Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Banjir Informasi Palsu di Medsos, Publik Diingatkan Jangan Mudah Percaya
    DPRD Samarinda

    Banjir Informasi Palsu di Medsos, Publik Diingatkan Jangan Mudah Percaya

    AminahBy AminahJuni 4, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi I DPRD Samarinda Samri Shaputra mengimbau masyarakat mengedepankan budaya cek fakta sebelum membagikan informasi, Rabu, 3/6/2026 (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Samarinda Samri Shaputra menyoroti maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Media sosial kini menjadi salah satu sumber utama penyebaran kabar yang belum tentu benar, namun terlanjur dipercaya publik.

    “Yang membuat gaduh selama ini salah satunya media sosial. Kadang ada informasi atau berita yang belum dikonfirmasi kepada pihak yang diberitakan, tapi sudah menyebar ke mana-mana dan akhirnya membentuk opini di masyarakat,” ujarnya saat ditemui usai rapat di DPRD Samarinda, Rabu, 3 Juni 2026.

    Masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima informasi, terutama yang menyangkut tuduhan, dugaan pelanggaran hukum, maupun persoalan pribadi seseorang. Ia mengingatkan bahwa informasi yang tidak melalui proses konfirmasi berisiko menyesatkan publik.

    “Masyarakat kadang langsung menelan mentah-mentah informasi yang beredar. Padahal belum tentu benar dan belum tentu berimbang,” katanya.

    Politikus PKS itu juga menyoroti fenomena munculnya pihak-pihak yang mengatasnamakan jurnalis namun mengabaikan prinsip dasar jurnalistik, seperti verifikasi dan keberimbangan.

    “Banyak yang mengaku jurnalis, tetapi tidak menjalankan etika jurnalistik. Memberitakan satu pihak tanpa mengonfirmasi pihak yang diberitakan. Padahal prinsip jurnalistik itu harus berimbang,” tegasnya.

    Samri mengaku pernah menjadi korban pemberitaan yang menurutnya tidak memenuhi prinsip verifikasi. Karena itu, ia memahami dampak yang ditimbulkan ketika sebuah informasi yang belum teruji kebenarannya terlanjur viral di ruang publik.

    Ia bahkan mengingatkan adanya dugaan praktik-praktik tertentu yang memanfaatkan pemberitaan negatif untuk kepentingan tertentu. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut harus dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

    “Kalau sudah masuk ranah pidana tentu harus dibuktikan. Tidak bisa hanya berdasarkan asumsi. Tapi fenomena seperti itu memang menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

    Lebih lanjut, menurutnya publik lebih sering disuguhi informasi bernada negatif dibandingkan pemberitaan yang bersifat edukatif atau konstruktif. Akibatnya, ruang publik dipenuhi isu yang memancing emosi dan memperkeruh suasana.

    “Kadang yang muncul terus berita-berita negatif. Yang baik-baik jarang diangkat. Akhirnya masyarakat yang membaca juga terbawa suasana dan kondisi menjadi tidak kondusif,” katanya.

    Meski demikian, kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan dalam sistem demokrasi. Namun kritik tersebut harus disampaikan berdasarkan fakta, data, dan proses verifikasi yang jelas agar tidak berubah menjadi fitnah atau informasi menyesatkan.

    “Kritik itu penting, tapi harus berdasarkan fakta. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru menimbulkan kegaduhan dan merugikan banyak pihak,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Udara Samarinda Memburuk, DPRD Dorong Sekolah Siapkan Opsi Belajar dari Rumah

    September 8, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Legalitas Jukir di Kawasan Teras Samarinda

    September 8, 2026

    Komunikasi Pemkot dan Pedagang Mulai Cair, Iswandi Tekankan Pasar Harus Dikelola Proporsional

    September 7, 2026

    Karhutla Betapus Disorot DPRD Samarinda, Maswedi Sebut Ganggu Kualitas Udara

    September 7, 2026

    Kerja Sama PT WATS dan Pemkot Samarinda Belum Temui Titik Temu, DPRD Sebut Berlanjut ke Jalur Hukum

    September 7, 2026

    DPRD Samarinda Minta Sekolah Siapkan Opsi Daring Saat Udara Memburuk

    September 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    AminahOktober 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Apa yang diminum setelah makan malam sering dianggap sepele. Padahal, pilihan minuman…

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    1 2 3 … 3,373 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.