Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Juni 15, 2026

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Absen di Rapat, PT EUP Dikritik DPRD Bontang Soal Tanggung Jawab Sosial
    DPRD Bontang

    Absen di Rapat, PT EUP Dikritik DPRD Bontang Soal Tanggung Jawab Sosial

    SittiBy SittiNovember 7, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – DPRD Bontang melalui Komisi A melayangkan kritik keras terhadap PT Energi Unggul Persada (EUP) yang absen tanpa keterangan dalam rapat terkait upaya menekan angka stunting di Bontang.

    Rapat yang digelar pada Selasa (5/11/2024) ini dihadiri sejumlah perusahaan lokal lainnya seperti PT Badak LNG dan PT Indominco Mandiri (IMM), bersama kader posyandu dan forum RT setempat. Ketidakhadiran PT EUP menimbulkan kekecewaan, terutama di tengah tingginya angka stunting di wilayah Bontang Lestari.

    Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, mengaku kecewa atas ketidakhadiran PT EUP. Menurut Heri, perusahaan seharusnya memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat sekitar, terutama dalam isu kesehatan seperti stunting yang masih menjadi persoalan mendesak di Bontang.

    “Jika keberadaan perusahaan tidak memberikan dampak positif bagi lingkungan, keberadaannya patut dipertanyakan. Kalau tidak mau membantu, lebih baik tidak usah ada,” tegas Heri usai rapat kerja.

    PT EUP dinilai belum memberikan kontribusi nyata untuk mengatasi masalah stunting di Bontang Lestari, yang dikelilingi oleh sejumlah perusahaan besar namun masih menghadapi tingkat stunting yang tinggi. Ia mempertanyakan komitmen PT EUP terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar area operasionalnya.

    “Apakah PT EUP benar-benar berkomitmen untuk memberi manfaat bagi Kota Bontang? Kalau tidak ada dampak positifnya, kehadirannya patut dipertanyakan,” ujarnya lagi.

    Bentuk bantuan perusahaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan. Dukungan yang diperlukan meliputi penyediaan makanan bergizi, fasilitas kesehatan, serta sarana transportasi untuk akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah bagi masyarakat terdampak.

    Setiap daerah memiliki kebutuhan berbeda untuk menekan stunting, sehingga bentuk bantuan dari perusahaan pun harus disesuaikan. Ia mengingatkan PT EUP dan perusahaan lain untuk lebih tanggap terhadap masalah ini dengan memberikan bantuan yang relevan.

    “Saya minta untuk dibantu secara khusus sesuai kebutuhan lapangan. Ada yang butuh makanan bergizi, fasilitas kesehatan, bahkan sarana kendaraan untuk akses layanan kesehatan. Setiap wilayah memiliki persoalan berbeda, dan itu perlu dipahami,” pungkasnya.

    DPRD Bontang berharap adanya aksi nyata dan komitmen kuat dari PT EUP dan perusahaan lain untuk bersama-sama menanggulangi stunting sebagai bagian dari tanggung jawab sosial mereka.

    DPRD Bontang Heri Keswanto PT EUP
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Rizal Desak Pemerintah agar Pegawai Non-ASN Diangkat P3K

    Februari 12, 2025

    Yassier Arafat Sebut Lapangan Berbas Pantai Butuh Perbaikan, Bukan Alih Fungsi

    November 28, 2024

    DPT Bontang Naik, Ketua DPRD Optimis Partisipasi Pemilih Tinggi

    November 26, 2024

    Gandeng Unmul, DPRD Bontang Godok Aturan Pelindung UMKM-Pasar Rakyat dari Gempuran Waralaba

    November 25, 2024

    RT 18 Sabet Juara Pertama Liga Bocah U-12 Berbas Pantai

    November 24, 2024

    Tutup Liga Bocah U12, Yassier Arafat Sebut Berbas Pantai Punya Potensi Besar

    November 24, 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Nur AjijahJuni 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terowongan Samarinda atau Terowongan Selili merupakan proyek infrastruktur strategis sepanjang 690 meter yang…

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026

    Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Kaltim, Diabetes Menempati Urutan Kedua

    Juni 15, 2026

    Kebutuhan Sekolah di Kaltim Belum Terpenuhi, Revitalisasi dari Pusat Belum Menjawab Persoalan

    Juni 15, 2026
    1 2 3 … 3,147 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.