Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026

    Kemenpora: Partisipasi Olahraga Jadi Kunci Lahirkan Atlet Disabilitas Berprestasi

    Agustus 24, 2026

    Pemadaman Listrik Berulang, Abdul Rohim Desak PLN Beri Kompensasi Warga Samarinda

    Agustus 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Rapor Merah TKA 2026 Tampar Pendidikan Indonesia
    Pemerintah

    Rapor Merah TKA 2026 Tampar Pendidikan Indonesia

    AminahBy AminahJuni 11, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni (insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wajah pendidikan dasar dan menengah kembali tercoreng. Rilis terbaru rata-rata nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 mengungkap fakta pahit kemampuan logika dan numerasi siswa Indonesia berada di titik nadir, tertinggal jauh di belakang kemampuan literasi dasar.

    Berdasarkan data TKA 2026, ketimpangan mencolok terjadi di dua mata pelajaran utama. Pada jenjang SD/MI, rata-rata nilai Matematika merosot di angka 43,41, berbanding terbalik dengan Bahasa Indonesia 60,14.

    Potret buram ini berlanjut di tingkat SMP/MTs, di mana Matematika terperosok ke skor 40,34, sementara Bahasa Indonesia bertahan di 60,83. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan alarm bahaya kegagalan sistemik dalam mengajarkan logika berpikir kepada generasi penerus.

    Merespons rapor merah tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengatakan bahwa fenomena ini menampar seluruh pemangku kebijakan dan menuntut perombakan total dari hulu ke hilir.

    “Ini akan jadi bahan evaluasi kita. Ya, ini tentu evaluasi bersama semua stakeholder, guru, tenaga pendidikan, kepala sekolah, kemudian juga pengawas dan juga dinas pendidikan. Ini harus menjadi evaluasi kita, apa yang menyebabkan penurunan kualitas ini,” tegas Sri Wahyuni di Samarinda, Kamis, 11 Juni 2026.

    Anjloknya nilai tersebut murni karena materi yang kelewat berat, atau justru kompetensi tenaga pendidik yang gagal menyampaikan esensi ilmu secara kontekstual.

    Di sisi lain, rutinitas belajar-mengajar di kelas yang terlampau konvensional dinilai membuat siswa gagap saat dihadapkan pada soal-soal penalaran berstandar nasional.

    “Apakah dari pengajaran, penyampaiannya, materinya, atau apakah anak-anak kita belum banyak uji coba untuk itu? Jadi selama ini hanya fokus di belajar saja,” sergahnya.

    Kaltim seolah dipaksa berkaca pada daerah lain yang lebih siap menghadapi perubahan sistem ujian, sebuah ironi di mana sekolah-sekolah di Kaltim tertinggal secara taktik dibandingkan sebuah sekolah di ujung selatan Sumatera.

    “Kita lihat kemarin kan sempat viral, salah satu sekolah di Lampung sukses 100 persen siswanya lolos di PTN karena mereka getol memberikan trial PTN kepada siswa. Jadi ini hal yang sangat perlu,” ujar Sri.

    Ke depan, Sekda Kaltim mendesak Dinas Pendidikan agar segera menyusun intervensi khusus untuk subjek-subjek mata pelajaran yang masuk zona merah, terutama Matematika.

    Pembelajaran tidak boleh lagi sekadar mengejar ketuntasan kurikulum, melainkan harus membiasakan insting analitis siswa melalui simulasi berkala.

    “Jadi ada belajar-belajar yang wajib, tapi juga ada hal-hal yang perlu ditingkatkan frekuensinya (dalam) melatih anak, terutama untuk TKA tadi. Subjek-subjek yang perlu peningkatan, nah itu menjadi atensi kita nanti dengan Disdik,” tutupnya.

     


    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Beri Kelonggaran Sopir Truk ODOL, Andi Harun Berikan Tenggat 3 Bulan Jelang Pemblokiran BBM

    Agustus 24, 2026

    Lebih dari 200 Titik Api Terdeteksi, Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana

    Agustus 24, 2026

    Andi Harun Ungkap Antrean BBM Subsidi Diduga Diperjualbelikan Rp100-150 Ribu

    Agustus 24, 2026

    BKS dan PKT Jalin Kerja Sama, BUMD Kaltim Didorong Genjot Bisnis untuk Tambah PAD

    Agustus 24, 2026

    Dipicu Unsur Kesengajaan, Karhutla Samarinda Capai 77 Kejadian, 104 Hektare Lahan Terbakar

    Agustus 23, 2026

    Semangat Kemerdekaan Tetap Meriah Meski Pemkot Lakukan Efisiensi

    Agustus 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Ratu ArifanzaAgustus 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penanganan pasien ibu dan bayi yang membutuhkan rujukan lintas daerah menjadi salah…

    Kemenpora: Partisipasi Olahraga Jadi Kunci Lahirkan Atlet Disabilitas Berprestasi

    Agustus 24, 2026

    Pemadaman Listrik Berulang, Abdul Rohim Desak PLN Beri Kompensasi Warga Samarinda

    Agustus 24, 2026

    Beri Kelonggaran Sopir Truk ODOL, Andi Harun Berikan Tenggat 3 Bulan Jelang Pemblokiran BBM

    Agustus 24, 2026

    Lebih dari 200 Titik Api Terdeteksi, Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana

    Agustus 24, 2026
    1 2 3 … 3,295 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.