Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    SMK di PPU Masih Bergelut dengan Drainase dan Jalan Becek, Aktivitas Belajar Sering Terganggu

    Juni 16, 2026

    Gejolak Politik Global, Ikut Jadi Ancaman bagi Perekonomian Indonesia

    Juni 16, 2026

    Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Arif Kurniawan Ajak Warga Samarinda Perkuat Semangat Hijrah

    Juni 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»SMK di PPU Masih Bergelut dengan Drainase dan Jalan Becek, Aktivitas Belajar Sering Terganggu
    Pendidikan

    SMK di PPU Masih Bergelut dengan Drainase dan Jalan Becek, Aktivitas Belajar Sering Terganggu

    SittiBy SittiJuni 16, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terus berjalan, masih ada sekolah di wilayah penyangga yang bergelut dengan persoalan fasilitas dasar.

    Salah satunya SMK Nusantara Penajam Paser Utara (PPU), yang hingga kini masih membutuhkan pembangunan drainase, paving blok, dan akses penghubung berupa siring untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud menerima aspirasi dari Kepala SMK Nusantara PPU, Nuraeni terkait kebutuhan infrastruktur sekolah. (Insitekaltim/Aminah)

    Kondisi tersebut terungkap saat pihak sekolah menyampaikan aspirasi kepada Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Syahariah Mas’ud, Senin, 15 Juni 2026.

    Sekolah mengusulkan pembangunan drainase sepanjang 160 meter, paving blok seluas 1.500 meter persegi, serta jalur anak tangga dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp646 juta.

    Kepala SMK Nusantara PPU Nuraeni menjelaskan keterbatasan infrastruktur selama ini menjadi kendala yang cukup dirasakan warga sekolah.

    Saat hujan turun, sejumlah titik di lingkungan sekolah kerap tergenang karena saluran air belum memadai. Sementara akses jalan yang masih berupa tanah sering berubah menjadi licin dan berlumpur.

    Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas belajar mengajar, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa dan guru yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah.

    Menanggapi aspirasi tersebut, Syahariah mengaku prihatin masih adanya sekolah yang menghadapi persoalan fasilitas dasar, terlebih berada di Kabupaten Penajam Paser Utara yang merupakan wilayah penyangga IKN.

    Persoalan pendidikan tidak hanya berbicara soal kurikulum dan kualitas pembelajaran, tetapi juga menyangkut ketersediaan sarana yang layak agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.

    “Yang penting proposalnya dilengkapi. Saya minta disampaikan ke saya juga karena saat ini kami sedang membahas perubahan anggaran dan penyusunan program berikutnya. Saya tidak bisa menjanjikan karena kondisi keuangan daerah memang sedang defisit, tetapi akan kami perjuangkan dan koordinasikan dengan Dinas Pendidikan,” kata Syahariah.

    Politisi dari daerah pemilihan Paser dan PPU itu menilai sekolah swasta juga memiliki peran penting dalam membantu pemerintah memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat. Karena itu, kebutuhan fasilitas dasar yang berdampak langsung terhadap proses belajar siswa perlu mendapat perhatian yang sama.

    Ia akan membawa usulan tersebut dalam pembahasan bersama pemerintah daerah, sekaligus meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim melihat langsung kondisi sekolah yang membutuhkan dukungan infrastruktur.

    “Fasilitas seperti drainase, akses jalan, dan lingkungan sekolah yang aman bukan kebutuhan tambahan. Itu kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan peserta didik,” ujarnya.

     

    DPRD Kaltim Pendidikan PPU SMK Nusantara PPU Syahariah Mas’ud
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Kekosongan Jabatan Definitif di Disdikbud Kaltim Dinilai Jadi Pangkal Kisruh Surat Tugas Guru

    Juni 16, 2026

    IMM Samarinda Dorong Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Pengawas Kebijakan Daerah

    Juni 16, 2026

    Kebutuhan Sekolah di Kaltim Belum Terpenuhi, Revitalisasi dari Pusat Belum Menjawab Persoalan

    Juni 15, 2026

    Usai Gagal Kuorum, Nasib Hak Angket Gubernur Kaltim Ditentukan Akhir Bulan Juni

    Juni 15, 2026

    Tujuh Fraksi Kompak Soroti APBD Kaltim 2025 Turun Rp6 Triliun

    Juni 15, 2026

    IKIP PGRI Kaltim Siapkan UKM Baru, Bidik Prestasi Mahasiswa di Tingkat Nasional

    Juni 14, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    SMK di PPU Masih Bergelut dengan Drainase dan Jalan Becek, Aktivitas Belajar Sering Terganggu

    SittiJuni 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terus berjalan, masih…

    Gejolak Politik Global, Ikut Jadi Ancaman bagi Perekonomian Indonesia

    Juni 16, 2026

    Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Arif Kurniawan Ajak Warga Samarinda Perkuat Semangat Hijrah

    Juni 16, 2026

    Lonjakan Diabetes pada Usia Muda, Akibat Makanan Instan dan Kurang Gerak

    Juni 16, 2026

    Fahmi: Kaltim Tak Sekadar Berpartisipasi, Targetkan Prestasi di PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo

    Juni 16, 2026
    1 2 3 … 3,149 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.