
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mendukung pembelajaran tatap muka (PTM) yang direncanakan bulan Juli mendatang tetap dilaksanakan.
Rencana PTM pada bulan Juli mendatang menuai pro dan kontra lantaran angka kasus Covid-19 mulai naik kembali. Dalam hal ini tentunya pemerintah mengalami dilematis terhadap rencana tersebut.
Namun demikian, Andi Faiz tetap mendukung PTM tersebut tetap diadakan.
“Kita harus ada lagi meningkatkan kualitas mutu pendidikan yang dua tahun ini hilang,” ujar Andi Faiz saat ditemui oleh beberapa media usai rapat di ruangannya, Sekretariat DPRD Kota Bontang, Bontang Lestari, Senin (28/6/2021)
Selain itu ia menginginkan ada interaksi antara murid dengan guru secara langsung serta pembelajaran budi pekerti atau etika. Menurutnya beberapa hal tersebut hanya dapat dilakukan di sekolah.
Tidak hanya mendukung PTM, Andi Faiz juga memberikan saran terkait teknis pelaksanaan PTM.
“Bagi yang kelurahan yang masih zona hijau dipersilahkan saja untuk melakukan PTM atau seluruh kelurahan boleh PTM dengan sistem hybrid,” terangnya.
Hybrid learning merupakan kombinasi dari PTM dan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Andi Faiz melanjutkan, pelaksanaan dengan pembelajaran di sekolah selama 2 jam selebihnya di rumah.
“Yang terpenting tenaga pendidik dan kependidikan sudah divaksin seluruhnya,” ucapnya.
Kata dia, PTM juga benar-benar harus menerapkan protokol kesehatan (prokes). Dimana di sekolah disediakan tempat cuci tangan dan seluruh siswa, tenaga pendidik maupun kependidikan menggunakan masker.
“Karena jika kita mengikuti tren Covid-19 maka dikhawatirkan pembelajaran di rumah akan semakin lama,” pungkas Andi Faiz.
Ia juga mengusulkan bagi masyarakat pesisir jika termasuk zona hijau maka tetap diperbolehkan melakukan PTM. Hal itu dikarenakan daerah pesisir banyak kelemahan dalam mengikuti sistem PJJ.
“Karena disana (daerah pesisir) sarana prasarana, sinyal dan wifi juga susah,” tutupnya.

