Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Antisipasi Korban Zonasi, Disdikbud Samarinda Pastikan Kuota SMP Negeri Dirangkum Akhir Pekan Ini

    Juli 2, 2026

    Kuota SMP Negeri Minim, DPRD Samarinda Ambil Alih Jalur Darurat Manual dan Usut Oknum Manipulasi Koordinat

    Juli 2, 2026

    Ismail Latisi Minta Pemerintah Tak Hanya Obati HIV Tapi Cegah Kasus Baru

    Juli 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Ismail Latisi Minta Pemerintah Tak Hanya Obati HIV Tapi Cegah Kasus Baru
    DPRD Samarinda

    Ismail Latisi Minta Pemerintah Tak Hanya Obati HIV Tapi Cegah Kasus Baru

    SittiBy SittiJuli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ismail Latisi mendorong pemerintah daerah memperkuat strategi pencegahan HIV dan tuberkulosis (TB), bukan hanya berfokus pada pengobatan terhadap pasien yang sudah terpapar.

    Persoalan HIV merupakan isu kesehatan yang membutuhkan penanganan lintas sektor. Dinas Kesehatan dinilai tidak bisa bekerja sendiri karena pencegahan membutuhkan peran banyak pihak, mulai dari sektor pendidikan, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga tokoh masyarakat dan keagamaan.

    “Kalau kita bicara TB apalagi HIV, tidak bisa diselesaikan hanya Dinas Kesehatan saja. Kita perlu kolaborasi lintas sektor, bukan hanya OPD yang ada di Kota Samarinda, tapi juga tokoh-tokoh masyarakat,” ujar Ismail di DPRD Samarinda, Rabu, 1 Juli 2026.

    Selama ini penanganan HIV lebih banyak berkaitan dengan aspek pengobatan. Padahal langkah pencegahan harus menjadi prioritas agar angka kasus baru dapat ditekan. Edukasi sejak usia sekolah menjadi salah satu langkah penting. Ia mendorong agar pemahaman mengenai pencegahan penyakit menular dapat diperkuat melalui lingkungan pendidikan.

    “Kalau kita bicara pencegahan pada anak usia remaja dan sekolah, otomatis harus melibatkan Dinas Pendidikan. Bagaimana edukasi terkait TB maupun HIV bisa masuk dalam bagian pembelajaran,” katanya.

    Selain pendidikan, peran tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat sangat penting, pendekatan sosial diperlukan agar pencegahan tidak hanya berbasis medis.

    Berdasarkan informasi yang diterima dari Dinas Kesehatan, jumlah kasus HIV di Samarinda telah mencapai ribuan.

    “Informasi yang kami dapat, kasus HIV sekitar 4.000-an di Kota Samarinda. Ada yang rutin konsumsi antiretroviral (ARV), tapi masih ada juga yang belum menjalani pengobatan,” ungkapnya.

    Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pasien yang tidak menjalani pengobatan memiliki risiko penularan lebih besar. Ia juga mengingatkan dampak pembiayaan kesehatan yang harus ditanggung pemerintah jika kasus terus bertambah.

    “Kalau TB mungkin pengobatannya enam bulan, delapan bulan, atau satu tahun selesai. Tapi kalau ARV itu seumur hidup. Bayangkan biaya yang harus dikeluarkan pemerintah kalau kasus baru terus muncul,” jelasnya.

    Politisi PKS itu mendorong agar kebijakan ke depan tidak hanya menyasar pengobatan, tetapi juga membangun sistem pencegahan yang kuat. Salah satunya melalui regulasi daerah yang mampu mengatur langkah promotif dan preventif.

    Selain itu, upaya penanganan HIV harus tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. Ia meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif terhadap penderita HIV agar mereka tetap mendapatkan akses pengobatan.

    “Jangan sampai ada bullying atau stigma negatif. Mereka juga ingin hidup normal seperti kita. Yang kita lakukan adalah membantu mereka agar mau berobat dan mencegah penularan,” pungkasnya.

    DPRD Samarinda HIV AIDS Ismail Latisi Kesehatan TBC TBC dan HIV/AIDS
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Kuota SMP Negeri Minim, DPRD Samarinda Ambil Alih Jalur Darurat Manual dan Usut Oknum Manipulasi Koordinat

    Juli 2, 2026

    Rencana Konversi LPG 3 Kg ke CNG Merah Putih, Joha: Jangan Bebani Warga dengan Kesulitan Baru

    Juli 2, 2026

    Istilah Pendidikan Makin Keren tapi Masuk Sekolah Makin Susah

    Juli 1, 2026

    Cegah TB dan HIV Diperkuat, Kelompok Usia Produktif Jadi Penyumbang Terbanyak di Samarinda

    Juli 1, 2026

    Ungkap 3 Temuan Krusial di BPKAD, DPRD Beberkan Utang Daerah Bengkak Rp600 Miliar

    Juli 1, 2026

    Pemadaman Bergilir Ancam Roda Ekonomi Samarinda, DPRD Khawatir Pelaku Usaha Merugi

    Juni 30, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Antisipasi Korban Zonasi, Disdikbud Samarinda Pastikan Kuota SMP Negeri Dirangkum Akhir Pekan Ini

    SittiJuli 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda kini harus berpacu dengan waktu…

    Kuota SMP Negeri Minim, DPRD Samarinda Ambil Alih Jalur Darurat Manual dan Usut Oknum Manipulasi Koordinat

    Juli 2, 2026

    Ismail Latisi Minta Pemerintah Tak Hanya Obati HIV Tapi Cegah Kasus Baru

    Juli 2, 2026

    Rencana Konversi LPG 3 Kg ke CNG Merah Putih, Joha: Jangan Bebani Warga dengan Kesulitan Baru

    Juli 2, 2026

    DPRD Kaltim Soroti Ancaman PHK, Inflasi hingga Keselamatan Alur Sungai Mahakam

    Juli 2, 2026
    1 2 3 … 3,185 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.