Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    49 Ribu Warga Samarinda Terancam Kehilangan JKN, Pemkot Tolak Keras Kebijakan Pemprov Kaltim

    April 10, 2026

    Borneo FC Hadapi Tantangan Logistik, Pelatih Pastikan Tim Tetap Siap Raih Hasil Maksimal

    April 10, 2026

    PAD Samarinda Triwulan I 2026 Lampaui Target, Pajak Daerah Jadi Penopang Utama

    April 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Anggota DPRD Bontang Terdaftar Sebagai Warga Miskin, Dinsos-PM Sebut Kesalahan Teknis
    DPRD Bontang

    Anggota DPRD Bontang Terdaftar Sebagai Warga Miskin, Dinsos-PM Sebut Kesalahan Teknis

    RamadhanBy RamadhanNovember 27, 2023Updated:Desember 3, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang (.ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Bontang – Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang Bakhtiar Wakkang (BW) menyayangkan nama dirinya yang terdaftar dalam kategori warga miskin dari data yang dimiliki Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Disos-PM).

    Politikus yang akrab disapa BW itu pun mempertanyakan sumber data yang ada, serta dasar indikator penilaiannya.

    “Saya dapat dari dinas berdasarkan referensi dari BPS. Nah itu dasarnya dari mana. Pernah enggak face to face dengan kami,” ungkap BW, belum lama ini.

    Ia mengungkapkan, sebelumnya ada pendataan warga miskin. Namun ia pun terkejut saat mendapati namanya tertera dalam daftar.

    Oleh karena itu, bukan hanya evaluasi, ia meminta pertanggungjawaban data yang tertera di dalamnya.

    “Itu kan ngawur namanya. Takutnya kalau disalahgunakan,” ungkapnya.

    Jika data yang terdaftar nantinya menerima bantuan, maka hal itu jelas sudah tidak sesuai sasaran.

    “Karena saya lihat beberapa pegawai negeri sipil juga masuk dalam daftar tersebut,” ujarnya.

    Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinsos-PM Kota Bontang Bahtiar Mabe menjelaskan bila data tersebut merupakan kesalahan teknis di lapangan.

    “Murni ada kesalahan itu. Enggak mungkin kalau sengaja dimasukkan. Kemungkinan ada human error,” jelasnya.

    Selain itu, ia menuturkan data tersebut bukan berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebab BPS belum melakukan publikasi.

    Sejatinya, kata dia, pihaknya merupakan pengguna data yang juga bertugas melakukan verifikasi mengenai kebenarannya.

    Apabila terdapat data yang tidak sesuai dan tidak memenuhi kriteria akan dikeluarkan dari daftar.

    “Ini saya sedang dalam perjalanan ke kementerian juga. Ada beberapa hal terkait data dan indikator yang mesti disesuaikan,” tuturnya.

    Lebih lanjut, salah satu indikator yang dikatakan masuk kemiskinan ekstrem ialah atap rumah masih menggunakan rumbai.

    Sementara di Kota Bontang sudah tak ada rumah yang dimaksud.

    “Ada lima ribu orang yang tercatat masuk dalam kemiskinan ekstrem. Maka dari itu kami sedang lakukan verifikasi juga,” pungkasnya.

    Bakhtiar Wakkang Disos-PM DPRD Bontang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ramadhan

    Related Posts

    Rizal Desak Pemerintah agar Pegawai Non-ASN Diangkat P3K

    Februari 12, 2025

    Yassier Arafat Sebut Lapangan Berbas Pantai Butuh Perbaikan, Bukan Alih Fungsi

    November 28, 2024

    DPT Bontang Naik, Ketua DPRD Optimis Partisipasi Pemilih Tinggi

    November 26, 2024

    Gandeng Unmul, DPRD Bontang Godok Aturan Pelindung UMKM-Pasar Rakyat dari Gempuran Waralaba

    November 25, 2024

    RT 18 Sabet Juara Pertama Liga Bocah U-12 Berbas Pantai

    November 24, 2024

    Tutup Liga Bocah U12, Yassier Arafat Sebut Berbas Pantai Punya Potensi Besar

    November 24, 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    49 Ribu Warga Samarinda Terancam Kehilangan JKN, Pemkot Tolak Keras Kebijakan Pemprov Kaltim

    Andika SaputraApril 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda secara tegas menolak kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur…

    Borneo FC Hadapi Tantangan Logistik, Pelatih Pastikan Tim Tetap Siap Raih Hasil Maksimal

    April 10, 2026

    PAD Samarinda Triwulan I 2026 Lampaui Target, Pajak Daerah Jadi Penopang Utama

    April 10, 2026

    Pemkot Samarinda Terapkan WFH Setiap Jumat, Andi Harun: Tidak Sekadar Formalitas

    April 10, 2026

    Wawali Samarinda Dorong Perluasan Sekolah Lansia, Tekankan Pentingnya Kepedulian Keluarga

    April 10, 2026
    1 2 3 … 3,048 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.