Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Terowongan Rampung Tapi Belum Dibuka, Jasno Soroti Izin Kementerian

    Agustus 28, 2026

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026

    Bahaya Multitasking Berlebihan, Kognitif Menurun hingga Memori Cepat Lemot

    Agustus 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir
    Pendidikan

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Andika SaputraBy Andika SaputraAgustus 28, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi transisi dari pendidikan formal menuju keterampilan praktis hingga menjadi profesional siap kerja (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kemampuan memecahkan masalah, berkomunikasi, berkolaborasi dan beradaptasi dengan perubahan teknologi menjadi keterampilan yang masih perlu diperkuat mahasiswa Teknologi Informasi (TI) untuk menghadapi dunia kerja.

    Dosen Program Studi Teknik Informatika Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Aam Shodiqul Munir menilai kurikulum TI saat ini masih relevan dengan kebutuhan industri karena penyusunannya turut melibatkan pihak industri. Menurutnya dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan fundamental seperti pemrograman, tetapi juga kemampuan berpikir analitis dan kolaborasi.

    “Yang sering aku temui adalah kemampuan problem solving (pemecahan masalah) pada masalah-masalah yang benar-benar terjadi di sekitar kita. Bagaimana cara melihat menganalisa suatu permasalahan kemudian membuat solusi yang diimplementasikan secara nyata,” kata Aam saat dihubungi wartawan Insitekaltim, Jumat, 28 Agustus 2026.

    Di tengah perkembangan teknologi, Aam menilai penggunaan Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) atau AI tidak dapat dihindari. AI dinilai menjadi ancaman jika menggantikan proses berpikir mahasiswa. Sebaliknya teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk brainstorming (curah gagasan) dalam mencari solusi. Karena itu metode pembelajaran perlu menyesuaikan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan kemampuan dasar keilmuan.

    Aam juga menilai teori dasar tidak perlu dipertentangkan dengan kebutuhan industri. Menurutnya teori merupakan dasar keilmuan sedangkan framework (kerangka kerja) menjadi media untuk menerapkan dasar tersebut dalam teknologi.

    “Fundamental teori itu core theory-nya (teori inti) sedangkan framework-framework (kerangka kerja) itu media untuk mengimplementasikan fundamental teori itu,” ujarnya.

    Selain kemampuan teknis Aam menekankan pentingnya tanggung jawab informasi keamanan informasi dan privasi data. Mahasiswa yang nantinya membangun sistem informasi harus memahami batasan dalam mengelola maupun membuka data. Menurutnya pemahaman etika teknologi tidak cukup diberikan sebagai satu materi, tetapi perlu dibiasakan melalui berbagai mata kuliah.

    Untuk menghadapi dunia kerja ke depan, Aam menyebut tiga kemampuan yang perlu dimiliki lulusan TI. Ketiganya yakni kemampuan teknis kemampuan menyelesaikan masalah atau problem solving (pemecahan masalah) serta kemampuan beradaptasi. Kemampuan beradaptasi penting karena perkembangan teknologi di bidang TI berlangsung sangat cepat sehingga lulusan harus terus belajar mengikuti perubahan.

    Terkait fenomena lulusan Teknik Informatika yang bekerja di luar bidang TI Aam menilai kondisi tersebut tidak bisa disebabkan oleh satu atau dua faktor. Persaingan kerja yang semakin ketat dapat memengaruhi pilihan lulusan dalam menentukan pekerjaan. Selain itu, faktor lingkungan, keluarga hingga tempat tinggal juga dapat berpengaruh.

    Menurut Aam perguruan tinggi tidak dapat menentukan setiap lulusan harus bekerja sesuai bidangnya. Hal yang bisa dilakukan kampus adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa agar lebih siap dan memiliki daya serap yang baik di dunia kerja.

    “Intinya banyak faktornya. Jadi tidak bisa kita bilang faktornya satu atau dua tugas kita di kampus yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bekerja,” pungkasnya.

     

    Aam Shodiqul Munir Polnes Polnes Samarinda Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Bertahun-tahun Mengajar, 500 Guru di Kaltim Masih Tanpa SK Pengangkatan

    Agustus 28, 2026

    Mirni Dorong Persoalan SMP Batu Majang Jadi Catatan untuk Penguatan Kebijakan Pusat

    Agustus 27, 2026

    Belajar Riset Dengan Kuliah, Mahasiswi Polnes Teliti Fasilitas dan Kepuasan Wisatawan

    Agustus 26, 2026

    Tari Nusantara hingga Dayak, 30 Siswa SMK Medika Samarinda Ramaikan HUT TVRI

    Agustus 23, 2026

    Seno Aji Dorong Gratispol Pendidikan Kaltim Jadi Program Nasional

    Agustus 22, 2026

    IKIP PGRI Kaltim Masih Buka Pendaftaran, Bantuan Pendidikkan Gratispol Rp3 Juta per Semester

    Agustus 22, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Terowongan Rampung Tapi Belum Dibuka, Jasno Soroti Izin Kementerian

    Andika SaputraAgustus 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mendorong agar Terowongan…

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026

    Bahaya Multitasking Berlebihan, Kognitif Menurun hingga Memori Cepat Lemot

    Agustus 28, 2026

    Dishub Samarinda Finalisasi Parkir Berlangganan, Target Awal 300 Ribu Kendaraan

    Agustus 28, 2026

    Komisi III DPRD Samarinda Akan Panggil Dishub Bahas Antrean BBM

    Agustus 28, 2026
    1 2 3 … 3,304 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.