Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    Agustus 19, 2026

    Singapura Menang 2-1, Thailand Tetap Lolos ke Final Piala AFF 2026

    Agustus 19, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»APBD-P 2025, Sinyal Tantangan Fiskal dan Strategi Pembangunan Kaltim
    Diskominfo Kaltim

    APBD-P 2025, Sinyal Tantangan Fiskal dan Strategi Pembangunan Kaltim

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 28, 2025Updated:Februari 4, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekda Kaltim, Sri Wahyuni
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Persetujuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2025, menandai arah baru dalam tata kelola fiskal daerah.

    Di balik penandatanganan antara Pemerintah Provinsi dan DPRD Kaltim, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya penyesuaian komposisi pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang menunjukkan dinamika ekonomi daerah.

    APBD-P Kaltim 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp746,85 miliar, dari Rp21 triliun menjadi Rp21,74 triliun. Namun, kenaikan total anggaran ini tidak sepenuhnya ditopang oleh pendapatan riil daerah. Justru, pada sisi pendapatan terjadi penurunan signifikan, dari Rp20,10 triliun menjadi Rp19,14 triliun atau berkurang sekitar Rp950,76 miliar.

    Kondisi ini menegaskan bahwa proyeksi pendapatan daerah, baik dari dana transfer pusat maupun pendapatan asli daerah (PAD), belum mampu menutupi seluruh kebutuhan belanja pembangunan.

    Untuk menyeimbangkan anggaran, pemerintah provinsi mengandalkan pembiayaan. Penerimaan pembiayaan meningkat drastis, dari Rp900 miliar menjadi Rp2,59 triliun, sementara pengeluaran pembiayaan tetap berada di angka Rp50 miliar.

    Lonjakan penerimaan pembiayaan menunjukkan semakin besarnya peran dana cadangan, sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa), atau potensi utang daerah dalam menopang belanja pemerintah. Strategi ini menimbulkan dua sisi mata uang, di satu sisi memungkinkan pembangunan tetap berjalan, tetapi di sisi lain mengindikasikan ketergantungan pada instrumen non-pendapatan yang tidak selalu berkelanjutan.

    Di sisi belanja, APBD-P Kaltim 2025 meningkat dari Rp20,95 triliun menjadi Rp21,69 triliun. Tambahan Rp746,85 miliar tersebut diarahkan untuk memperkuat sejumlah program prioritas, termasuk infrastruktur, pendidikan dan penguatan ekonomi daerah.

    Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, yang membacakan pendapat akhir Gubernur, menekankan pentingnya sinergi eksekutif dan legislatif dalam menjaga arah pembangunan.

    “Pembahasan ini berjalan dengan baik, tetap menjunjung dinamika politik yang demokratis,” ujarnya pada Jumat malam, 26 September 2025 di Gedung DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar.

    Ia juga mengingatkan bahwa keputusan ini tidak semata soal teknis anggaran, melainkan cerminan tanggung jawab bersama menghadapi dinamika fiskal.

    “Persetujuan bersama ini diharapkan mampu mengoptimalkan prioritas pembangunan secara berkesinambungan, serta mendukung tercapainya visi Kaltim menuju generasi emas,” tambahnya.

    Meski demikian, tantangan utama justru terletak pada bagaimana mengoptimalkan belanja agar lebih produktif. Dengan ruang fiskal yang semakin sempit akibat turunnya pendapatan, efektivitas alokasi anggaran akan menjadi sorotan.

    “Kaltim dituntut memperkuat PAD, mengurangi ketergantungan transfer pusat, dan memastikan pembiayaan tidak menimbulkan beban jangka panjang,”ungkap Sri wahyuni.

    Rencana APBD-P 2025, ini selanjutnya disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri untuk dievaluasi sebelum ditetapkan sebagai Peraturan Daerah.

    “Proses ini akan menjadi tahap penting, memastikan keseimbangan antara kemampuan fiskal dan ambisi pembangunan yang diusung pemerintah daerah,”urainya.

    Ke depan, keputusan ini bukan sekadar catatan administrasi, tetapi sinyal kuat bahwa Kaltim harus lebih cermat menata fiskal di tengah ambisi besar menuju transformasi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    R’syaAgustus 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sekitar 34 persen perekonomian Kalimantan Timur masih (Kaltim) bertumpu pada sektor pertambangan…

    Singapura Menang 2-1, Thailand Tetap Lolos ke Final Piala AFF 2026

    Agustus 19, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026

    HUT ke-81 RI, Sekretariat DPRD Samarinda Siapkan Bazar UMKM hingga Jalan Santai

    Agustus 19, 2026

    Intrusi Air Laut Mulai Mengancam, Deni Dorong Pemprov Kaltim Siapkan Rekayasa Cuaca

    Agustus 19, 2026
    1 2 3 … 3,285 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.