Insitekaltim, Samarinda – Bagi penderita gastroesophageal reflux disease (GERD), memilih makanan bukan sekadar soal selera. Apa yang masuk ke dalam tubuh dapat memengaruhi munculnya gejala, termasuk rasa panas di dada, asam atau makanan yang naik ke kerongkongan, hingga rasa tidak nyaman setelah makan.
Karena itu, mengenali makanan yang cenderung lebih ramah bagi pencernaan bisa membantu mengurangi keluhan. Beberapa makanan juga memiliki kandungan serat atau air yang dapat mendukung proses pencernaan.
Berikut sejumlah pilihan makanan yang dapat dipertimbangkan bagi penderita GERD.
1. Pisang
Pisang termasuk buah yang relatif rendah asam dan memiliki kandungan serat. Karakteristik ini membuat pisang dapat menjadi pilihan ketika ingin mengonsumsi buah tanpa terlalu banyak memicu rasa tidak nyaman pada lambung.
2. Apel
Apel juga termasuk buah yang dapat dipilih karena memiliki kandungan air dan serat. Namun, respons setiap orang terhadap makanan bisa berbeda sehingga jenis apel dan jumlah konsumsinya tetap perlu diperhatikan.
3. Oatmeal
Oatmeal kaya akan serat sehingga dapat membantu membuat perut terasa lebih kenyang. Makanan ini juga dapat menjadi pilihan sarapan yang lebih ringan dibandingkan makanan tinggi lemak.
Agar tidak justru memicu keluhan, oatmeal sebaiknya tidak dipadukan dengan bahan yang menjadi pemicu GERD, seperti cokelat atau makanan tinggi lemak.
4. Roti gandum
Kandungan serat pada roti gandum membuat makanan ini dapat menjadi alternatif bagi penderita GERD. Pilih roti dengan kandungan lemak dan gula yang tidak terlalu tinggi.
5. Sayuran berdaun hijau
Sayuran seperti selada memiliki kandungan air yang cukup tinggi dan umumnya rendah lemak. Sayuran dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih ringan bagi orang yang mudah mengalami refluks.
6. Beras merah
Beras merah mengandung lebih banyak serat dibandingkan nasi putih. Kandungan tersebut dapat membantu rasa kenyang bertahan lebih lama dan mendukung pola makan seimbang.
Namun, bukan berarti beras merah secara langsung menghilangkan asam lambung. Manfaatnya lebih berkaitan dengan kandungan serat dan pola makan secara keseluruhan.
7. Jahe
Jahe telah lama digunakan dalam berbagai minuman tradisional. Bagi sebagian orang, jahe dapat membantu membuat saluran pencernaan terasa lebih nyaman.
Jika ingin mengonsumsinya, jahe dapat diseduh dengan air hangat. Sebaiknya hindari tambahan yang justru dapat memicu keluhan, seperti terlalu banyak gula.
8. Alpukat
Alpukat mengandung lemak tak jenuh yang berbeda dengan makanan berminyak atau tinggi lemak jenuh. Meski demikian, porsinya tetap perlu diperhatikan karena makanan tinggi lemak dalam jumlah besar dapat memicu gejala GERD pada sebagian orang.
9. Melon
Melon memiliki kandungan air yang tinggi dan rasa yang relatif ringan. Buah ini dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan buah dan cairan tanpa mengandalkan buah yang sangat asam.
10. Susu rendah lemak
Bagi sebagian orang, susu rendah lemak dapat terasa lebih nyaman dibandingkan susu tinggi lemak. Kandungan lemak yang lebih rendah juga membuatnya lebih sesuai untuk pola makan yang perlu membatasi makanan pemicu refluks.
Namun, susu bukan obat untuk GERD. Jika setelah minum susu gejala justru muncul atau memburuk, konsumsinya sebaiknya dikurangi.
Tidak Ada Satu Makanan yang Cocok untuk Semua
Yang perlu diingat, makanan yang dianggap aman bagi satu penderita GERD belum tentu memberikan efek yang sama pada orang lain.
Pemicunya juga bisa berbeda, mulai dari makanan pedas, makanan tinggi lemak, kopi, cokelat, minuman berkarbonasi hingga makanan atau buah yang sangat asam.
Karena itu, penderita GERD dapat memperhatikan makanan apa yang dikonsumsi dan kapan gejala muncul. Makan dalam porsi tidak terlalu besar dan menghindari langsung berbaring setelah makan juga dapat membantu mengurangi kemungkinan refluks.
Jika keluhan muncul berulang, mengganggu aktivitas, atau tidak membaik meski pola makan sudah diatur, pemeriksaan medis tetap diperlukan. Makanan dapat membantu mengelola gejala, tetapi bukan pengganti diagnosis dan pengobatan GERD.

