Insitekaltim, Samarinda – Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya sampai pada tahap pengucapan sumpah dan janji. Andi Burhanuddin Solong (ABS) resmi mengisi kursi Partai NasDem dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim, Senin, 14 September 2026.
ABS meneruskan sisa masa jabatan anggota DPRD Kaltim periode 2024-2029 yang sebelumnya ditempati Kamaruddin Ibrahim. Kursi tersebut kosong setelah Kamaruddin tersangkut persoalan hukum pada 7 Mei 2025 dan meninggal dunia di Jakarta pada 15 Mei 2026.
Proses PAW berlangsung lebih dari satu tahun sebelum akhirnya sampai pada pengucapan sumpah dan janji. Nama ABS telah muncul sejak proses pergantian anggota DPRD Kaltim mulai bergulir.
Dalam Pemilu 2024, ABS merupakan peraih suara terbanyak kedua Partai NasDem untuk daerah pemilihan Balikpapan. Ia memperoleh 5.742 suara.
Dengan masuknya ABS, kursi NasDem yang sebelumnya kosong kini kembali terisi. Ia selanjutnya mengisi posisi sebagai anggota Badan Musyawarah (Banmus) dan anggota Komisi IV DPRD Kaltim.
ABS membawa pengalaman panjang di dunia legislatif dan organisasi. Ia pernah menjabat Ketua DPRD Kota Balikpapan selama dua periode, yakni 2004-2009 dan 2009-2014.
Setelah itu, ia menjadi Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur pada 2014-2015. Di organisasi kepemudaan, ABS pernah menjabat Ketua AMPI Balikpapan dan Wakil Ketua KNPI Balikpapan. Ia juga tercatat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai NasDem Kota Balikpapan.
Dalam pernyataannya setelah dilantik, ABS mengatakan jabatan legislatif tidak semestinya hanya menjadi posisi formal tanpa keberpihakan terhadap masyarakat.
“Pertama kali saya menjajaki dunia legislatif. Waktu saya dilantik jadi anggota DPR RI, perasaan biasa-biasa saja. Yang sangat di benak saya, saya berpikir bagaimana yang harus saya lakukan demi berpihak kepada rakyat,” ujar ABS.
Bagi ABS, posisi sebagai wakil rakyat harus dibuktikan melalui kerja dan keberpihakan, bukan sekadar status.
“Untuk apa saya menjadi anggota DPR kalau hanya sebagai pajangan, sebagai tameng pribadi, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Saya ingin menjadi anggota DPR yang mampu berbuat dan berpihak untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa dan negara,” katanya.

