Insitekaltim, Samarinda – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Samarinda Syaparuddin mendorong penguatan toleransi antarumat beragama melalui keteladanan tokoh agama dan pembentukan sekolah kerukunan di berbagai jenjang pendidikan.
Hal tersebut disampaikannya menanggapi hasil riset yang menempatkan Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai salah satu dari lima provinsi dengan tingkat toleransi tertinggi secara nasional.
Syaparuddin mengatakan capaian tersebut patut disyukuri sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan semangat toleransi dan kerukunan di Kota Samarinda.
Menurutnya langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan para tokoh agama mampu memberikan keteladanan dalam berpikir toleran dan bersikap moderat.
“Pertama memang tokoh agama harus memberi keteladanan. Keteladanan untuk berpikir toleran, bersikap moderat,” ujar Syaparuddin, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menilai sikap toleran dan moderat dari tokoh agama dapat mendorong terwujudnya semangat kerukunan yang nyata dalam kehidupan masyarakat.
Syaparuddin juga menyampaikan pentingnya gagasan sekolah kerukunan yang diharapkan dapat diterapkan mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga mahasiswa.
Menurutnya lingkungan pendidikan menjadi salah satu ruang penting untuk membangun pemahaman mengenai toleransi sejak dini.
“Kita terus ajak atau terus kita sosialisasikan bagaimana menciptakan ekosistem kerukunan, toleransi beragama yang baik,” katanya.
Ia menjelaskan, sekolah kerukunan dapat menjadi ruang bagi siswa dengan latar belakang agama berbeda untuk belajar bekerja sama dan bergaul dengan baik tanpa saling menegasikan.
Dengan demikian perbedaan agama dan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk membangun kerja sama di lingkungan pendidikan.
“Dari lingkungan sekolah, ada siswa yang berbeda agama tapi bisa bekerja sama dengan baik, bisa bergaul dengan baik, tidak saling menegasikan satu dengan yang lain,” jelasnya.
Syaparuddin menilai apabila semangat kerukunan tersebut telah terbentuk di lingkungan sekolah dan kampus, nilai yang sama dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya upaya tersebut diharapkan memberikan pengaruh dalam menciptakan kerukunan lintas agama secara lebih luas.
“Kalau dari sekolah sudah tercipta itu, di kampus tercipta itu, tentu di masyarakat kita juga akan mengambil langkah-langkah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi tingginya toleransi di Kaltim. Menurutnya, semangat kerukunan selama ini dapat terlihat dalam berbagai kegiatan keagamaan, termasuk keterlibatan bersama dalam menjaga keamanan saat perayaan keagamaan.
Selain itu kepala daerah juga dinilai terus menyampaikan pesan mengenai kerukunan, moderasi beragama, serta pentingnya saling menghargai dan menghormati perbedaan agama.
“Dari situlah sebenarnya tercipta kerukunan, harmoni. Makanya kita bersyukur kalau ada hasil riset menyampaikan bahwa Samarinda itu atau Kaltim termasuk lima provinsi yang paling toleransi,” pungkasnya.

