Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PUPR Kaltim Sepakat Cabut Patok di Lahan Warga Jalan Kurnia Makmur dan Blitar

    Oktober 5, 2026

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026

    BIFF 2026 Jadi Panggung Regenerasi Desainer Muda dan Penggerak Ekonomi Kreatif Kaltim

    Oktober 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Bahasa Prancis Akan Masuk Kurikulum, DPRD Minta Pemerintah Siapkan Guru Kompeten
    DPRD Samarinda

    Bahasa Prancis Akan Masuk Kurikulum, DPRD Minta Pemerintah Siapkan Guru Kompeten

    AminahBy AminahJuni 2, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait kesiapan daerah menghadapi wacana Bahasa Prancis sebagai mata pelajaran. (Dok/Insitekaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Instruksi Presiden Prabowo Subianto agar sekolah-sekolah di Indonesia mulai menerapkan Bahasa Prancis sebagai mata pelajaran memunculkan berbagai respons di daerah.

    Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie mengatakan, pihaknya pada prinsipnya mendukung arahan pemerintah pusat terkait penguatan kemampuan bahasa asing bagi pelajar Indonesia.

    Penguasaan bahasa internasional di luar Bahasa Inggris dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi persaingan global.

    “Pada dasarnya kita mendukung apa arahan dari Bapak Presiden berkaitan dengan bahasa mancanegara ya, baik itu Inggris, Prancis maupun bahasa lain,” ujarnya saat dihubungi via telepon, Selasa, 2 Juni 2026.

    Namun demikian, penerapan kebijakan tersebut tidak bisa dilakukan secara instan karena harus diikuti kesiapan regulasi, kurikulum, hingga tenaga pengajar di daerah.

    “Hal ini harus tersinkronisasi dengan peraturan lagi. Apakah dari Kementerian Pendidikan juga memberikan pelatihan, terutama kalau bicara kompetensi guru,” katanya.

    Tantangan terbesar saat ini adalah ketersediaan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi khusus di bidang Bahasa Prancis. Bahkan untuk mata pelajaran Bahasa Inggris saja, kata dia, masih terdapat sekolah yang belum sepenuhnya memiliki guru sesuai kompetensi.

    “Kalau bicara bahasa di luar bahasa Inggris, ini perlu ada kualifikasi dan spesifikasi guru tersendiri. Kita sendiri tahu untuk guru bahasa asing saja, khususnya Bahasa Inggris, mungkin belum sepenuhnya sesuai kompetensi, apalagi ditambah bahasa lain seperti Bahasa Prancis,” ujarnya.

    Hal yang perlu dipastikan bukan hanya jumlah guru, tetapi juga cakupan penerapan program agar tidak hanya dinikmati sekolah tertentu saja.

    Penerapan Bahasa Prancis sebagai mata pelajaran akan berdampak pada struktur kurikulum pendidikan karena membutuhkan tambahan jam pelajaran dan penyesuaian sistem pembelajaran di sekolah.

    Karena itu, pemerintah pusat harus lebih dulu menerbitkan regulasi resmi sebelum daerah mengambil langkah implementasi.

    “Kalau yang namanya instruksi Bapak Presiden, harusnya dilaksanakan di semua tingkatan sekolah dan di semua sekolah. Jangan sampai nanti hanya dirasakan di beberapa sekolah saja. Ini kan harusnya masuk dalam kurikulum. Nah secara teknis ini belum ada sampai ke sana. Makanya kami juga perlu dasar, minimal surat edaran atau peraturan dari kementerian terkait,” katanya.

    Ia menyebut Komisi IV DPRD Samarinda dalam waktu dekat akan menggelar hearing bersama Dinas Pendidikan guna membahas respons daerah terhadap instruksi tersebut.

    “Nanti kami juga akan lakukan hearing dengan Dinas Pendidikan bagaimana menyikapi hal tersebut, termasuk kesiapan tenaga pengajar dan sekolah-sekolah yang mampu menjangkau program itu,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Udara Samarinda Memburuk, DPRD Dorong Sekolah Siapkan Opsi Belajar dari Rumah

    September 8, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Legalitas Jukir di Kawasan Teras Samarinda

    September 8, 2026

    Komunikasi Pemkot dan Pedagang Mulai Cair, Iswandi Tekankan Pasar Harus Dikelola Proporsional

    September 7, 2026

    Karhutla Betapus Disorot DPRD Samarinda, Maswedi Sebut Ganggu Kualitas Udara

    September 7, 2026

    Kerja Sama PT WATS dan Pemkot Samarinda Belum Temui Titik Temu, DPRD Sebut Berlanjut ke Jalur Hukum

    September 7, 2026

    DPRD Samarinda Minta Sekolah Siapkan Opsi Daring Saat Udara Memburuk

    September 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    PUPR Kaltim Sepakat Cabut Patok di Lahan Warga Jalan Kurnia Makmur dan Blitar

    AminahOktober 5, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemasangan patok batas jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)…

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026

    BIFF 2026 Jadi Panggung Regenerasi Desainer Muda dan Penggerak Ekonomi Kreatif Kaltim

    Oktober 5, 2026

    HUT ke-81 TNI, Prajurit Diminta Tak Hanya Kuasai Alutsista tapi Juga Taat Hukum

    Oktober 5, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026
    1 2 3 … 3,374 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.