Insitekaltim, Kukar – Hujan kembali mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) Jumat pagi 25 September 2026, setelah masyarakat menghadapi periode cuaca kering dalam beberapa waktu terakhir.
Hujan dengan intensitas cukup deras terpantau di ruas Jalan Samarinda-Bontang, mulai dari kawasan Simpang Badak hingga Kilometer 46, sekitar Desa Badak Mekar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Hujan berlangsung sekitar 30 menit. Kondisi tersebut membuat pengendara harus mengurangi kecepatan lantaran permukaan jalan menjadi licin dan jarak pandang berkurang.
Wisnu, salah satu warga yang melintas di kawasan tersebut, mengatakan hujan yang turun menjadi kondisi yang cukup melegakan setelah cuaca panas dan kering dirasakan dalam beberapa waktu terakhir.
“Jujur saja rasanya gembira sekali, ada rasa bahagia tersendiri setelah akhirnya kembali melihat hujan” ujar Wisnu.
Hujan juga terpantau mengguyur sejumlah kawasan di Samarinda, di antaranya Bengkuring dan Sempaja. Intensitas hujan di beberapa titik cenderung lebih ringan dibandingkan kawasan Jalan Samarinda-Bontang.
Bagi masyarakat, turunnya hujan tidak hanya mengubah kondisi cuaca, tetapi juga menjadi harapan di tengah persoalan kekeringan dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode kering.
Bu Ida, warga Samarinda menyebut hujan yang kembali turun menjadi kabar baik bagi masyarakat yang sebelumnya harus menghadapi kondisi panas dan minim hujan.
“Sebelum turun hujan, saya itu khawatir sekali akan kekeringan panjang. Sekarang rasanya lega seperti punya harapan setelah hujan kembali turun” kata Ida.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Timur pada Jumat pagi. Peringatan tersebut berlaku sekitar pukul 07.30 hingga 09.40 WITA dan merupakan produk nowcasting untuk memantau potensi cuaca dalam beberapa jam ke depan.
Untuk periode 25-28 September 2026, BMKG secara umum memprakirakan kondisi cuaca Indonesia didominasi cerah berawan hingga hujan ringan. Dengan kondisi tersebut, peluang hujan masih terbuka, meski tidak berarti hujan akan turun merata di seluruh wilayah Kaltim.
Sementara itu, prakiraan iklim Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda untuk dasarian III September atau periode 21-30 September menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Timur diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, yakni sekitar 0-50 milimeter.
Kondisi tersebut menunjukkan hujan yang turun di sejumlah wilayah belum serta-merta menandai berakhirnya periode kering. Masyarakat tetap perlu mewaspadai perubahan cuaca, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Pengendara juga diimbau berhati-hati karena hujan dapat membuat permukaan jalan licin dan jarak pandang menurun.
Bagi wilayah yang sebelumnya terdampak kondisi kering, hujan tetap menjadi momentum penting untuk membantu meningkatkan kembali kelembapan tanah serta pasokan air bagi lingkungan dan aktivitas masyarakat.

