Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    July 25, 2026

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026

    Arus Urbanisasi ke Samarinda Meningkat Sejak IKN, Tenaga Kerja Lokal Diminta Jadi Prioritas

    July 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Raperda TBC-HIV Perkuat Pencegahan hingga Akar Rumput
    DPRD Samarinda

    Raperda TBC-HIV Perkuat Pencegahan hingga Akar Rumput

    SittiBy SittiJune 6, 2026Updated:July 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Pansus IV DPRD Samarinda, Harminsyah mendorong pelibatan kader posyandu dan tokoh masyarakat dalam pencegahan TBC dan HIV. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS tidak hanya mengatur aspek pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat hingga tingkat paling bawah.

    Anggota Pansus IV DPRD Samarinda Harminsyah mengatakan kader posyandu, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) akan didorong memiliki peran aktif dalam upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit menular tersebut.

    Kelompok-kelompok tersebut merupakan pihak yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga dapat menjadi ujung tombak dalam mengidentifikasi gejala maupun potensi penyebaran penyakit di lingkungan sekitar.

    “Mereka yang berada di garis terdepan karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Jika ada gejala-gejala yang terlihat di lapangan, mereka bisa menyampaikan atau melaporkan kepada pihak terkait untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Harminsyah saat kunjungan di RSUD IA Moeis, Jumat, 5 Juni 2026.

    Secara regulasi pemerintah pusat sebenarnya telah memiliki berbagai aturan terkait penanggulangan penyakit menular. Karena itu, DPRD Samarinda ingin memastikan perda yang disusun memiliki kekuatan pada aspek implementasi dan muatan lokal yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

    “Kalau regulasi terkait penanggulangan penyakit menular saya kira sudah banyak dari pemerintah pusat, baik peraturan menteri maupun aturan lainnya. Yang paling penting dalam perda ini adalah bagaimana muatan lokalnya, bagaimana semua elemen masyarakat bisa dilibatkan,” katanya.

    Keberhasilan pengendalian TBC dan HIV tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan atau pemerintah semata. Perlu keterlibatan seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat edukasi, pencegahan, dan pengawasan di lingkungan masing-masing.

    “Nanti kita arahkan peran tokoh masyarakat, tokoh agama, dosen, LSM, dan semua pihak yang bisa dilibatkan untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan mengurangi penularan penyakit ini,” tegasnya.

    Terdapat dua fokus utama yang ingin diperkuat dalam Raperda tersebut, yakni pencegahan secara menyeluruh melalui edukasi masyarakat dan pencegahan penularan terhadap kelompok yang berisiko.

    Selain membahas peran masyarakat, DPRD juga menyoroti kesejahteraan kader posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar di lingkungan masyarakat.

    DPRD telah beberapa kali menyampaikan kepada organisasi perangkat daerah terkait agar perhatian terhadap kader kesehatan terus ditingkatkan, termasuk terkait penghargaan maupun insentif yang diterima.

    “Kami selalu mengusulkan kepada dinas terkait agar kader-kader ini mendapatkan perhatian yang lebih baik. Memang saat ini kendalanya sering disampaikan karena keterbatasan anggaran, tetapi mudah-mudahan ke depan bisa lebih diperhatikan lagi,” ujarnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    July 9, 2026

    Lelang Lambat Imbas Dinamika Anggaran Pusat, Realisasi Fisik PUPR Masih Minim

    July 9, 2026

    Tiga Jalan Protokol di Samarinda Gelap Gulita, Dewan Desak Dishub Segera Peremajaan Tiang

    July 9, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    July 8, 2026

    Sektor UKM dan Rumah Tangga Merugi Akibat Pemadaman Listrik Massal di Samarinda

    July 8, 2026

    Andalkan Aplikasi Lawas 2024, Penentuan Jarak Domisili SPMB Samarinda Ternyata Masih Manual

    July 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    Nur AjijahJuly 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sepanjang 2026 melalui Program Kewirausahaan Terpadu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil…

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026

    Arus Urbanisasi ke Samarinda Meningkat Sejak IKN, Tenaga Kerja Lokal Diminta Jadi Prioritas

    July 25, 2026

    Rudy Mas’ud Akan Benahi Daya Tampung Sekolah Usai Kisruh SPMB

    July 25, 2026

    Harapan Sekolah Anak Samarinda Capai Kuliah, Rata-rata Warga Masih Setara Kelas XI SMA

    July 25, 2026
    1 2 3 … 3,238 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.