
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Andi Faiz Sofyan Hasdam mendukung tes urine bagi siapa pun termasuk kalangan pegawai negeri sipil (PNS) maupun kepemerintahan secara dadakan tanpa diketahui sasaran.
Kasus peredaran narkotika di Kota Bontang semakin meningkat. Baru-baru ini, Polres Kota Bontang telah mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat 1 kilogram.
Untuk itu, DPRD Kota Bontang mengusulkan kepada pemerintah kota (Pemkot) untuk menganggarkan tes urine.
“Kami dukung usulan tersebut, bahkan kalau bisa sesering mungkin tes urine,” ucap Andi Faiz saat ditemui oleh media insitekaltim.com usai rapat kerja dengan Walikota di Ruang Rapat Paripurna, Sekretariat DPRD Kota Bontang, Bontang Lestari, Selasa (29/6/2021)
Bahkan ia mengusulkan jika Pemkot ada anggaran, maka tes urine dapat dilakukan sscara masal. Begitu ada kasus narkotika yang terungkap atau masih indikasi maka langsung diadakan tes urine.
“Kalau ada anggaran, maka begitu ada indikasi atau terjerat peredaran narkotika maka langsung diadakan tes urin secara on the spot,” tegasnya.
Politikus dari Partai Golongan Karya itu juga sangat mendukung jika tes urine diadakan untuk kalangan pegawai pemerintahan. Ia menerangkan secara teknis, tes urin dilakukan sebelum acara dapat dilakukan tes urin.
“Misalkan kita mau rapat paripurna, sebelum rapat dilakukan tes urine terlebih dahulu itu kan bagus,” pungkas Andi Faiz.
Ia menambahkan tes urin dilakukan secara on the spot tanpa adanya pengumuman. Jangan sampai sasaran mengetahui akan dilakukan tes urine karena dikhawatirkan hasilnya tidak maksimal.

