Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Di Tengah Penurunan Omzet, UMKM Samarinda Didorong Masuk Rantai Pasok MBG

    Juni 2, 2026

    Belum Tentu Keterima Tapi Harus Bayar Rp500 Ribu, Curhat Orang Tua Pendaftar Jalur Mandiri

    Juni 2, 2026

    DPRD Samarinda Akan Fasilitasi Konfercab GMKI dan Dukung Isu Kebangsaan

    Juni 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Bahasa Prancis Akan Masuk Kurikulum, DPRD Minta Pemerintah Siapkan Guru Kompeten
    DPRD Samarinda

    Bahasa Prancis Akan Masuk Kurikulum, DPRD Minta Pemerintah Siapkan Guru Kompeten

    SittiBy SittiJuni 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait kesiapan daerah menghadapi wacana Bahasa Prancis sebagai mata pelajaran. (Dok/Insitekaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Instruksi Presiden Prabowo Subianto agar sekolah-sekolah di Indonesia mulai menerapkan Bahasa Prancis sebagai mata pelajaran memunculkan berbagai respons di daerah.

    Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie mengatakan, pihaknya pada prinsipnya mendukung arahan pemerintah pusat terkait penguatan kemampuan bahasa asing bagi pelajar Indonesia.

    Penguasaan bahasa internasional di luar Bahasa Inggris dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi persaingan global.

    “Pada dasarnya kita mendukung apa arahan dari Bapak Presiden berkaitan dengan bahasa mancanegara ya, baik itu Inggris, Prancis maupun bahasa lain,” ujarnya saat dihubungi via telepon, Selasa, 2 Juni 2026.

    Namun demikian, penerapan kebijakan tersebut tidak bisa dilakukan secara instan karena harus diikuti kesiapan regulasi, kurikulum, hingga tenaga pengajar di daerah.

    “Hal ini harus tersinkronisasi dengan peraturan lagi. Apakah dari Kementerian Pendidikan juga memberikan pelatihan, terutama kalau bicara kompetensi guru,” katanya.

    Tantangan terbesar saat ini adalah ketersediaan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi khusus di bidang Bahasa Prancis. Bahkan untuk mata pelajaran Bahasa Inggris saja, kata dia, masih terdapat sekolah yang belum sepenuhnya memiliki guru sesuai kompetensi.

    “Kalau bicara bahasa di luar bahasa Inggris, ini perlu ada kualifikasi dan spesifikasi guru tersendiri. Kita sendiri tahu untuk guru bahasa asing saja, khususnya Bahasa Inggris, mungkin belum sepenuhnya sesuai kompetensi, apalagi ditambah bahasa lain seperti Bahasa Prancis,” ujarnya.

    Hal yang perlu dipastikan bukan hanya jumlah guru, tetapi juga cakupan penerapan program agar tidak hanya dinikmati sekolah tertentu saja.

    Penerapan Bahasa Prancis sebagai mata pelajaran akan berdampak pada struktur kurikulum pendidikan karena membutuhkan tambahan jam pelajaran dan penyesuaian sistem pembelajaran di sekolah.

    Karena itu, pemerintah pusat harus lebih dulu menerbitkan regulasi resmi sebelum daerah mengambil langkah implementasi.

    “Kalau yang namanya instruksi Bapak Presiden, harusnya dilaksanakan di semua tingkatan sekolah dan di semua sekolah. Jangan sampai nanti hanya dirasakan di beberapa sekolah saja. Ini kan harusnya masuk dalam kurikulum. Nah secara teknis ini belum ada sampai ke sana. Makanya kami juga perlu dasar, minimal surat edaran atau peraturan dari kementerian terkait,” katanya.

    Ia menyebut Komisi IV DPRD Samarinda dalam waktu dekat akan menggelar hearing bersama Dinas Pendidikan guna membahas respons daerah terhadap instruksi tersebut.

    “Nanti kami juga akan lakukan hearing dengan Dinas Pendidikan bagaimana menyikapi hal tersebut, termasuk kesiapan tenaga pengajar dan sekolah-sekolah yang mampu menjangkau program itu,” pungkasnya.

    Bahasa Prancis DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Di Tengah Penurunan Omzet, UMKM Samarinda Didorong Masuk Rantai Pasok MBG

    Juni 2, 2026

    DPRD Samarinda Akan Fasilitasi Konfercab GMKI dan Dukung Isu Kebangsaan

    Juni 2, 2026

    Potensi PHK Massal, Sri Puji Saran Pekerja Tambang Menabung dan Alih Sektor

    Mei 26, 2026

    Samarinda Masih Dikepung Genangan, DPRD Singgung Sedimentasi dan Anak Sungai yang Menyempit

    Mei 23, 2026

    Realisasi Retribusi Masih Lemah, DPRD Samarinda Usul Pemkot Buat Dashboard PAD Real Time

    Mei 22, 2026

    Ledakan Proyek Besar di Samarinda Dinilai Belum Berdampak Signifikan pada Penurunan Angka Pengangguran

    Mei 22, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Di Tengah Penurunan Omzet, UMKM Samarinda Didorong Masuk Rantai Pasok MBG

    SittiJuni 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Lesunya aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional Samarinda mulai memunculkan kekhawatiran baru…

    Belum Tentu Keterima Tapi Harus Bayar Rp500 Ribu, Curhat Orang Tua Pendaftar Jalur Mandiri

    Juni 2, 2026

    DPRD Samarinda Akan Fasilitasi Konfercab GMKI dan Dukung Isu Kebangsaan

    Juni 2, 2026

    DPRD Kaltim Desak Evaluasi Biaya Jalur Mandiri, Jangan Sampai Anak Daerah Gagal Kuliah

    Juni 2, 2026

    Bahasa Prancis Akan Masuk Kurikulum, DPRD Minta Pemerintah Siapkan Guru Kompeten

    Juni 2, 2026
    1 2 3 … 3,115 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.