Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi
    Kesehatan

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Andika SaputraBy Andika SaputraAgustus 13, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Coordinator Planning, Evaluation, and Monitoring IAC, Hilmansyah Panji Utama, Saat diwawancarai, Kamis, 13/8/2026. (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Maraknya isu negatif, persekusi, hingga beredarnya hoaks yang menyudutkan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) atau Orang dengan HIV (ODIV) di Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat perhatian serius dari Indonesia AIDS Coalition (IAC).

    Isu mengenai penularan HIV secara sengaja melalui media tertentu kerap muncul secara berulang di tengah masyarakat dan disinyalir sengaja dibuat untuk memicu ketakutan publik.

    Coordinator Planning, Evaluation, and Monitoring IAC, Hilmansyah Panji Utama menegaskan, narasi-narasi provokatif tersebut, seperti tuduhan ODHA yang berniat menularkan virusnya secara sengaja, merupakan bentuk ujaran kebencian (hate speech) dan informasi tidak benar (hoaks).

    “Sering kali hoaks semacam ini mengatasnamakan teman-teman ODHA untuk menebar ketakutan. Pola seperti ini bukan kali pertama terjadi. Dulu pernah ada isu sengaja menaruh darah di kursi bioskop atau di kolam renang. Narasi-narasi inilah yang justru semakin meningkatkan stigma dan diskriminasi di masyarakat,” ujar Hilmansyah, Kamis, 13 Agustus 2026.

    Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman pendampingan yang dilakukan IAC, sebagian besar ODHA yang telah menerima status dirinya justru memiliki komitmen kuat agar penularan berhenti pada diri mereka.

    “Saat seseorang tahu statusnya positif, proses psikologisnya sampai pada komitmen ‘HIV stop di saya’. Bahkan ada yang memilih tidak menikah, meski pengobatan ARV memungkinkan mereka berkeluarga secara sehat. Jadi sangat tidak logis jika ODHA dituduh sengaja menularkan ke banyak orang,” tegasnya.

    Selain persoalan hoaks, Hilmansyah menyoroti tingginya angka lost to follow up (putus berobat) di Kota Samarinda. Dari sekitar 4.000 kasus kumulatif yang ditemukan, baru sekitar 2.000 orang yang aktif menjalani perawatan (on treatment). Menurutnya, jangan serta-merta menyalahkan ODIV atas kondisi ini.

    “Jangan dianggap ODIV tidak mau berobat. Ada faktor lain, seperti masih adanya stigma di layanan kesehatan maupun masyarakat yang membuat mereka enggan berobat. Banyak juga yang memilih mengakses layanan jauh dari rumah karena takut statusnya diketahui tetangga atau keluarga, yang tentu butuh usaha dan biaya ekstra,” ungkapnya.

    Ia juga menyentuh mengenai tingginya temuan kasus pada kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL) di Samarinda. Hilmansyah mengingatkan publik agar tidak mengerucutkan penyebab penularan hanya pada satu kelompok saja.

    “Jangan menyudutkan satu kelompok saja sebagai penyebab penularan. Banyak kelompok lain tertular tanpa sadar, seperti ibu rumah tangga yang tertular dari suami yang beraktivitas berisiko di luar. Akibat relasi kuasa dan ancaman stigma, sang istri sering tidak berdaya meminta penggunaan pengaman. Jadi, isu HIV ini harus dilihat secara komprehensif,” jelas Hilmansyah.

    Menanggapi pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penanggulangan HIV/AIDS yang baru-baru ini bergulir dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim serta pembaruan aturan di Samarinda, Hilmansyah berharap regulasi tersebut menjadi alat perlindungan bagi seluruh warga negara.

    “Perda seharusnya melindungi seluruh warga negara tanpa mendikotomi kelompok yang bisa dipersekusi. HIV/AIDS ini murni masalah kesehatan masyarakat, bukan soal siapa yang salah atau benar. Harapan kami, Perda baru memuat komitmen kuat menghapus stigma dan diskriminasi agar tidak ada lagi persekusi liar,” tuturnya.

    Hilmansyah menyambut positif inisiatif pertemuan lintas sektor yang diinisiasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Bappeda Kota Samarinda. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperluas tanggung jawab penanggulangan HIV/AIDS di Kota Tepian.

    “Dari sekian banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir, ternyata masing-masing memiliki irisan peran. Saya berharap kolaborasi antar-OPD di Kota Samarinda semakin erat ke depannya, sehingga makin jelas siapa melakukan apa dalam menanggulangi permasalahan HIV secara bersama-sama,” pungkasnya.

     

    Hilmansyah Panji Utama HIV HIV AIDS Orang dengan HIV (ODIV) Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026

    Capaian SPM HIV Samarinda Tembus 99,8 Persen, Dinkes Ungkap Rahasianya

    Agustus 13, 2026

    DORAMI Kumpulkan 300 Kantong Darah, Kejar Target 500 Kantong per Bulan

    Agustus 13, 2026

    Skirining Serta Menjamin Ketersediaan Obat TBC dan HIV, Upaya Pemerintah Tekan Penyaku Menukae

    Agustus 13, 2026

    Tak Banyak Diketahui, BPJS Ketenagakerjaan Bantu Pekerja Beli Rumah hingga Rp500 Juta

    Agustus 12, 2026

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Andika SaputraAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) meluncurkan Unit Reaksi Cepat (URC) jajaran…

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026

    Capaian SPM HIV Samarinda Tembus 99,8 Persen, Dinkes Ungkap Rahasianya

    Agustus 13, 2026
    1 2 3 … 3,276 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.