Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Ribuan Ruang Belajar SD-SMP di Samarinda Butuh Perbaikan, DPRD Dorong Skala Prioritas
    DPRD Samarinda

    Ribuan Ruang Belajar SD-SMP di Samarinda Butuh Perbaikan, DPRD Dorong Skala Prioritas

    Andika SaputraBy Andika SaputraAgustus 20, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti saat diwawancarai (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Sri Puji Astuti mengungkapkan masih banyak fasilitas pendidikan, khususnya ruang belajar SD dan SMP, yang membutuhkan perbaikan di berbagai wilayah Kota Samarinda.

    Sri Puji mengatakan usulan perbaikan sekolah datang dari berbagai jalur, mulai dari pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota. Selain itu, kebutuhan juga ditemukan langsung saat anggota DPRD turun ke lapangan.

    “Kalau kita ke lapangan, itu dari setiap kecamatan biasanya ada SD, ada SMP yang sudah betul-betul perlu,” ujar Puji, Rabu, 19 Agustus 2026.

    Menurutnya kebutuhan perbaikan sekolah cukup besar karena terdapat ribuan ruang belajar yang kondisinya membutuhkan penanganan, mulai dari renovasi ringan hingga renovasi berat.

    Namun tidak seluruh usulan dapat langsung direalisasikan. Pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta sumber pembiayaan yang tersedia.

    Puji menyebut sejumlah alternatif pendanaan dapat berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), bantuan keuangan (Bankeu), maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari pemerintah pusat.

    “Ini nanti kita usulkan semua, tinggal bagaimana sebenarnya kemampuan keuangan daerah. Bisa melalui APBD, atau bisa melalui Bankeu, atau bisa melalui DAK Fisik,” jelasnya.

    Puji juga memastikan SMP Negeri 24 Samarinda termasuk sekolah yang telah masuk dalam program perbaikan pada 2026. Namun, realisasi pekerjaan masih menunggu kesiapan anggaran dan tahapan pelaksanaan.

    “24 itu sebenarnya diprogram 2026. Keuangannya itu sekarang yang belum. Bukan efisiensi, tetap itu prioritas,” tegasnya.

    Ia mengatakan pihaknya telah memperoleh sinyal positif terkait program tersebut. Kendati demikian, pekerjaan belum dapat dimulai karena proses lelang belum dilaksanakan.

    “Sudah dapat tanda positif kalau itu, tapi enggak tahu kapan dikerjakan, belum dilelang,” katanya.

    Puji menambahkan program perbaikan fasilitas pendidikan pada 2026 juga mendapat dukungan melalui DAK dari pemerintah pusat. Dana tersebut mencakup kebutuhan untuk jenjang SD dan SMP, bahkan turut menyasar TK dan PAUD.

    Menurutnya banyaknya usulan membuat pemerintah harus kembali menentukan skala prioritas, terutama setelah terjadi penyesuaian anggaran.

    “Kalau anggarannya kemarin misalnya Rp50 miliar, karena ada efisiensi, tentunya kita pilih lagi yang prioritas yang mana,” ujarnya.

    Ia memastikan kebutuhan perbaikan sekolah tetap menjadi perhatian DPRD Samarinda. Usulan dari berbagai wilayah, termasuk Samarinda Ulu, Samarinda Utara hingga Palaran, akan terus dihimpun dan disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan pemerintah.

    Puji menilai penanganan sarana pendidikan perlu dilakukan secara bertahap agar kebutuhan ruang belajar yang mengalami kerusakan dapat ditangani sesuai tingkat urgensinya.

     

    DPRD Samarinda Pendidikan Ruang Kelas Belajar Sri Puji Astuti
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    Oktober 2, 2026

    DPRD Samarinda Belum Terima Update Progres SLF Terowongan

    Oktober 1, 2026

    Dukungan APBN 2027 untuk Transportasi Massal Samarinda Masuk Finalisasi

    Oktober 1, 2026

    Penggiat Reklame Keluhkan Perizinan, Pansus Raperda Reklame Samarinda Siap Tindaklanjuti

    September 30, 2026

    SMAN 3 Kota Bangun Rusak Diterjang Angin, Disdikbud Kaltim Segera Turunkan Tim

    September 27, 2026

    Gratispol Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan, Arah Pembangunan SDM Kaltim Dapat Pengakuan Nasional

    September 26, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    AminahOktober 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Timur (Kaltim) belum sepenuhnya…

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    Oktober 2, 2026
    1 2 3 … 3,373 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.