Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026

    Capaian SPM HIV Samarinda Tembus 99,8 Persen, Dinkes Ungkap Rahasianya

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Apakah Menulis Diary Masih Relevan di Era Teknologi?
    Lifestyle

    Apakah Menulis Diary Masih Relevan di Era Teknologi?

    LarasBy LarasAgustus 4, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi menulis diary
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Diary atau buku harian adalah kegiatan menulis keseharian untuk menyimpan berbagai momen penting atau catatan pribadi. Bahkan berbagai orang menyebut bahwa menulis diary berhubungan dengan menjaga kesehatan mental.

    Isu terkait kesehatan mental sedang naik daun di kalangan generasi Z. Salah satu cara mengatasi isu mental yang ditawarkan adalah menulis diary.

    Di era digital ini, menulis diary masih menjadi pilihan yang menarik bagi beberapa anak muda. Meskipun aplikasi dan teknologi modern menawarkan alternatif, banyak yang percaya pada manfaat menulis secara tradisional.

    Sofia, seorang gadis berusia 18 tahun yang akan melanjutkan kuliah di Universitas Mulawarman mengatakan bahwa dirinya akrab menulis diary hingga lima tahun terakhir.

    Agenda rutin sebelum tidur ini dijalankan untuk mengingat momen berharga yang ingin diingatnya melalui tiap sentuhan pulpennya. Baik momen bahagia, sedih sampai memalukan.

    “Menulis diary membantu saya mengekspresikan perasaan dan pikiran saya. Ini juga cara untuk merefleksikan pengalaman sehari-hari dan meredakan stres,” ujarnya, Sabtu (3/8/2024).

    Di sisi lain, teman sekelas Sofia di salah satu SMA di Samarinda, Robi (18) mengaku mengenal diary tapi tidak pernah melakukannya.

    “Saya belum pernah menulis diary dan saat ini juga tidak menulisnya,” katanya.

    Tidak menggunakan diary untuk mengingat momen atau mencatat hal penting, dirinya hanya mengandalkan ingatannya untuk mencatat hal penting atau dalam bentuk digital.

    Robi menggunakan aplikasi catatan di ponsel dan kalender digital untuk mengelola informasi penting dan tanggal-tanggal spesial.

    “Paling mau ingat ya di foto atau di kalender dibulatin,” sebutnya sambil tertawa.

    Ketika ditanya soal perbedaan gender berpengaruh terhadap kegemaran menulis diary, Robi malah tidak setuju. Baginya menulis diary bisa dilakukan siapa saja tanpa pengaruh gender.

    Laki-laki yang memiliki kegemaran menulis diary diakuinya belum pernah ia temui, tetapi ia yakin bahwa di luar sana masih ada laki-laki yang memiliki hobi ini untuk mengekpresikan perasaan dan memperbaiki kondisi mental mereka.

    “Gak setuju sih, cowo bisa nulis diary, cuman emang saya tidak ketemu tuh, tapi pasti ada,” tuturnya.

    Perbedaan antara Sofia dan Robi menunjukkan bahwa meskipun menulis diary bisa bermanfaat bagi kesehatan mental dan pengingat momen spesial, preferensi individu tetap bervariasi.

    Dengan banyaknya cara untuk menyimpan informasi dan mengelola perasaan baik menulis diary secara tradisional maupun menggunakan teknologi digital, pilihan akhirnya tergantung pada preferensi masing-masing individu.

    Diary Sofia Universitas Mulawarman
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026

    Capaian SPM HIV Samarinda Tembus 99,8 Persen, Dinkes Ungkap Rahasianya

    Agustus 13, 2026

    DORAMI Kumpulkan 300 Kantong Darah, Kejar Target 500 Kantong per Bulan

    Agustus 13, 2026

    Skirining Serta Menjamin Ketersediaan Obat TBC dan HIV, Upaya Pemerintah Tekan Penyaku Menukae

    Agustus 13, 2026

    Tak Banyak Diketahui, BPJS Ketenagakerjaan Bantu Pekerja Beli Rumah hingga Rp500 Juta

    Agustus 12, 2026

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    R’syaAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda memprioritaskan perbaikan sarana dan prasarana…

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026

    Capaian SPM HIV Samarinda Tembus 99,8 Persen, Dinkes Ungkap Rahasianya

    Agustus 13, 2026

    PSG Juara UEFA Super Cup Dua Kali Beruntun, Tundukkan Aston Villa 2-1

    Agustus 13, 2026

    DORAMI Kumpulkan 300 Kantong Darah, Kejar Target 500 Kantong per Bulan

    Agustus 13, 2026
    1 2 3 … 3,276 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.