Insitkaltim, Samarinda – Persoalan sampah yang menyumbat saluran air dan memicu banjir masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Kota Samarinda.
Karena itu, penanganan kini tidak lagi hanya difokuskan pada aksi bersih-bersih lingkungan, tetapi juga diperluas melalui normalisasi drainase dan peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam mengelola sampah.
Upaya tersebut dilakukan melalui Gerakan Samarinda Bersih yang digelar serentak di berbagai kecamatan dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan sektor swasta.
Di Kecamatan Loa Janan Ilir, normalisasi drainase menjadi prioritas utama khususnya di kawasan sekitar RS Bhayangkara, Kelurahan Simpang Tiga. Saluran yang mengalami sedimentasi dinilai menghambat aliran air sehingga kawasan tersebut kerap dilanda genangan saat hujan.
Lurah Simpang Tiga, Yulian mengatakan, pengerukan sedimentasi dilakukan untuk memperlancar aliran air menuju muara sekaligus mengurangi banjir yang selama ini berdampak pada permukiman dan tempat usaha warga.
“Harapannya aliran air menjadi lebih lancar sehingga dapat mengurangi potensi genangan yang selama ini terjadi,” ujarnya.
Penanganan tersebut turut mendapat dukungan PT Aryanto Karya Samawa yang menyediakan alat berat, tenaga kerja, serta pembiayaan pembangunan dinding drainase dan perbaikan jembatan. Perusahaan juga berencana membersihkan jalur aliran air di kawasan Jalan H.A.M. Rifaddin melalui penyemprotan gorong-gorong.
Menurut Yulian, keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan banjir, terutama di wilayah yang selama ini menjadi langganan genangan.
Sementara itu, di Kecamatan Samarinda Ilir, perhatian diarahkan pada rendahnya disiplin masyarakat dalam membuang sampah. Selain kerja bakti di kawasan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Jalan Jelawat, pemerintah juga mengedukasi warga agar membuang sampah sesuai ketentuan, yakni pukul 18.00–06.00 Wita sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota Samarinda Nomor 18 Tahun 2022.
Di Kecamatan Samarinda Utara, persoalan sampah yang masih berserakan di jalur poros Samarinda–Bontang juga menjadi perhatian. Pembersihan dilakukan di kawasan Kebun Raya Samarinda, Kelurahan Tanah Merah, sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Samarinda agar seluruh kecamatan membersihkan jalur utama sesuai wilayah masing-masing.
Camat Samarinda Utara, Mohammad Joni, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterlibatan aparatur sipil negara dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan wajah kota yang lebih tertata, terutama di akses menuju Bandara APT Pranoto.
Berbagai langkah tersebut menunjukkan persoalan sampah dan drainase masih menjadi pekerjaan rumah di Samarinda.
Selain membutuhkan penanganan infrastruktur melalui normalisasi saluran, keberhasilannya juga bergantung pada meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara tertib agar tidak kembali menyumbat aliran air dan memicu banjir.

