Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Lima Perusahaan di Samarinda Masuk Daftar Merah KLH, DPRD Desak Tindak Lanjut

    Juni 8, 2026

    SPMB Samarinda 2026 Serba Online, Simak Tahapan dan Jalur Pendaftarannya

    Juni 8, 2026

    Tren Kenaikan Mulai Terlihat, Harga Beras Pasar Segiri Masih Stabil

    Juni 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Batu Bara di KHDTK Unmul Tebal Mengiurkan, Husin Sebut Harus Ada Efek Jera
    DPRD Kaltim

    Batu Bara di KHDTK Unmul Tebal Mengiurkan, Husin Sebut Harus Ada Efek Jera

    SittiBy SittiJuli 11, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Husin Djufri
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Potensi batu bara yang tebal di kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda menjadi magnet bagi tambang ilegal. Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Husin Djufri menilai tanpa penindakan tegas, kawasan tersebut akan terus diburu dan dieksploitasi secara liar.

    Dalam RDP Gabungan Komisi DPRD Kaltim, Kamis 10 Juli 2025, Husin bercerita pengalamannya ketika mengunjungi KHDTK Unmul. Ia menyebut lapisan batu bara di lokasi sangat tebal dan berkualitas, sehingga membuat banyak pihak tergoda untuk mengambil keuntungan cepat.

    “Memang di daerah hutan Unmul itu, saya pernah lihat sendiri, batu baranya besar dan tebal sekali. Tumpukan batunya luar biasa. Ini bakal terus diincar pihak-pihak yang mau cari untung,” kata Husin.

    Kawasan ini sangat strategis karena dekat dengan kota. Akses distribusi pun dinilai sangat mudah, sehingga potensi penyelewengan sangat besar jika pengawasan longgar.

    “Kalau dekat kota, bawa batunya gampang lewat belakang. Kalau pengawasan kurang dan tidak ada efek jera, saya yakin akan terjadi lagi. Batu baranya di sana luar biasa, tebal, dan kualitasnya bagus,” ucap Husin.

    Ia menganggap kasus tambang ilegal ini sebagai kesempatan penting bagi aparat penegak hukum untuk menunjukkan ketegasan. Pelaku lapangan saja tidak cukup, tetapi juga harus diusut sampai ke sponsor dan jalur distribusinya.

    “Kasus ini momen untuk memberikan efek jera. Harus diusut siapa sponsornya, ke mana batu baranya dikirim. Supaya jelas bahwa di Kaltim tidak ada ruang untuk tambang ilegal,” ujarnya.

    Kawasan KHDTK Unmul bukan hanya tempat belajar dan riset, tetapi juga simbol kehormatan akademik yang harus dijaga. Namun, jika dibiarkan, hutan ini bisa habis karena dirusak sedikit demi sedikit.

    “Kalau tidak ditindak tegas, ini ibarat gula yang manis. Semut pasti akan terus datang. Jangan biarkan kawasan pendidikan dan konservasi ini dirusak demi keuntungan segelintir orang,” lanjut Husin.

    Ia juga menekankan pentingnya mencegah kerusakan lingkungan sebelum terlambat. Hutan yang sudah rusak tidak akan mudah dipulihkan, sedangkan fungsinya sangat vital bagi riset dan pendidikan.

    Selain memperketat pengawasan, rantai distribusi batu bara dari kawasan hutan juga harus diusut hingga tuntas. Selama jalurnya masih terbuka, pelaku akan selalu menemukan cara untuk membawa hasil tambang keluar.

    “Harus dicek jalur distribusinya, siapa yang menampung, ke mana dijual. Kalau rantai distribusinya tidak dibongkar, percuma saja. Ini harus diusut sampai tuntas,” katanya.

    Husin berharap kasus tambang ilegal KHDTK Unmul bisa menjadi contoh nyata bagi penegakan hukum lingkungan di Kaltim. Tindakan tegas akan memperlihatkan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus menjaga nama baik kampus.

    “Batu bara memang menggiurkan, tapi jangan sampai kita korbankan hutan demi kepentingan segelintir orang. Harus ada ketegasan supaya jadi pelajaran untuk semua,” tandasnya.

    Batu bara Husin djufri KHDTK Unmul RDP
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Lahan Sawit 2 Hektare Hancur Diterjang Lumpur, Warga Tolak Tawaran Ganti Rugi Rp70 Juta dari Perusahaan

    Mei 26, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    Salah Ukur Ulang, Lima KK di Palaran Terancam Kehilangan Lahan Bersertifikat

    April 22, 2026

    DPRD Kaltim Dorong Bankeu Tetap Berjalan di Tengah Pemangkasan Dana Transfer

    April 6, 2026

    Kontribusi Besar Pembangunan Minim, IMABA Desak Transparansi APBD Kukar untuk Muara Badak

    April 3, 2026

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Lima Perusahaan di Samarinda Masuk Daftar Merah KLH, DPRD Desak Tindak Lanjut

    SittiJuni 8, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Lima perusahaan yang beroperasi di Kota Samarinda masuk dalam daftar penerima peringkat…

    SPMB Samarinda 2026 Serba Online, Simak Tahapan dan Jalur Pendaftarannya

    Juni 8, 2026

    Tren Kenaikan Mulai Terlihat, Harga Beras Pasar Segiri Masih Stabil

    Juni 8, 2026

    Bayu Surya Nahkodai JMSI Kaltim, Siap Teruskan Jejak Mohammad Sukri

    Juni 8, 2026

    Pasca Iduladha, Harga Minyak Goreng dan Bawang Naik, Telur Justru Turun di Pasar Segiri

    Juni 8, 2026
    1 2 3 … 3,130 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.