Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rudy Mas’ud Sambut Kembalinya Rita Widyasari ke Golkar, Status Kader Disebut Tetap Aktif

    Juni 29, 2026

    Bursa Transfer Jadi Panggung Kedua Sepak Bola, Drama di Luar Lapangan Tak Kalah Sengit

    Juni 29, 2026

    Jabat Kadiskominfo, Ririn Sari Dewi Bertukar Posisi Dengan Faisal, Kini Pimpin Dispar

    Juni 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»APS Kaltim Masih 84 Persen, Masalah Geografis dan Sosial Jadi Faktor
    Diskominfo Kaltim

    APS Kaltim Masih 84 Persen, Masalah Geografis dan Sosial Jadi Faktor

    SittiBy SittiJuli 3, 2025Updated:Juli 4, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Surasa
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Angka Partisipasi Sekolah (APS) Kalimantan Timur saat ini baru mencapai sekitar 83–84 persen. Meski sudah menunjukkan peningkatan dibandingkan beberapa tahun lalu, capaian ini masih jauh dari target nasional yang diharapkan mendekati 100 persen.

    Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Surasa, saat membuka seminar pendidikan bertema Transformasi Pendidikan Berkualitas di Kalimantan Timur, Kamis 3 Juli 2025, di Gedung Guru Samarinda.

    “Target APS itu mendekati 100 persen. Tapi hari ini di Kaltim baru sekitar 84 persen. Ini menjadi tantangan besar kita semua,” kata Surasa di hadapan para kepala sekolah, guru bimbingan konseling, dan komite sekolah yang hadir secara luring maupun daring.

    Menurut Surasa, ada banyak faktor yang membuat APS Kaltim belum maksimal. Faktor geografis, ekonomi, hingga budaya masyarakat disebut sebagai penghambat utama.

    “Di Delta Mahakam misalnya, banyak anak lulusan SMP tidak bisa melanjutkan sekolah. Mereka harus membantu orang tua mencari ikan, menjadi tulang punggung keluarga,” ujarnya.

    Ia juga mencontohkan wilayah yang jarak ke sekolahnya sangat jauh, bahkan bisa mencapai 80 kilometer. Membangun sekolah baru pun belum tentu efektif karena jumlah siswa yang sangat sedikit.

    “Orang tua pun banyak yang masih berat melepas anak tinggal di asrama,” tambah Surasa.

    Selain persoalan akses dan ekonomi, budaya masyarakat juga memengaruhi. Di beberapa daerah, anak-anak lebih memilih membantu orang tua saat musim panen atau banjir dibandingkan bersekolah.

    Persoalan lain yang juga disoroti Surasa adalah kualitas dan kompetensi guru, terutama di tingkat SMK. Banyak guru yang tidak linear dengan bidang yang diajarkan.

    “Masih ada guru Teknik Komputer Jaringan berlatar sarjana agama. Meski semangatnya luar biasa, tetap saja dari sisi kompetensi formal menjadi tantangan,” jelasnya.

    Fenomena sosial lain yang turut memengaruhi perilaku anak-anak juga terungkap. Surasa bercerita tentang anak-anak yang terbiasa mencium helm ojek online (ojol) karena menganggap baunya enak.

    “Itu helm jarang dicuci, kotor, tapi mereka suka. Ini gambaran bahwa lingkungan sangat memengaruhi pembentukan karakter anak,” katanya.

    Ia juga menyinggung gaya hidup konsumtif anak-anak di sekitar kawasan tambang. Menurutnya, anak-anak sudah terbiasa melihat perilaku orang dewasa yang menyewa rumah di kampung, hidup mewah, dan konsumsi minuman keras.

    “Semua ini menunjukkan pendidikan bukan hanya soal membangun gedung atau ruang kelas. Ada faktor sosial, budaya, hingga pola asuh yang perlu diperhatikan,” ucap Surasa.

    Surasa menekankan, upaya meningkatkan APS tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Pendidikan.

    “Kita perlu dukungan semua pihak: Dewan Pendidikan, kepala sekolah, guru BK, komite sekolah, bahkan masyarakat dan orang tua. Tidak bisa hanya satu pihak,” tegasnya.

    Ia berharap forum diskusi dalam seminar ini bisa menghasilkan rekomendasi konkret dan strategi aplikatif.

    “Kita ingin transformasi pendidikan bukan sekadar menaikkan angka, tapi juga memperkuat karakter, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan akses yang adil dan merata,” tutup Surasa.(Adv/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    APS Kaltim Disdikbud kaltim Surasa
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Gangguan Server Warnai SPMB Terintegrasi Perdana di Kaltim, Jadi Sorotan Evaluasi

    Juni 26, 2026

    Disdikbud Kaltim Targetkan Distribusi Seragam Gratis Mulai Hari Pertama Sekolah

    Juni 25, 2026

    Daya Tampung SMA/SMK Negeri di Kaltim Terbatas, Puluhan Ribu Lulusan SMP Terancam Lempar ke Swasta

    Juni 24, 2026

    Belasan Guru Diadukan ke Pusat, Plt Kadisdikbud Kaltim Tegaskan Hanya Jalankan Nota Tugas Internal

    Juni 23, 2026

    Situs SPMB Tumbang di Hari Pertama, Disdikbud Kaltim Siapkan Layanan Darurat Cegah Lonjakan Komplain

    Juni 22, 2026

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Rudy Mas’ud Sambut Kembalinya Rita Widyasari ke Golkar, Status Kader Disebut Tetap Aktif

    SittiJuni 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kembalinya mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari ke ruang publik kembali…

    Bursa Transfer Jadi Panggung Kedua Sepak Bola, Drama di Luar Lapangan Tak Kalah Sengit

    Juni 29, 2026

    Jabat Kadiskominfo, Ririn Sari Dewi Bertukar Posisi Dengan Faisal, Kini Pimpin Dispar

    Juni 29, 2026

    Blasting PT PSB Disorot, Warga Keluhkan Debu Ganggu Kesehatan Anak hingga Air Hujan

    Juni 29, 2026

    PT PSB Hanya Kirim Kuasa Hukum, Komisi IV DPRD Kaltim Tunda Pembahasan Hasil Supervisi

    Juni 29, 2026
    1 2 3 … 3,179 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.