Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    WFH Pemkot Samarinda Mulai 17 April, Dadi Herjuni: ASN Tetap Wajib Disiplin Meski dari Rumah

    April 10, 2026

    49 Ribu Warga Samarinda Terancam Kehilangan JKN, Pemkot Tolak Keras Kebijakan Pemprov Kaltim

    April 10, 2026

    Borneo FC Hadapi Tantangan Logistik, Pelatih Pastikan Tim Tetap Siap Raih Hasil Maksimal

    April 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kutim»Angka Prevelensi Stunting Turun, Anggota Komisi D DPRD Kutim Tak Yakin Akurat
    DPRD Kutim

    Angka Prevelensi Stunting Turun, Anggota Komisi D DPRD Kutim Tak Yakin Akurat

    SeliBy SeliJuli 11, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Sangatta – Angka prevalensi atau rasio stunting di Kutai Timur (Kutim) menurut data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022 lalu mencapai 27,4 persen. Angka ini mengalami penurunan di tahun menjadi 24,7 persen.

    Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Yan merasa tak yakin dengan data yang dikeluarkan SSGI akurat. Sebab menilik dari kondisi riil lapangan menunjukkan hal sebaliknya.

    “Masa tidak ada kasus stunting di Kutim, saya tidak yakin,” kata Yan, Selasa (11/7/2023).

    Ia menyebutkan dengan besarnya jumlah penduduk Kutim, ada sekitar 7 ribu masyarakat yang rentan terhadap kasus stunting. Hal ini bisa dilihat dari kondisi aktivitas masyarakat banyak yang belum sepenuhnya sejahtera.

    “Jumlah itu banyak, tapi nyatanya tidak ada. Di pinggir jalan kita lihat tidak ada yang keadaannya kurus kering begitu, mungkin kita perlu kaji dan pendataan ulang,” ujarnya.

    Terhadap menurunnya kasus stunting di Kutim, Yan mempertanyakan indikator berkurangnya permasalahan stunting yang dikeluarkan pemerintah pusat.

    “Penilaiannya apa kok bisa berkurang, sementara kalau dilihat masih banyak anak gizi buruk,” tuturnya.

    Oleh sebab itu dirinya meminta pemerintah daerah untuk kembali melakukan pendataan yang akurat terhadap stunting Kutim baik lewat program posyandu maupun program stunting lainnya.

    “SKPD terkait harus duduk bersama untuk menyatukan data dan angka stunting yang akurat. Tujuannya agar data stunting yang diperoleh berasal dari satu pintu. Sehingga, tidak ada perbedaan atau selisih data stunting di Kutai Timur,” jelasnya.

    Mengingat kondisi lapangan masih banyak anak yang terdampak stunting, sebagai Komisi DPRD Kutim yang menangani terkait persoalan ini, Yan berharap anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kutim dapat mengakomodasi penanganan stunting.

    Penanganan masalah gizi buruk dan gangguan pertumbuhan pada anak butuh fokus pemerintah dengan program yang tepat sasaran agar stunting di Kutim menurun baik data SSGI maupun kondisi lapangannya.

    “Karena kalau tidak fokus maka anak stunting kita tidak turun. Malu juga kita disebut kabupaten dengan angka stunting tinggi,” tandasnya.

    DPRD Kutim SSGI Yan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Seli

    Related Posts

    Helmi Soroti Pelayanan MPP, Dorong Kemudahan Izin bagi UKM

    April 1, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Lahan Kosong untuk Dukung Program MBG dan Ketahanan Pangan

    April 1, 2026

    Implementasi PP Tunas Jadi Sorotan, DPRD Kaltim Tekankan Peran Orang Tua dan Literasi Digital

    Maret 28, 2026

    DPRD Samarinda ‘Ngamuk’, Desak Investigasi Masalah Kendaraan dan BBM

    April 6, 2025

    Agusriansyah Puji Komitmen Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Kutai Timur

    November 24, 2023

    Jimmi Dorong Raperda Sarpras Utilitas Umum Perumahan Demi Sarana Prasarana Berkualitas

    November 22, 2023
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    WFH Pemkot Samarinda Mulai 17 April, Dadi Herjuni: ASN Tetap Wajib Disiplin Meski dari Rumah

    Ratu ArifanzaApril 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan kebijakan Work From Home (WFH) akan mulai…

    49 Ribu Warga Samarinda Terancam Kehilangan JKN, Pemkot Tolak Keras Kebijakan Pemprov Kaltim

    April 10, 2026

    Borneo FC Hadapi Tantangan Logistik, Pelatih Pastikan Tim Tetap Siap Raih Hasil Maksimal

    April 10, 2026

    PAD Samarinda Triwulan I 2026 Lampaui Target, Pajak Daerah Jadi Penopang Utama

    April 10, 2026

    Pemkot Samarinda Terapkan WFH Setiap Jumat, Andi Harun: Tidak Sekadar Formalitas

    April 10, 2026
    1 2 3 … 3,048 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.