Insitekaltim, Samarinda – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menarik arus investasi ke Kaltim, tetapi juga memicu bertambahnya pencari kerja yang masuk ke Samarinda. Kondisi itu mulai memberi tekanan terhadap kebutuhan lapangan pekerjaan di ibu kota provinsi.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, setiap tahun kebutuhan pekerjaan terus meningkat karena Samarinda menjadi tujuan pendatang dari berbagai daerah yang ingin mencari penghidupan.
“Kita ini kota tidak hanya melayani warga Samarinda, tetapi juga ada faktor urban. Banyak yang datang memang untuk mencari kerja. Sejak ada IKN, trennya meningkat, tidak hanya ke Balikpapan dan IKN, tetapi juga ke Samarinda,” katanya.
Lonjakan pencari kerja itu, membuat pengelolaan ketenagakerjaan di Samarinda semakin kompleks. Karena itu, Pemkot mulai memperkuat kerja sama dengan dunia usaha agar lowongan kerja lebih banyak diisi warga Samarinda.
“Kita melakukan sinergi dengan dunia usaha agar mereka mendahulukan pekerja dari warga Samarinda,” ujarnya.
Meski demikian, Andi mengakui bursa kerja bukan solusi jangka panjang. Pemkot berencana memperbesar program pelatihan keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan pendidikan vokasi agar masyarakat memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri atau bahkan mampu membuka usaha sendiri.
“Kalau mereka punya keterampilan khusus, tidak seratus persen lagi bergantung pada job fair. Mereka bisa menjadi wirausaha,” jelasnya.
Ia memastikan program peningkatan kompetensi tenaga kerja tetap dipertahankan dalam penyusunan APBD 2027 meski pemerintah sedang menjalankan kebijakan efisiensi anggaran.

