Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dokter Favorit Berpotensi Tingkatkan Risiko Kelelahan, Dapat Mempengaruhi Kualitas Layanan

    Juni 5, 2026

    Raperda TBC-HIV Segera Rampung, DPRD Samarinda Ingin Pencegahan Lebih Agresif

    Juni 5, 2026

    Dorong Penguatan Ekosistem Riset, Brida Kaltim Ingin Wujudkan Rumah Inovasi

    Juni 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Aliansi GERAM Nilai DPRD Kaltim Ingkar Janji, Aksi Mahasiswa Kembali Digelar dengan Massa Lebih Besar
    Samarinda

    Aliansi GERAM Nilai DPRD Kaltim Ingkar Janji, Aksi Mahasiswa Kembali Digelar dengan Massa Lebih Besar

    AbdiBy AbdiJanuari 29, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Humas Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), Muhammad Hanif
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kekecewaan mahasiswa terhadap DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) kembali memuncak. Merasa janji audiensi yang disampaikan wakil rakyat tak kunjung ditepati, Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) kembali turun ke jalan dengan pertambahan massa yang lebih besar untuk menuntut kejelasan sikap DPRD.

    Teks: Aliansi GERAM kembali melaksanakan aksi di halaman depan Gedung DPRD Kaltim

    Humas Aliansi GERAM Muhammad Hanif mengungkapkan, dalam aksi pertama DPRD Kaltim sempat menjanjikan akan memfasilitasi pertemuan dengan mahasiswa dalam kurun waktu 24 jam.

    Namun hingga tenggat waktu tersebut berlalu, tidak ada langkah konkret dari pihak legislatif untuk menemui massa aksi.

    “Kami diberi janji akan difasilitasi pertemuan dalam 24 jam setelah aksi pertama. Namun sampai hari ini, janji itu tidak ditepati,” ujar Hanif.

    Ia menilai sikap DPRD Kaltim sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi publik, terutama mahasiswa yang turun ke jalan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat. Bahkan menurutnya, DPRD tidak menunjukkan itikad baik untuk sekadar menemui massa di depan gerbang gedung.

    “Minimal kami bisa diterima sampai depan gerbang. Itu bentuk penghargaan terhadap kawan-kawan mahasiswa yang sedang menyuarakan aspirasi rakyat,” tegasnya.

    Pihak DPRD Kaltim sebelumnya berdalih tidak dapat menerima audiensi karena adanya agenda silaturahmi bersama Kapolda serta kesibukan mempersiapkan masa reses. Alasan tersebut dinilai mahasiswa tidak dapat dibenarkan dan justru mencerminkan ketidakseriusan lembaga legislatif dalam menampung aspirasi publik.

    Dalam aksi lanjutan ini, Aliansi GERAM membawa sejumlah tuntutan yang memadukan isu nasional dan persoalan daerah, khususnya Kalimantan Timur dan Kota Samarinda. Salah satu tuntutan utama adalah penolakan terhadap wacana pemindahan pembahasan RUU Pilkada ke DPRD.

    Selain itu, massa aksi juga mendesak pengesahan regulasi perampasan aset hasil kejahatan serta aturan yang memberikan perlindungan bagi masyarakat adat. Mereka turut menuntut keterbukaan informasi publik dalam setiap perubahan regulasi dan penghentian kriminalisasi terhadap rakyat kecil.

    Isu lokal juga menjadi sorotan, di antaranya tuntutan evaluasi total program Gratispol serta desakan untuk memperketat pengawasan jalur transportasi batu bara di Sungai Mahakam yang selama ini dinilai sarat pelanggaran.

    Melihat respons DPRD Kaltim yang dianggap tertutup, Aliansi GERAM menegaskan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti pada aksi kali ini. Hanif menyebut, kekecewaan yang meluas di kalangan mahasiswa berpotensi memicu aksi lanjutan dengan gelombang massa yang lebih besar.

    “Melihat respons kawan-kawan yang semakin kecewa, sangat besar kemungkinan akan ada aksi berikutnya, baik dalam bentuk audiensi maupun aksi massa,” pungkasnya.

     

    Aksi demonstrasi Aksi mahasiswa Aliansi Mahasiswa GERAM GERAM (Gerakan Rakyat Menggugat)
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Setiap Hujan Deras, Siswa SDN 012 Samarinda Terpaksa Libur

    Juni 4, 2026

    Masih Berbelit, Pengusaha Minta Penyederhanaan Perizinan Reklame

    Juni 4, 2026

    Tak Semata Hafalan, Pancasila Jadi Pedoman Generasi Muda dalam Bersikap

    Juni 1, 2026

    DLH Masih Temukan Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Tiga Karung Jeroan Dievakuasi dari Karang Mumus

    Juni 1, 2026

    Di Balik Layar Ada Manusia, Dosen Ilkom Ingatkan Nilai Pancasila di Ruang Digital

    Juni 1, 2026

    Pancasila Tak Hanya Pemersatu Bangsa, tetapi Fondasi Perdamaian Global

    Juni 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dokter Favorit Berpotensi Tingkatkan Risiko Kelelahan, Dapat Mempengaruhi Kualitas Layanan

    Nur AjijahJuni 5, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penumpukan pasien pada dokter yang dianggap favorit berpotensi meningkatkan risiko kelelahan tenaga medis.…

    Raperda TBC-HIV Segera Rampung, DPRD Samarinda Ingin Pencegahan Lebih Agresif

    Juni 5, 2026

    Dorong Penguatan Ekosistem Riset, Brida Kaltim Ingin Wujudkan Rumah Inovasi

    Juni 5, 2026

    RSUD Kewalahan Tampung Pasien TBC dan HIV, DPRD Samarinda Minta RS Swasta Jangan Lepas Tangan

    Juni 5, 2026

    Pemprov Kaltim Bergerak Cegah Gejolak Harga Sawit, Pasca Kebijakan Ekspor

    Juni 5, 2026
    1 2 3 … 3,123 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.