Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rabies Masih Mengintai, Kaltim Perkuat Perlindungan dari Gigitan Anjing

    September 29, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Dugaan Malpraktik Dokter Furqon Belum Bisa Dibuktikan, AWS Tunggu Hasil Majelis Disiplin Profesi

    September 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Rabies Masih Mengintai, Kaltim Perkuat Perlindungan dari Gigitan Anjing
    Pemerintah

    Rabies Masih Mengintai, Kaltim Perkuat Perlindungan dari Gigitan Anjing

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 29, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Vaksinasi hewan peliharaan pada peringatan hari rabies sedunia 2026. (Ist/Pemprov Kaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman rabies masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat di Kaltim. Dalam tiga tahun terakhir, kasus rabies pada hewan penular rabies masih ditemukan di sejumlah wilayah, sehingga vaksinasi hewan peliharaan dinilai penting untuk memutus risiko penularan kepada manusia.

    Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) terus memperkuat pencegahan rabies dengan meningkatkan cakupan vaksinasi hewan. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengendalian penyakit yang dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan cepat.

    Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Kaltim Dyah Anggraini mengatakan, pengendalian rabies tidak cukup hanya dilakukan ketika kasus ditemukan. Pencegahan perlu diperkuat melalui vaksinasi untuk membangun kekebalan pada populasi hewan penular rabies.

    “Pemberian vaksin gratis ini diselenggarakan sebagai langkah konkret memperkuat kekebalan kelompok hewan penular rabies di daerah,” kata Dyah di Samarinda, Senin, 28 September 2026.

    Sepanjang 2026, DPKH Kaltim telah mendistribusikan sekitar 15.000 dosis vaksin rabies ke 10 kabupaten dan kota. Vaksin tersebut bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Kaltim dan digunakan sebagai bagian dari program pencegahan serta pengendalian rabies.

    Kewaspadaan tetap diperlukan karena kasus rabies pada hewan dalam tiga tahun terakhir tercatat di sejumlah daerah, di antaranya Samarinda, Paser, Penajam Paser Utara, dan Mahakam Ulu.

    Kasus gigitan anjing yang kemudian terkonfirmasi positif rabies terakhir dilaporkan terjadi di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, pada Juni 2026.

    Menurut Dyah, risiko penularan rabies kepada manusia perlu menjadi perhatian karena sebagian besar penularan rabies di Indonesia berkaitan dengan gigitan anjing.

    “Masyarakat luas diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dini mengingat 99 persen kasus penularan rabies di Indonesia disebabkan oleh gigitan anjing,” ujarnya.

    Selain vaksinasi rutin, masyarakat juga diimbau memperhatikan kondisi hewan peliharaan dan memastikan hewan mendapatkan vaksinasi sesuai ketentuan. Dalam layanan vaksinasi gratis yang disiapkan Pemprov Kaltim dalam rangka Hari Rabies Sedunia 2026, tersedia 200 dosis vaksin bagi hewan peliharaan masyarakat.

    Hewan yang akan divaksin harus dalam kondisi sehat dan berusia sekurang-kurangnya dua bulan. Pemilik hewan yang telah mendapatkan vaksinasi juga memperoleh kartu vaksinasi sebagai dokumentasi pemberian vaksin.

    Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan perlindungan terhadap hewan peliharaan, tetapi juga mengurangi risiko paparan rabies di lingkungan masyarakat. Dengan vaksinasi yang lebih luas dan kewaspadaan terhadap potensi gigitan hewan, risiko penularan penyakit tersebut dapat ditekan.

     

    DPKH Kaltim Dyah Anggraini Pemprov Kaltim Vaksin rabies
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Tegaskan Hotel BUMD Hanya untuk Kegiatan Internal Pemprov Kaltim

    September 29, 2026

    APBD Perubahan Kaltim 2026 Prioritaskan Jalan dan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    September 29, 2026

    Tiga Bulan Tersisa, Kepala Dinkes Kaltim Baru Dihadapkan Sejumlah Persoalan Kesehatan

    September 29, 2026

    Pimpin Bapenda Kaltim, Dasmiah Bidik PAD dari Pajak Perusahaan hingga Alat Berat

    September 29, 2026

    Target 2.000 MBR, Gratispol Biaya Administrasi Rumah Kaltim Baru 214 Penerima

    September 28, 2026

    Anggaran Menyusut, Target Bedah Rumah Kaltim 2026 Turun Jadi 516 Unit

    September 28, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Rabies Masih Mengintai, Kaltim Perkuat Perlindungan dari Gigitan Anjing

    Ratu ArifanzaSeptember 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman rabies masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat di Kaltim. Dalam tiga tahun…

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Dugaan Malpraktik Dokter Furqon Belum Bisa Dibuktikan, AWS Tunggu Hasil Majelis Disiplin Profesi

    September 29, 2026

    Rudy Mas’ud Tegaskan Hotel BUMD Hanya untuk Kegiatan Internal Pemprov Kaltim

    September 29, 2026

    APBD Perubahan Kaltim 2026 Prioritaskan Jalan dan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    September 29, 2026
    1 2 3 … 3,368 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.