Insitekaltim, Samarinda – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur (Kaltim) menetapkan fokus utama pada perluasan akses internet desa dalam program kerja tahun 2026, meskipun di tengah kondisi efisiensi anggaran.
Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal menyampaikan, kebijakan tersebut sejalan dengan visi dan misi Gubernur Kaltim yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Fokus kita tetap mengacu pada visi Bapak Gubernur yang sudah ditetapkan dalam RPJMD. Salah satu prioritas utama adalah internet desa,” ujarnya.
Faisal mengungkapkan bahwa hingga saat ini, progres pembangunan jaringan internet desa telah menunjukkan capaian signifikan.
Dari total 841 desa di Kaltim sebanyak 803 desa telah masuk dalam tahap kontrak pembangunan jaringan untuk tahun 2026.
“Alhamdulillah kita sudah berkontrak untuk 803 desa dari total 841 desa. Artinya, masih ada 38 desa yang belum terjangkau,” jelasnya.
Namun demikian ia mengakui bahwa penyelesaian sisa desa tersebut menghadapi tantangan yang tidak mudah. Salah satunya adalah keterbatasan infrastruktur dasar, terutama jaringan listrik.
“Dari 38 desa yang tersisa sekitar 20 desa di antaranya belum memiliki listrik. Ini tentu menjadi kendala dalam pemasangan jaringan internet,” terangnya, Selasa 7 April 2026.
Selain itu faktor geografis dan keterbatasan akses juga menjadi hambatan dalam pembangunan jaringan berbasis fiber optik di wilayah tersebut.
Untuk itu Pemerintah Provinsi Kaltim menargetkan penyelesaian seluruh desa yang belum terjangkau internet dapat dilakukan secara bertahap, termasuk melalui anggaran perubahan.
“Insyaallah target kita bisa diselesaikan pada anggaran perubahan, tentu dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak,” pungkas Faisal.

