Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Juni 15, 2026

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar
    Ekonomi

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuni 15, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi Rupiah Melemah (create by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Menguatnya dolar AS di pasar global, akibat tingginya suku bunga di Amerika Serikat dan meningkatnya minat investor terhadap aset berbasis dolar. Jadi salah satu faktor, melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.

    Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Aji Sofyan Effendi, mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah tidak semata-mata dipicu oleh menguatnya dolar Amerika Serikat (AS).

    Ia menilai, tekanan terhadap mata uang nasional juga disebabkan tingginya kebutuhan devisa dalam negeri. Serta besarnya aliran dana yang kembali keluar negeri melalui berbagai skema. Termasuk, repatriasi keuntungan investor asing.

    Menurut Aji, pergerakan nilai tukar rupiah pada dasarnya ditentukan oleh keseimbangan antara permintaan dan pasokan dolar AS di pasar.

    Ketika permintaan dolar meningkat lebih cepat dibandingkan pasokannya, maka rupiah akan mengalami tekanan.

    “Kalau permintaan dolar naik sementara pasokan dolar tidak bertambah dalam jumlah yang sama, maka rupiah akan melemah. Ini hukum pasar yang sederhana,” ujarnya, di Samarinda Sabtu, 13 Juni 2026.

    Ia menjelaskan, terdapat tiga faktor utama yang saat ini menyebabkan rupiah berada dalam tekanan, diantaranya permintaan dolar di dalam negeri, terus meningkat untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari impor barang dan jasa, pembayaran utang luar negeri, hingga aktivitas bisnis internasional. Juga pertumbuhan ekspor Indonesia, yang belum mampu mengimbangi peningkatan kebutuhan devisa nasional.

    “Kebutuhan devisa kita terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas ekonomi. Namun pasokan dolar yang berasal dari ekspor belum tumbuh dengan kecepatan yang sama,” katanya.

    Kondisi tersebut, lanjut Aji, menimbulkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan dolar di pasar. Akibatnya, nilai tukar rupiah terus menghadapi tekanan.

    “Permintaan dolar naik, pasokan dolar tidak naik secepat itu. Akibatnya nilai tukar rupiah mengalami tekanan,” ucapnya.

    Aji juga menyoroti persoalan yang dinilai jarang menjadi perhatian publik. Yakni repatriasi keuntungan investor asing.

    Menurut dia, Indonesia sebenarnya menghasilkan devisa dalam jumlah besar dari ekspor berbagai komoditas dan aktivitas ekonomi lainnya.

    Namun, sebagian devisa tersebut tidak seluruhnya bertahan di dalam negeri. Karena kembali mengalir ke luar negeri melalui pembayaran dividen, royalti, biaya teknologi, bunga pinjaman, maupun keuntungan perusahaan asing.

    “Secara makro devisa kita besar. Tetapi sebagian besar keluar lagi melalui dividen, royalti, pembayaran teknologi, bunga pinjaman dan repatriasi keuntungan,” jelasnya.

    Aji menerangkan, repatriasi keuntungan terjadi ketika perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia memperoleh laba dari aktivitas usahanya. Kemudian mengonversi keuntungan tersebut, ke dalam dolar AS untuk dikirim ke negara asal atau kantor pusat perusahaan.

    Menurutnya, mekanisme tersebut secara langsung meningkatkan permintaan terhadap dolar di pasar domestik. Semakin besar keuntungan yang ditransfer ke luar negeri, semakin besar pula kebutuhan perusahaan terhadap valuta asing.

    Karena itu, Aji menilai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, tidak cukup hanya mengandalkan faktor eksternal seperti perkembangan ekonomi global atau kebijakan moneter Amerika Serikat.

    Pemerintah juga perlu memperkuat sumber pasokan devisa nasional dan mendorong agar lebih banyak devisa hasil kegiatan ekonomi dapat berputar di dalam negeri.

     

    Aji Sofyan Effendi Ekonomi Nilai Tukar Rupiah Universitas Mulawarman
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Aji Sofyan Effendi Menilai: Danantara Mampu Perkuat Pengelolaan Aset Strategis Nasional

    Juni 14, 2026

    Penumpang Bandara Sepinggan Turun, Harga Tiket Naik hingga Rp800 Ribu Dipicu Avtur

    Juni 12, 2026

    Kadin Kaltim Wanti-Wanti Pengusaha Daerah Tak Tersisih oleh Investor Besar

    Juni 12, 2026

    Persiapan Jadi Penyangga IKN, Samarinda Hadapi Ancaman Urbanisasi dan Inflasi

    Juni 11, 2026

    Harga BBM Melonjak Signifikan, Pertamax Kini Rp16.250 per Liter

    Juni 10, 2026

    Harga Pertamax di Kaltim Tembus Rp16.650 Mulai Hari Ini, Naik Rp4.050 per Liter

    Juni 10, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Nur AjijahJuni 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terowongan Samarinda atau Terowongan Selili merupakan proyek infrastruktur strategis sepanjang 690 meter yang…

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026

    Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Kaltim, Diabetes Menempati Urutan Kedua

    Juni 15, 2026

    Kebutuhan Sekolah di Kaltim Belum Terpenuhi, Revitalisasi dari Pusat Belum Menjawab Persoalan

    Juni 15, 2026
    1 2 3 … 3,147 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.