Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Cari Kerja di Samarinda Makin Mudah, Disnaker Luncurkan Sistem Pencocokan Kompetensi

    Oktober 18, 2026

    Tak Hanya Menang atau Kalah, Andi Harun Soroti Pentingnya Mediasi dalam Penegakan Hukum

    Oktober 18, 2026

    Wawali Saefuddin Dorong Kaltim Bershalawat Rutin Digelar

    Oktober 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Anggaran Karhutla Dinilai Lebih Fokus Pemadaman, Sonny Dorong Penguatan Pencegahan
    Politik

    Anggaran Karhutla Dinilai Lebih Fokus Pemadaman, Sonny Dorong Penguatan Pencegahan

    Andika SaputraBy Andika SaputraSeptember 2, 2026Updated:Oktober 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T Danaparamita (Foto/YTB TVR PARLEMEN)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Jakarta – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sonny T Danaparamita menyoroti ketimpangan anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai masih lebih besar diarahkan untuk pemadaman dibandingkan upaya pencegahan.

    Sonny menilai pola penganggaran tersebut menunjukkan pemerintah masih lebih banyak menyiapkan biaya ketika karhutla sudah terjadi, sementara investasi untuk mencegah kebakaran sejak awal justru jauh lebih kecil.

    Ia mencontohkan alokasi anggaran sekitar Rp1,746 triliun yang dipaparkan dalam pembahasan. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp108 miliar disebut dialokasikan untuk pelibatan masyarakat dalam pencegahan kerusakan hutan. Sementara sekitar Rp1,54 triliun dialokasikan untuk kebutuhan sewa helikopter.

    “Anggaran-anggaran karhutla yang ada ini kok saya masih melihatnya berorientasi memadamkan daripada mencegah,” kata Sonny dalam siaran resmi saluran tvrparlemen, Selasa, 1 September 2026.

    Menurutnya pemerintah seharusnya tidak hanya membandingkan biaya antara menyewa dan membeli helikopter untuk penanganan karhutla.

    Perhitungan serupa juga perlu dilakukan terhadap biaya pencegahan agar dapat diketahui seberapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk menekan potensi kebakaran sejak dini.

    “Kenapa tidak ada perbandingan antara mencegah itu biayanya berapa, kalau sewa itu biayanya berapa?” ujarnya.

    Sonny menilai karhutla seolah telah dianggap sebagai persoalan tahunan yang harus terus dihadapi. Kondisi tersebut menurut dia, perlu diubah melalui desain kebijakan yang lebih menitikberatkan pada pencegahan.

    “Kita sudah menyadari bahwa karhutla ini akan jadi kalender tahunan,” katanya.

    Ia pun mengingatkan agar pemerintah tidak bersikap pasrah terhadap persoalan karhutla. Menurut Sonny jika pola penanganan tidak berubah dan pencegahan tidak diperkuat, angka karhutla akan sulit ditekan.

    “Kalau gini terus-menerus, ya jangan harap yang namanya karhutla itu akan semakin menurun, karena sejak awal memang desain kita dalam menjaga hutan kita tidak dalam konteks mencegah,” tegasnya.

    Sonny menilai ketimpangan alokasi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan penanganan karhutla ke depan sehingga anggaran tidak hanya habis untuk merespons kebakaran, tetapi juga mampu memperkuat upaya pencegahan di tingkat masyarakat dan kawasan rawan.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Kaltim Masih Bergantung Sapi dari Luar Daerah, 58 Ekor Disalurkan ke Peternak Samarinda

    Oktober 14, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    Oktober 6, 2026

    Kuorum Rapat KUA-PPAS Kaltim Dipersoalkan, 15 Anggota Hadir Daring

    September 26, 2026

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Rp3,75 Triliun, Raperda Ditarget Paripurna 30 September

    September 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Cari Kerja di Samarinda Makin Mudah, Disnaker Luncurkan Sistem Pencocokan Kompetensi

    SintaOktober 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda  – Mencari pekerjaan bukan sekadar menemukan lowongan yang sesuai, tetapi juga memastikan posisi…

    Tak Hanya Menang atau Kalah, Andi Harun Soroti Pentingnya Mediasi dalam Penegakan Hukum

    Oktober 18, 2026

    Wawali Saefuddin Dorong Kaltim Bershalawat Rutin Digelar

    Oktober 18, 2026

    Saefuddin Harap PERDESTI Perkuat Profesionalisme Dokter Estetika

    Oktober 18, 2026

    Andi Harun Ajak Mahasiswa Kritis Mengkaji Pemilu

    Oktober 18, 2026
    1 2 3 … 3,391 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.