani menghadapi tekanan akibat musim kemarau dan fenomena El Nino.

    Kondisi tersebut membuat penyerapan gabah oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur- Kalimantan Utara (Kanwil Kaltimtara) belum mencapai target yang telah ditetapkan.

    Hal itu disampaikan Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara Musasdin Said. Hingga saat ini, pihaknya baru menyerap sekitar 15.000 ton gabah dari target penyerapan yang mencapai 23.000 ton. Capaian tersebut, menunjukkan masih adanya selisih yang cukup besar antara target dan realisasi di lapangan.

    “Target kita sekitar 23.000 ton, sementara sampai sekarang baru terserap sekitar 15.000 ton,” kata Musasdin di Samarinda belum lama ini.

    Penurunan serapan tersebut berkaitan dengan kondisi pertanian di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Musim kemarau membuat produktivitas pertanian tidak berada pada kondisi optimal, sehingga jumlah gabah yang dapat diserap Bulog turut mengalami penurunan.

    Padahal, sejumlah daerah di Kaltim masih memiliki potensi untuk mendukung penyerapan gabah. Samarinda dan Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi wilayah yang dapat berkontribusi terhadap pasokan beras apabila produksi petani berjalan normal.

    Meski demikian, rendahnya serapan gabah tidak langsung berdampak terhadap ketersediaan beras masyarakat. Bulog memastikan, stok yang saat ini dikuasai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam beberapa bulan mendatang.

    Musasdin menyebut, dengan stok beras sekitar 15.000 ton dan menyesuaikan dengan pola penyaluran, persediaan tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga sekitar lima sampai enam bulan ke depan.

    “Kalau untuk stok beras yang kita kuasai sekarang, dengan sekitar 15.000 ton, dibandingkan dengan penyaluran kita masih bisa mencukupi sekitar lima sampai enam bulan ke depan,” ujarnya.

    Ketersediaan stok tersebut juga menjadi penyangga bagi pelaksanaan sejumlah program pemerintah. Bulog memprioritaskan beras yang tersedia untuk mendukung operasi pasar serta penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.

    Distribusi juga menjadi perhatian, terutama untuk daerah yang memiliki tantangan geografis dan akses transportasi. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Mahakam Ulu yang memiliki sejumlah kawasan dengan akses distribusi relatif sulit.

    Bulog memastikan pengelolaan stok dan distribusi akan terus dilakukan untuk menjaga pasokan beras tetap tersedia di tengah kondisi cuaca yang berpotensi menekan produksi pertanian.

    “Dengan stok yang masih mencukupi, pemerintah memiliki ruang untuk menjaga kebutuhan masyarakat sembari mengantisipasi kemungkinan penurunan produksi gabah pada periode berikutnya,” tandasnya.

     

    Beras Bulog Kaltim Musasdin Said Stok Beras
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Jalan Cendana Samarinda Pusat Jajanan Murah yang Ramai Diserbu Warga

    September 13, 2026

    Seno Aji Targetkan Produktivitas Padi Kaltim Tembus 7 Ton per Hektare

    September 11, 2026

    BIFF Dorong Wastra dan Kriya Kaltim Naik Kelas ke Pasar Global

    September 10, 2026

    Anggaran Kemenkeu 2027 Rp49,8 Triliun, Belanja Dituntut Berorientasi Hasil

    September 9, 2026

    Sawah Betapus Dilanda Kekeringan, Petani Khawatir Hasil Panen Anjlok

    September 9, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Aturan Baru PIP Resmi Berlaku, Sasaran Diperluas hingga Anak Usia TK

    Ratu ArifanzaSeptember 14, 2026

    Insitekaltim, Jakarta — Pemerintah resmi memperbarui aturan penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Skema baru…

    Siaga Kekeringan hingga November, Stok Bansos Tinggal 6.000 Paket

    September 14, 2026

    Terus Berulang, DPD RI Minta Penanganan Karhutla Tak Setengah-setengah

    September 14, 2026

    Beras Kaltim Masih Tebal, Serapan Gabah Petani Justru Melambat

    September 14, 2026

    59 Cabor Dipastikan Bertanding di Porprov Kaltim 2026, Lima Digelar Mandiri

    September 14, 2026
    1 2 3 … 3,340 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.