Insitekaltim, Samarinda – Keberlanjutan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) menjadi sorotan menjelang suksesi kepemimpinan di Kota Samarinda.
Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda Helmi Abdullah menegaskan, komitmennya untuk mengawal dan melanjutkan program unggulan tersebut jika nantinya kader Gerindra kembali memimpin Kota Tepian.
Menurut Helmi, Probebaya yang digagas oleh Wali Kota Andi Harun mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat. Karena itu, tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan program yang telah terbukti memberikan dampak langsung di tingkat rukun tetangga (RT) tersebut.
“Kalau bicara program yang jelas program Probebaya ini kan responnya positif. Makanya kalau ditanya apakah program itu dilanjutkan, ya kalau program bagus ya harus kita lanjutkan,” ujar Helmi Abdullah saat ditemui di SRT 24, Sabtu, 20 Juni 2026.
Helmi menambahkan, status Andi Harun sebagai kader Gerindra menjadi alasan kuat mengapa estafet program ini harus dijaga oleh penerusnya dari partai yang sama.
“Apalagi Pak Andi Harun itu kan kader Gerindra, kalau misalnya nanti yang melanjutkan kader Gerindra lagi, ya harusnya saya sebagai kader Gerindra dukung itu program beliau,” imbuhnya.
Menanggapi isu miring yang beredar di masyarakat mengenai adanya pemotongan anggaran Probebaya dari nilai reguler Rp100 juta per RT menjadi sekitar Rp60 juta hingga Rp70 jut
Helmi meluruskan bahwa hal tersebut bukanlah pemotongan, melainkan penyesuaian mekanisme penganggaran murni yang nantinya akan dipenuhi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).
“Jadi bukan berarti pemotongan, di APBD murni itu dianggarkan sekitar 70 juta, ya kita berharap nanti di perubahan nanti kekurangannya itu diselesaikan,” jelas Helmi.
Ia optimis Pemerintah Kota Samarinda di bawah kepemimpinan wali kota saat ini akan menuntaskan komitmen anggaran tersebut sesuai kemampuan daerah.
“Tentu nanti di perubahan nanti Pemerintah Kota Samarinda pasti akan melalui Pak Wali Kota, pasti akan memenuhi kekurangannya itu. Ya, mudah-mudahan anggarannya ada gitu kan? tapi yang jelas itu memang sudah kewajiban,” tuturnya.
Terkait dorongan internal partai yang mendeklarasikan dirinya sebagai calon Wali Kota Samarinda untuk menatap suksesi mendatang, Ketua DPRD Samarinda ini menyebut dinamika itu sebagai inisiatif kader untuk menjaga momentum politik.
Kendati namanya mencuat bursa Pilwali, Helmi menegaskan saat ini dirinya memilih untuk fokus menyelesaikan tugas-tugas legislatif dan bekerja nyata untuk masyarakat.
“Kalau saya sendiri sih pada intinya kita kerjalah. Kerja di DPRD, terus juga kita kerja di lapangan juga, sehingga nanti masyarakat pasti akan melihat hasilnya,” pungkas Helmi.

