Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Cari Dana Provinsi dan Pusat untuk Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    Oktober 14, 2026

    Jaga Struktur Jembatan Mahkota II, Pemkot Samarinda Tegaskan Fungsi Portal Pembatas Ketinggian

    Oktober 14, 2026

    Penerimaan Retribusi Samarinda Belum Capai 40 Persen, Bapenda Petakan Potensi Pendapatan

    Oktober 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar
    Ekonomi

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    IraBy IraJuni 15, 2026Updated:Juli 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi Rupiah Melemah (create by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Menguatnya dolar AS di pasar global, akibat tingginya suku bunga di Amerika Serikat dan meningkatnya minat investor terhadap aset berbasis dolar. Jadi salah satu faktor, melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.

    Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Aji Sofyan Effendi, mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah tidak semata-mata dipicu oleh menguatnya dolar Amerika Serikat (AS).

    Ia menilai, tekanan terhadap mata uang nasional juga disebabkan tingginya kebutuhan devisa dalam negeri. Serta besarnya aliran dana yang kembali keluar negeri melalui berbagai skema. Termasuk, repatriasi keuntungan investor asing.

    Menurut Aji, pergerakan nilai tukar rupiah pada dasarnya ditentukan oleh keseimbangan antara permintaan dan pasokan dolar AS di pasar.

    Ketika permintaan dolar meningkat lebih cepat dibandingkan pasokannya, maka rupiah akan mengalami tekanan.

    “Kalau permintaan dolar naik sementara pasokan dolar tidak bertambah dalam jumlah yang sama, maka rupiah akan melemah. Ini hukum pasar yang sederhana,” ujarnya, di Samarinda Sabtu, 13 Juni 2026.

    Ia menjelaskan, terdapat tiga faktor utama yang saat ini menyebabkan rupiah berada dalam tekanan, diantaranya permintaan dolar di dalam negeri, terus meningkat untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari impor barang dan jasa, pembayaran utang luar negeri, hingga aktivitas bisnis internasional. Juga pertumbuhan ekspor Indonesia, yang belum mampu mengimbangi peningkatan kebutuhan devisa nasional.

    “Kebutuhan devisa kita terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas ekonomi. Namun pasokan dolar yang berasal dari ekspor belum tumbuh dengan kecepatan yang sama,” katanya.

    Kondisi tersebut, lanjut Aji, menimbulkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan dolar di pasar. Akibatnya, nilai tukar rupiah terus menghadapi tekanan.

    “Permintaan dolar naik, pasokan dolar tidak naik secepat itu. Akibatnya nilai tukar rupiah mengalami tekanan,” ucapnya.

    Aji juga menyoroti persoalan yang dinilai jarang menjadi perhatian publik. Yakni repatriasi keuntungan investor asing.

    Menurut dia, Indonesia sebenarnya menghasilkan devisa dalam jumlah besar dari ekspor berbagai komoditas dan aktivitas ekonomi lainnya.

    Namun, sebagian devisa tersebut tidak seluruhnya bertahan di dalam negeri. Karena kembali mengalir ke luar negeri melalui pembayaran dividen, royalti, biaya teknologi, bunga pinjaman, maupun keuntungan perusahaan asing.

    “Secara makro devisa kita besar. Tetapi sebagian besar keluar lagi melalui dividen, royalti, pembayaran teknologi, bunga pinjaman dan repatriasi keuntungan,” jelasnya.

    Aji menerangkan, repatriasi keuntungan terjadi ketika perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia memperoleh laba dari aktivitas usahanya. Kemudian mengonversi keuntungan tersebut, ke dalam dolar AS untuk dikirim ke negara asal atau kantor pusat perusahaan.

    Menurutnya, mekanisme tersebut secara langsung meningkatkan permintaan terhadap dolar di pasar domestik. Semakin besar keuntungan yang ditransfer ke luar negeri, semakin besar pula kebutuhan perusahaan terhadap valuta asing.

    Karena itu, Aji menilai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, tidak cukup hanya mengandalkan faktor eksternal seperti perkembangan ekonomi global atau kebijakan moneter Amerika Serikat.

    Pemerintah juga perlu memperkuat sumber pasokan devisa nasional dan mendorong agar lebih banyak devisa hasil kegiatan ekonomi dapat berputar di dalam negeri.

     



    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Harga Cabai di Samarinda Naik, Disdag Sebut Biaya Pengiriman Jadi Pemicu

    Oktober 13, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026

    Beda dengan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda Tak Wajibkan ASN Menginap di Hotel Pemda

    Oktober 8, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Menguat, Dinas Perkebunan Ingatkan Petani Soal Tengkulak

    Oktober 6, 2026

    Kebutuhan Daging Domba Kaltim Buka Peluang Ekonomi bagi Peternak Lokal

    Oktober 6, 2026

    Inflasi Kaltim Tembus 3,98 Persen, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Beban Terbesar

    Oktober 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Cari Dana Provinsi dan Pusat untuk Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    SintaOktober 14, 2026

    Samarinda, insitekaltim – Harapan warga Samarinda untuk menempati rumah yang lebih layak terus diupayakan Pemerintah…

    Jaga Struktur Jembatan Mahkota II, Pemkot Samarinda Tegaskan Fungsi Portal Pembatas Ketinggian

    Oktober 14, 2026

    Penerimaan Retribusi Samarinda Belum Capai 40 Persen, Bapenda Petakan Potensi Pendapatan

    Oktober 14, 2026

    Perluas Jaminan BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Samarinda Bidik Dukungan CSR Perusahaan

    Oktober 14, 2026

    Andi Harun Buka Peluang CSR untuk Pemeliharaan Polder dan Fasilitas Pengendalian Banjir

    Oktober 14, 2026
    1 2 3 … 3,383 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.