Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Antrean BBM Kaltim Meningkat, DPRD Kaltim Singgung Produksi Energi yang Menurun

    September 24, 2026

    Larangan Atlet Emas PON di Porprov, Samarinda Khawatir Target Juara Umum Terganggu

    September 24, 2026

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Kas Daerah Tertekan, Utang Proyek Pemkot Samarinda Capai Rp400 Miliar
    Politik

    Kas Daerah Tertekan, Utang Proyek Pemkot Samarinda Capai Rp400 Miliar

    AminahBy AminahMei 20, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi memberikan keterangan terkait utang proyek Pemkot Samarinda yang mencapai sekitar Rp400 miliar (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tercatat memiliki utang sekitar Rp400 miliar dari sejumlah proyek dan kegiatan tahun anggaran 2025.

    Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi mengatakan, pihaknya telah meminta penjelasan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terkait tunggakan pembayaran tersebut.

    “Terakhir kami panggil BPKAD memang ada sekitar Rp400 miliar utang pemerintah yang belum terselesaikan dari kegiatan-kegiatan tahun 2025,” kata Iswandi, Rabu, 20 Mei 2026.

    Munculnya utang bukan semata akibat kegagalan perencanaan daerah, melainkan karena adanya pengurangan dana transfer dari pusat yang sebelumnya telah dihitung masuk dalam struktur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Samarinda.

    “Pemerintah kota sebenarnya sudah mengalokasikan pembangunan di beberapa sektor. Tapi di tengah jalan ada pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) otomatis anggarannya jadi tidak cukup dan di situ muncul utang,” ujarnya.

    APBD Samarinda 2025 awalnya diproyeksikan sekitar Rp5,1 triliun. Namun setelah adanya pemotongan dana transfer, realisasi anggaran yang diterima daerah turun signifikan menjadi sekitar Rp3,8 triliun.

    “Kalau tidak ada pemotongan TKD kemungkinan tidak ada utang, karena proyek sudah berjalan otomatis pemerintah punya kewajiban membayar,” jelasnya.

    Meski demikian, pembayaran utang tetap harus menjadi prioritas pemerintah kota pada tahun anggaran 2026. Sebab, proyek-proyek tersebut sudah lebih dulu dikerjakan kontraktor.

    Berdasarkan penjelasan BPKAD kepada DPRD, pembayaran akan dilakukan secara bertahap dengan klasifikasi berdasarkan nilai tagihan proyek.

    “Mereka akan memilah dulu mana yang di bawah Rp1 miliar, mana yang lebih besar, lalu dibayarkan bertahap,” terangnya.

    Namun hingga kini Komisi II DPRD Samarinda belum menerima rincian detail proyek-proyek yang masuk dalam utang Rp400 miliar tersebut. DPRD ingin memastikan proyek yang dibiayai benar-benar prioritas dan berdampak langsung kepada masyarakat.

    “Kami belum menerima data lengkap pekerjaan apa saja yang terutang. Nanti itu akan kami analisa lagi, apakah proyeknya memang penting, sudah lama direncanakan, atau justru kurang prioritas,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan agar upaya menutup defisit pembayaran tidak dilakukan dengan memangkas kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan.

    “Yang saya kawal jangan sampai ada pengurangan anggaran untuk kebutuhan dasar masyarakat. Pendidikan dan kesehatan jangan diganggu,” katanya.

    Proyek pembangunan yang belum mendesak seharusnya bisa ditunda sementara dibanding mengorbankan pelayanan publik.

    “Kalau proyek yang belum urgent dipotong menurut saya lebih baik. Tidak semua pembangunan harus dipaksakan selesai tahun ini,” ujarnya.

    Meski menjadi perhatian serius, Iswandi menilai posisi utang Pemkot Samarinda masih dalam batas yang relatif terkendali jika dibandingkan total APBD daerah.

    “Kalau dihitung dari APBD awal sekitar Rp5,1 triliun, utang Rp400 miliar itu sekitar 7,8 persen. Jadi belum bisa disebut kondisi darurat fiskal,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Antrean BBM Kaltim Meningkat, DPRD Kaltim Singgung Produksi Energi yang Menurun

    September 24, 2026

    Parkir Berlangganan Samarinda Belum Siap, DPRD Soroti Sistem dan Target Rp200 Miliar

    September 23, 2026

    Gerindra Buka Semua Pintu Koalisi, Duet dengan PDIP Belum Jadi Kesepakatan

    September 22, 2026

    Gerindra Punya Dua Nama di Bursa Pilwali Samarinda, Helmi: Semua Kader Punya Potensi

    September 21, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Dibayangi Dana Kurang Salur dan PAD Seret

    September 21, 2026

    Air Bersih Menipis, Dewan Samarinda Usul Dana Probebaya Bangun Sumur

    September 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Antrean BBM Kaltim Meningkat, DPRD Kaltim Singgung Produksi Energi yang Menurun

    AminahSeptember 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Antrean bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim)…

    Larangan Atlet Emas PON di Porprov, Samarinda Khawatir Target Juara Umum Terganggu

    September 24, 2026

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    September 24, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026
    1 2 3 … 3,360 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.