Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Empat Tersangka Pencurian Kabel Samarinda, Kerugian Pemkot Capai Rp72 Juta

    Oktober 28, 2026

    Pemkot Samarinda Tegaskan Tak Ada Pihak Ketiga dalam Pengelolaan UMKM Teras

    Oktober 28, 2026

    Tiga Sekolah Rakyat Diusulkan di Kaltim, Kepastian Pembangunan Masih Menunggu Pusat

    Oktober 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Kebutuhan Pokok Samarinda 90 persen Masih Dipasok dari Luar, Dorong Inflasi Jadi 3,53 Persen
    Ekonomi

    Kebutuhan Pokok Samarinda 90 persen Masih Dipasok dari Luar, Dorong Inflasi Jadi 3,53 Persen

    IraBy IraJuli 26, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi inflasi Kota Samarinda pada Juni 2026 (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda Supriyanto menjelaskan, kenaikan inflasi di ibu kota Kalimantan Timur (Kalrim) masih didominasi oleh pergerakan harga kebutuhan pokok, yang sebagian besar dipasok dari luar daerah.

    Menurutnya, sekitar 90 persen komoditas kebutuhan pokok masyarakat Samarinda, masih bergantung pada pasokan dari daerah lain, seperti Sulawesi, Jawa, Bontang, hingga Berau.

    Kondisi tersebut membuat harga di Samarinda sangat dipengaruhi oleh perubahan harga di daerah produsen.

    “Kalau harga di daerah asal sudah naik, otomatis ketika sampai di Samarinda harganya juga ikut meningkat. Itu karena harga di sini sangat dipengaruhi harga dari wilayah produsen,” ujarnya di BPS Samarinda, Jumat, 24 Juli 2026.

    Selain harga di daerah asal, biaya distribusi juga menjadi faktor utama yang memengaruhi inflasi.

    Supriyanto mengatakan, proses pengiriman barang melalui jalur darat, laut, maupun udara tidak lepas dari pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

    Sementara BPS Kota Samarinda mencatat
    inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026 mencapai 3,53 persen. Sedangkan, inflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,72 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 2,63 persen.

    Dijelaskan, ketika biaya BBM meningkat, ongkos angkut ikut naik. Sehingga berdampak pada harga jual komoditas di tingkat konsumen.

    “Kalau biaya transportasinya naik karena BBM, otomatis harga barang yang sampai ke Samarinda juga akan meningkat,” katanya.

    Ia menambahkan, khusus untuk distribusi melalui jalur laut, kondisi cuaca turut berpengaruh terhadap stabilitas harga.

    Gelombang tinggi dapat memperlambat waktu pengiriman sekaligus meningkatkan risiko kerusakan barang selama perjalanan.

    Menurutnya, semakin tinggi tingkat kerusakan barang, semakin besar pula biaya yang harus ditanggung pelaku usaha. Beban tersebut pada akhirnya akan dibebankan ke harga jual barang yang masih layak dipasarkan.

    “Kalau tingkat kerusakan barang meningkat karena cuaca, pelaku usaha tetap harus menutup biaya dan memperoleh keuntungan. Akhirnya harga jual kepada konsumen ikut naik,” jelasnya.

    Untuk menekan gejolak harga, Supriyanto menilai pemerintah daerah perlu memperkuat kerja sama dengan daerah pemasok melalui skema kerja sama antardaerah agar harga komoditas lebih terkendali.

    Selain itu, ia juga mendorong identifikasi komoditas yang berpotensi dikembangkan di Samarinda sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.

    “Kalau ada komoditas yang bisa diproduksi di Samarinda, tentu perlu dikembangkan. Dengan begitu ketergantungan terhadap daerah lain berkurang dan stabilitas harga bisa lebih terjaga,” pungkasnya.

     

    BPS Samarinda Inflasi Kenaikan Harga BBM Supriyanto
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Pemkot Samarinda Tegaskan Tak Ada Pihak Ketiga dalam Pengelolaan UMKM Teras

    Oktober 28, 2026

    UMKM Teras Samarinda Tuntut Ganti Rugi, DPRD Pertanyakan Dasar Pembubaran

    Oktober 27, 2026

    Enam Refinery Sawit Dikembangkan di Kaltim, Industri Minyak Goreng Mulai Bergerak

    Oktober 27, 2026

    Konflik Lahan hingga Ketimpangan Harga TBS Bayangi Pekebun Sawit Kaltim

    Oktober 26, 2026

    Sawit Topang Ekonomi Kaltim, Kebun Rakyat Baru 233 Ribu Hektare dari Total 1,4 Juta

    Oktober 26, 2026

    Stok Pangan Samarinda Aman, Harga Cabai Masih Jadi Perhatian

    Oktober 22, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Empat Tersangka Pencurian Kabel Samarinda, Kerugian Pemkot Capai Rp72 Juta

    AminahOktober 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencurian dan perusakan…

    Pemkot Samarinda Tegaskan Tak Ada Pihak Ketiga dalam Pengelolaan UMKM Teras

    Oktober 28, 2026

    Tiga Sekolah Rakyat Diusulkan di Kaltim, Kepastian Pembangunan Masih Menunggu Pusat

    Oktober 28, 2026

    Kemiskinan Kaltim Masih 5,14 Persen, Angka di Desa Hampir Dua Kali Lipat Kota

    Oktober 28, 2026

    Kelurahan Bantuas Serah Terimakan Hasil Pembangunan Probebaya 2026, Dorong Manfaat bagi Warga

    Oktober 28, 2026
    1 2 3 … 3,412 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.